Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 44


__ADS_3

Hari berlalu terasa begitu cepat, secepat saat membuka sebuah lembaran baru. Tampak Harvey saat ini tengah berada di kantor, lebih tepatnya diruangannya.


Terlihat begitu fokus pada berkas dihadapannya, namun nyatanya hati sedang bergejolak begitupun dengan kepalanya yang berdenyut hebat. Bagaimana tidak, dua hari telah berlalu namun hubungannya dan Allen semakin kacau.


Bahkan selama dua hari juga, Harvey tak dapat menyentuh sang istri, lantaran Allen mulai menyibukkan diri kembali di dunia per-filman.


" Akkhhh."


Harvey menghela nafas kasar sembari meremas kasar rambutnya.


" kenapa seperti ini? baru juga Aku merasakan nikmatnya bercinta. Huff, lebur semua." gerutu Harvey dengan bersandar pada kursi kebesarannya.


Selang beberapa menit, seketika sebuah ide tiba-tiba saja terlintas dibenaknya. Tak ingin membuang banyak waktu, Harvey segera menyambar ponselnya yang sejak tadi stand by di atas meja kerjanya.


Dengan hati yang begitu gugup, Ia menghubungi istrinya yang sejak pagi buta sudah meninggalkan apartemen dengan alasan syuting film baru.


Tepat pada deringan kedua, akhirnya panggilan terhubung. " Allen, kau... sedang apa?" tanya Harvey pada istrinya. Layaknya pengantin baru, Ia berbicara pada Allen dengan gugup.


" tidak ada. Aku sedang di apartemen sekarang, baru pulang." jawab Allen dengan nada datar.

__ADS_1


" Really, baiklah. Istirahatlah." ucap Harvey lagi dengan raut wajah bahagia. "ini kesempatan untuk memperbaiki semuanya sebelum hancur total." Harvey bergumam dalam hati dan segera memutus panggilan secara sepihak.


Sedangkan disatu sisi, Allen kini melempar asal ponsel mahalnya. Mendengus kesal, Allen sungguh tidak suka perubahan sikap suaminya belakangan ini.


" liat saja, jika kau berubah karena tante Rose, Aku akan membawa Haven pergi keluar negeri."


Berucap dengan sungguh-sungguh, Allen sudah memantapkan hatinya untuk membawa kelak sibuah hati ke suatu negara.


****


Harvey kini berada didalam mobil sportnya yang sedang melaju dengan kecepatan penuh. Senyum simpul menghiasi wajah tampan keturunan Murray itu. Ia sudah tak sabar, menantikan reaksi sang istri jika melihat kejutan yang sudah Ia siapkan.


Bersiul-siul sepanjang perjalanan, sembari fokus pada kemudinya. Sekitar dua puluh menit melajukan mobilnya, Harvey sudah tiba dibasement apartemennya. Dengan segera Ia keluar dari mobil setelah memarkirkan mobilnya dengan benar.


Sedangkan disisi lain, tampak Allen yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya didalam bathroom. Ia kini berdiri didepan meja riasnya, menatap pantulan dirinya didalam sana.


Mengelus lembut perut buncitnya, Ia tersenyum kala terbayang bagaimana bahagianya saat si buah hati sudah hadir diantara dirinya dan sang suami.


__ADS_1



Bersambung....


____________________


Yuhui...😘😘😘


Mommy mau kasih info nih, akan hadir novel cerita anak dari Harvey dan Allen, ya. Tapi UP-nya gak disini, tapi dilapak sebelah (aplikasi hijau ) Pada kepo ya, sama ceritanya nanti? Yuk pantengin terus !!!🥰🥰🥰



Sinopsisnya :


Apa jadinya jika memiliki anak laki-laki yang begitu rewel, mengatur hidupnya sendiri ?


Itulah yang terjadi pada Allen Dawnson, istri dari Harvey Murray dan Ibu muda dari Haven Murray.


Keinginan Allen pada sang putra sulungnya, yaitu menjadi artis terkenal seperti dirinya, sedangkan sang suami menginginkan putra sulungnya menjadi penerus takhta perusahaan, namun siapa sangka, ternyata sang anak justru menginginkan hal lain. Yakni menjadi biro jodoh ilegal.

__ADS_1


Hampir semua orang disekitar Haven, Ia jodohkan. Namun, setiap yang di jodohkan malah berakhir buruk sehingga hampir setiap hari akan ada keributan didepan Mansion Murray.


Penasaran sama kisahnya ? Yuk pantengin terus ceritanya !!!


__ADS_2