
Lokasi Konferensi Pers Dadakan Allen Dawnson.
Sebuah aula gedung yang sangat besar, terlihat sudah diramaikan oleh banyak media massa, reporter dan wartawan. Semuanya tengah bersiap-siap— menyiapkan laptop dan kamera sembari menunggu kedatangan sang bintang Allen Dawnson.
"Hei, bukankah ini aneh. Allen mengadakan konferensi pers hanya tiga puluh menit. Dia seperti mencekik kita dengan tenggat waktunya." ujar salah seorang wartawan pria.
" Mungkin dia sakit atau ada kesibukan lain." sahut salah satunya lagi.
Selang beberapa saat, yang mereka tunggu akhirnya datang dengan dikawal beberapa pengawal yang berbadan kekar. Dengan memakai gaun putih bodycon— Mama Allen terlihat sangat cantik terlebih lagi saat dia mengenakan hils tujuh senti sehingga terlihat lebih elegant.
Suasana dalam aula gedung seketika menjadi riuh. Semuanya mengarahkan kamera pada sosok bintang ternama itu. Setiap langkah Mama Allen, semua kamera terus menyorot dirinya hingga naik ke atas panggung.
__ADS_1
" Selamat siang semua dan terima kasih karena sudah menghadiri konferensi pers dadakan saya. Mungkin saya tidak bisa berlama-lama karena ada kesibukan lain, jadi konferensi persnya dimulai sekarang." ujar Mama Allen dengan senyuman manis yang senantiasa menghiasi wajahnya sejak masuk kedalam aula gedung.
" Bisa jelaskan tentang rumor perselingkuhan anda beberapa hari lalu? Katanya anda membantah rumor itu, tapi dari foto dan video yang sempat tersebar, itu sepertinya bukan rekayasa. Lalu, apakah benar pria muda itu adalah karyawan suami anda sendiri?"
Wartawan wanita mengajukan beberapa tanya sekaligus, karena tidak mempunyai kelonggaran dalam menggunakan waktu saat ini.
" Rumor itu tidak benar, tapi video dan foto yang sempat ada.. itu memang benar. Tapi bukan berarti saya benar berselingkuh. Saya dan pria itu cukup dekat sebagai keluarga dan saat itu saya hanya mempraktekkan adegan dinaskah." jelas Mama Allen.
" Nona Allen, kami mendengar dari beberapa sumber. Katanya Tuan Harvey sudah mengosongkan kursi presdir diperusahaannya. Kenapa beliau melakukannya, padahal Tuan Harvey belum punya keturunan. Atau apakah benar Tuan Harvey memiliki anak rahasia bersama wanita lain?"
Mama Allen tersenyum mendengar pertanyaan salah satu wartawan pria. "Suami saya, Harvey Murray. Sepanjang saya mengenalnya, beliau adalah laki-laki yang baik. Dia selalu bersikap lembut dan bijaksana. Dia sangat menghargai hubungan kami, menjunjung tinggi kesetiaan agar rumah tangga kami selalu harmonis. Saya percaya, suami saya melakukan itu karena sebuah alasan yang bukan berarti alasannya karena dia memiliki anak rahasia." terang Mama Allen dengan senyumnya.
__ADS_1
" Kami ingin tau, dimana anak yang pernah anda lahirkan. Bukankah saat usia anda enam belas tahun, beberapa media mengatakan bahwa anda dikaruniai bayi kecil? Terlihat juga saat itu anda sedang mengandung. Sampai sekarang kami ingin tau dimana anak itu?" tanya salah satu wartawan lagi.
" Masih ada yang ingin kalian tanyakan? Sepertinya waktunya kurang dari sepuluh menit lagi."
Alih-alih menjawab pertanyaan wartawan itu, Mama Allen langsung mengabaikan dengan mengumumkan waktu yang tersisa.
" Nona Allen, kami juga mendengar beberapa suara. Katanya anda berselingkuh dengan direktur keuangan diperusahaan Tuan Harvey karena ingin membalas dendam pada Tuan Harvey yang juga berselingkuh."
" Mengenai berita perselingkuhan saya, itu tidak benar. Saya tidak tau siapa yang mengambil video itu, tapi saya akan menindak lanjuti kasus ini ke pengadilan." jelas Mama Allen yang masih tersenyum.
" Nona Allen, apakah benar bahwa anda tidak ingin punya anak karena lelaki muda yang terakhir kali anda pacari?"
__ADS_1
" Saya akan memperjelas lagi, berita perselingkuhan itu tidak benar." bantah Mama Allen dengan tegas. Raut wajahnya pun mulai berubah— tak sehangat sebelumnya.