Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 74~ SEASON 2


__ADS_3

" Ih, kau itu perhitungan sekali." gerutu Alexa cemberut.


" Kenapa kau ingin berbelanja, Sayang?" sahut Mama Allen menengahi.


" Bang Edwar ulang tahun senin depan. Dan dia mengundangku." jawab Alexa tanpa mengalihkan pandangannya dari makanan yang tengah disantap.


Mendengar ucapan putrinya, Mama Allen hanya menggeleng. Sejujurnya dirinya masih bingung mengapa anaknya yang sangat cantik itu tergila-gila pada sosok pria yang hanya berprofesi sebagai pedagang dipinggiran jalan.


" Ternyata tukang sate juga berulang tahun." celetuk Halbert tersenyum simpul. Alexa yang mendengar perkataan pria tampan itu sontak merasa tersinggung. Ia pun mengangkat pandangannya— mendelik tajam pada Halbert yang duduk diseberang meja.


" Eh kutu kupret, penjual sate itu juga manusia. Tentu saja dia berulang tahun, memangnya dia dirimu, yang tidak pernah ulang tahun." omel Alexa dengan ketus, memolototi Halbert.


Papa Harvey yang mendengarkan umpatan putri bungsunya— saat ini tengah berjuang menahan tawa. Ingin rasanya dirinya tergelak setiap kali mendengar kata kutu kupret yang diucapkan Alexa sebagai julukan khusus untuk Halbert— putra sulungnya.


" Alexa, kenapa mengatai kakakmu seperti itu." reflek Mama Allen kelepasan tanpa sadar— membuat semua anggota keluarga dimeja makan menatap kearah wanita paruh baya itu.


" Kakak?" Alexa menatap lekat wajah Mamanya.


" Ah, maksud Mama.. "

__ADS_1


" Stop, Ma."


" Aku tidak ingin kakak seperti kutu kupret ini. Pokoknya kalau Mama paksa Alexa panggil dia kakak, Alexa akan pindah ke mansion." potong Alexa dengan cepat.


" Sudah, sudah. Kalian ini kenapa berdebat dimeja makan." Papa Harvey yang tak kuasa lagi mengunci mulut akhirnya bersuara. Sebenarnya Papa Harvey hanya tidak ingin jika Alexa mengulangi julukan Halbert lagi.


" Aku akan berangkat." seru Halbert kemudian, tak ingin berlama-lama dimeja makan karena meladeni Alexa adu mulut tentu hanya akan membuang waktunya saja. Dia pun meneguk habis air minumnya dan beranjak dari kursi— setelahnya Ia berlalu meninggalkan ruang makan.


Tak lama Ainsley juga berdiri dari duduknya setelah menyelesaikan sarapan paginya.


" Kak Sley, ayolah temani aku diakhir pekan nanti." bujuk Alexa sebelum Ainsley meninggalkan meja makan.


" Baiklah, bersiap-siaplah setelah sarapan. Pergi pagi lebih baik daripada siang." ujar Ainsley setelahnya.


" Yes." Alexa mengepalkan tangan dan menaikkannya keatas, tanda dirinya bersorak bahagia.


Masih dengan wajah datarnya, Ainsley hanya menggeleng melihat tingkah adiknya. Ia pun segera berlalu tanpa berbicara sepatah kata lagi.


" Sepertinya anakmu mulai sadar." bisik Papa Harvey pada istrinya yang hanya ditanggapi dengan senyuman.

__ADS_1




Mall Pusat.


Setelah melalui perjalanan yang cukup lama karena terjebak macet, kini dua saudari kembar itu sudah berada didalam mall. Ainsley dan Alexa kini berjalan melewati beberapa outlet, melihat-lihat berbagai pajangan yang tampil sepanjang langkahnya.


" Kau ingin membeli gaun seperti apa?" tanya Ainsley dengan wajah datarnya.


" Kenapa tanya aku kak." balas Alexa santai dengan pandangan yang terarah pada outlet bernuansa cream disana.


Jawaban Alexa sontak membuat langkah kaki Ainsley terhenti dan menatap nanar pada Alexa.


" Kau ingin berbelanja atau hanya bermain-main?" wajah Ainsley terlihat memerah seketika— seolah menahan kekesalan, membuat Alexa menelan salivanya.


" Berbelanja, kak. Tapi aku kan tidak pintar memilih gaun jadi kakak saja yang pilihkan aku." seloroh Alexa, memasang tampang manisnya.


Ainsley menghela nafas dan segera berlalu kedalam salah satu outlet yang menjual gaun terbaik.

__ADS_1


Tiba didalam sana, Ainsley segera memilih gaun tanpa berbasa-basi. Ia juga tak menghiraukan pegawai wanita yang tadi menyambutnya. Sementara Alexa masih berada didepan outlet itu. Dirinya saat ini tengah terjebat adu mulut dengan pria gagah nan muda yang mengenakan setelan modis serta kacamata hitam yang bertengger dihidung mancungnya.


__ADS_2