Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 78~ SEASON 2


__ADS_3

" Kalian ini, itu tidak masuk akal. Lagipula Mama tidak muntah, cuman perut Mama terasa aneh." sergah Mama Allen yang kemudian meneguk air minumnya.


" Sayang, kalau begitu kita periksa saja ke dokter." sahut Papa Harvey menyelesaikan dengan cepat makan malamnya.


" Iya, Ma. Ayo kita periksa didokter kandungan, aku akan ikut. Kak Sley, ikut juga ya." ujar Alexa merengek.


Mama Allen menghela nafas, sejujurnya dia juga ragu namun rasanya tidak mungkin juga jika dirinya hamil. "Baiklah, besok pagi kita pergi bersama."


Mereka pun menyudahi perbincangan ringan itu dan kembali menikmati sajian malam


*****


Selang beberapa saat, semua kini sudah kembali kekamar masing-masing. Papa Harvey seperti biasa, sebelum tidur dia akan meluangkan waktunya pada laptop sedangkan Mama Allen sudah pergi bersama Gery untuk melakukan syuting yang kebetulan mengambil waktu malam.


Drt, drt, drt.

__ADS_1


Dering ponsel diatas meja kaca membuyarkan konsentrasi Papa Harvey pada kegiatannya sekarang, terlebih lagi saat ponsel mahalnya bergesekan dengan meja kaca dan menimbulkan suara. Pria paruh baya itu menghentikan sejenak kegiatannya dan segera meraih ponselnya. Dilihatnya sipenelfon yang ternyata dari putra sulungnya, Papa Harvey segera menjawab.


" Halbert, kenapa menelfon malam-malam, nak?" tanya Papa Harvey setelah panggilan diponselnya terhubung.


" Haven.. dia sudah menyelesaikan kuliahnya di Amerika." balas Halbert yang langsung to the point pada apa yang menjadi tujuannya.


Papa Harvey terkejut, dia langsung meletakkan laptop diatas meja dan mengambil posisi nyaman untuk bertanya lebih soal rasa penasarannya.


" Kenapa sangat cepat, bukankah dia harus menjalani pendidikan lagi selama lima bulan?" tanya Papa Harvey.


" Entahlah, aku juga tidak mengetahui kenapa dia cepat lulus. Sepertinya ada yang merekomendasikan Haven ke beberapa dosen tertinggi." jawab Halbert.


Sementara Papa Harvey, Ia masih diam tercenung memikirkan putra keduanya. Entah mengapa, namun dirinya merasa tak enak hati mendengar kabar tentang Haven— seolah sesuatu yang buruk akan terjadi dalam keluarganya.


Tak ingin membebani kepalanya dengan pikiran yang banyak, Papa Harvey memilih segera untuk melihat gambar yang sudah dikirimkan Halbert melalui email. Dan disana tampak Haven yang memakai toga wisuda berwarna hitam. Papa Harvey langsung mengulum senyumnya melihat putra keduanya yang tak terasa sudah menyelesaikan pendidikan S2 nya di usia yang masih muda.

__ADS_1


Dirinya kembali teringat pada moment dua puluh dua tahun yang lalu, yang saat itu Haven baru dilahirkan. Rasa haru tiba-tiba menyelimuti hatinya, ingin rasanya berbagi kabar dengan sang istri namun wanitanya malam ini tak ada disampingnya.




" Kau pasti senang, nak. Impianmu terwujud, diusia muda mu kau sudah lulus sarjana hukum." lirih Papa Harvey memandangi putranya dilayar laptop.




Rumah Sakit Internasional


Waktu berlalu cepat, dan kini pagi sudah tiba. Sehabis menikmati sarapan pagi, Papa Harvey dan Mama Allen serta kedua putri cantiknya— langsung pergi kerumah sakit sesuai pembicaraan dimalam hari.

__ADS_1


Dan setibanya dirumah sakit, mereka langsung menemui dokter kandungan karena memang Papa Harvey sudah mengonfirmasi terlebih dulu dengan sang dokter.


Setelah melakukan pemeriksaan selama beberapa menit, dokter kini kembali duduk dikursi takhtanya sembari mengamati hasil laporan didepannya. Sementara Papa Harvey, Mama Allen, Ainsley dan juga Alexa kini sudah siap mendengarkan penjelasan dokter.


__ADS_2