Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 76~ SEASON 2


__ADS_3

" Jangan khawatir, Sayang. Dia bersama Ainsley, pasti semua baik-baik saja." ucap Papa Harvey dengan pandangan fokus pada layar laptop.


" Sayang, kau pikir Ainsley juga normal. Dia itu the perfect woman, semua harus sempurna kalau dia. Aku takut jika dia justru membuat keributan di mall, mencela semua ukuran gaun didalam outlet. Bahkan mencela penampilan pegawai mall." pikiran Mama Allen sudah menerawang jauh tentang putri-putrinya. Kekhawatirannya semakin menyeruak setelah mengeluarkan unek-uneknya.


Hening menyapa, Papa Harvey tak bersuara dan masih fokus pada hal yang sama.


" Sayang, kau itu sejak tadi sibuk saja pada laptopmu." omel Mama Allen menyadari tak ada tanggapan dari suaminya. Matanya menyalak, berkacak pinggang sembari menatap suaminya.


" Dari kemarin aku bersabar, kau berhenti bekerja dikantor tapi malah membawa pekerjaanmu kerumah. Kalau seperti itu lebih baik bekerja saja dikantor supaya kalau malam kita bisa habiskan waktu bersama." gerutunya dengan nafas berat.


" Sayang, tenanglah. Ini resikomu menjadi istri pengusaha. Aku punya dua perusahaan, di Amerika dan disini, jadi tentu saja aku sibuk." balas Papa Harvey memasang tampang polosnya.


Mama Allen bungkam, dia tak mampu berkutik karena apa yang suaminya katakan memang ada benarnya.


" Sudahlah, Sayang.. lebih baik kau pergi tidur kalau tidak ada jadwal syuting. Daripada memikirkan yang tidak-tidak tentang Ainsley dan Alexa." tutur Papa Harvey lembut.


" Aku ada syuting nanti malam." jawab Mama Allen kemudian, memilih duduk disamping suaminya.


__ADS_1



Kantor Polisi.


Tiba dikantor polisi, Ainsley dan Alexa segera keluar dari mobil. Ainsley memakai kacamata hitamnya dan bersiap melangkah masuk kedalam sana sementara Alexa diam mematung memandangi bangunan didepannya. Wajahnya sudah pucat pasih, dan kedua lututnya bergetar. Dia sangat takut jika harus ditahan dalam sel.


" Kenapa kau diam?" Ainsley menyadarkan adiknya yang hanya diam.


" Kak, aku takut sekali. Apa kau akan meninggalkanku?" ujar Alexa.


" Aku tidak akan meninggalkanmu. Polisi itu harus diberi pelajaran." ucap Ainsley dengan raut wajah penuh arti.


" Halbert sibuk, jangan ganggu dia. Ayo." Ainsley segera menyeret adiknya kedalam kantor polisi dan setibanya didalam, keduanya langsung mengedarkan pandangan karena sejujurnya ini pertama kali bagi keduanya mengunjungi kantor polisi.


" Wah, dia cantik sekali."


" Wajah dan tubuhnya indah."


" Dia seperti dewi, cantik sekali."

__ADS_1


Pujian langsung menghujani Ainsley saat berada didalam sana. Beberapa polisi muda menatapnya dengan kagum sementara Ainsley hanya bersikap biasa saja.


" Aku ingin bertemu KOMJEN Andri, dimana ruangannya." tanya Ainsley dengan wajah datar tanpa melepas kacamatanya.


" Nona, KOMJEN Andri sedang sibuk, dan dia tidak ada disini." jawab seorang pria.


" Aku disini."


Suara berat nan maskulin dari seorang pria tampan menyela, membuat kedua gadis cantik itu menoleh.


" Kak, aku takut." bisik Alexa bersembunyi dibelakang Ainsley saat melihat Andri datang.


" Kau sungguh datang, ya. Kupikir kalian berdua akan melarikan diri." ujar Andri.


" Cih, kami tidak akan melakukan itu." balas Ainsley dengan ketus— menatap lekat wajah Andri yang sudah tak mengenakan kacamata lagi.


" Lepaskan kacamatamu jika ingin berbicara." titah Andri dengan datar.


" Tidak mau." spontan Ainsley menolak dengan enteng.

__ADS_1


" Kau tidak tau aku siapa, lihat semua orang disini menunduk saat aku datang." Andri setengah berbisik karena sejujurnya dirinya terasa malu saat Ainsley dengan santainya membangkang.


__ADS_2