
" aku membuatkanmu sarapan." ucap Allen tenang sembari tersenyum manis pada suaminya. Ia pun segera berlalu keluar dari apartemen.
Harvey yang melihat tingkah aneh Allen hanya menggaruh kepalanya dan segera menuju meja makan.
Sedangkan Allen, sembari melangkah keluar Ia memulai menghitung mundur dalam hatinya.
5 4 3 2 1.
Hitungan selesai dan Allen tepat berada diluar apartemen.
" Alleeennn."
Harvey berteriak dengan keras, hatinya kini memanas saat melihat hasil karya istrinya dipagi hari. Sungguh sesuatu yang tak terduga dibenak Harvey. Bagaimana tidak, bantal kesayangannya yang bergambar wajah cantik Rose kini sudah tertutup dengan telur ceplok yang dikreasi dengan saos untuk bagian mata dan alis serta bibir dan tambahan beberapa helai mie instan siap saji di bagian rambut merah maroon Rose.
Bantal itu kini terlihat seperti karya yang dibuat sedemikian rupa untuk menyerupai gambar kartun.
Melangkah dengan cepat, Ia mencari Allen namun tak ditemukan hingga membuatnya menghela nafas berat.
" kau, tunggu pembalasanku Allen." gumam Harvey dengan emosi yang mencuat hingga kini kepalanya terasa ingin meledak.
****
Lamborghini veneno dengan warna grey metallic, kini tampak membelah jalanan Ibukota yang belum padat karena masih pukul setengah tujuh pagi.
Allen yang duduk disamping kemudi tampak berselancar dengan ponsel mahalnya.
" Nona, kenapa kita berangkat cepat sekali." tanya Valery sembari fokus pada kemudinya.
" aku hanya tidak ingin menyaksikan ledakan dipagi hari." jawab Allen santai tanpa mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
Valery yang mendengar jawaban Nona nya kini mengernyit bingung sebab, Ia sama sekali tidak tau menahu tentang ulah Allen.
" nona, kau bertengkar.?" tanya Valery hati-hati.
" tidak"
" lalu ada apa Nona?"
" aku hanya memberinya kejutan yang tidak akan pernah dilupakan."
" hah, maksud Nona apa?"
" kau tidak perlu tau." ucap Allen ketus karena managernya terus bertanya hingga membuat moodnya jadi rusak.
****
School Star.
Berjalan dengan anggun menuju kelasnya, tentu saja seperti biasa Allen akan di sorot oleh pandangan semua temannya.
" rupanya kau datang."
Suara maskulin tiba-tiba saja terdengar dekat sekali, bahkan orang itu merangkul Allen.
Menghentikan langkahnya, Allen menatap tajam pada pria itu yang ternyata adalah Raja.
" lepaskan tanganmu." ucap Allen dingin.
" kenapa? kau sudah menjadi kekasihku dan kau tidak bisa menolak." jawab Raja tersenyum manis pada Allen.
__ADS_1
Allen mengernyitkan keningnya karena perkataan Raja seperti mengandung sebuah makna khusus.
" berpacaran atau mereka tau status mu." bisik Raja tepat ditelinga Allen hingga membuat gadis muda nan cantik itu terbelalak.
" kau..,"
Dengan suara tertahan menahan kesal, Allen segera meninggalkan Raja dan masuk ke kelasnya. Ia tak heran jika Raja dengan mudah mengetahui rahasianya, mengingat bahwa Raja bukanlah orang biasa. Namun, yang membuat Allen kesal karena Raja sudah lancang mencari tau tentang dirinya.
****
Perusahaan Anytime Fitness.
Terlambat dua puluh menit tiba di kantor, karena Harvey sebelumnya membawa bantal kesayangannya ke sebuah laundry. Ia berjalan gontai dan segera menaiki lift.
Ting.
Lift terbuka dan bersamaan, tampak pria gagah berdiri dengan gaya cool, Ia adalah Harley si presdir perusahaan.
" tumben kau lambat." celetuk Harley yang melihat kakanya dipagi hari sudah berwajah masam.
Harvey tak menghiraukan adiknya dan segera berlalu menuju ruangannya.
▪︎
▪︎
Bersambung....
Jangan lupa dukung dan suport serta like and vote yah🥰😘😘😘
__ADS_1
Follow IG @ningsih_official07