
" Sayang, selamat ulang tahun. Jadilah istri dan ibu yang terbaik. Aku tidak menuntut banyak hal, tapi kedepannya.. luangkan lebih banyak waktumu untuk kami." tutur Papa Harvey memberi ucapan pada istrinya yang sudah meniup lilin.
" Iya, Mama." balas Ainsley dan Alexa secara bersamaan.
" Tentu, Mama akan banyak menghabiskan waktu dengan kalian semua." ucap Mama Allen dengan yakin karena sebenarnya dia sudah memantapkan hati untuk meninggalkan dunia hiburan dan sebelum itu dirinya akan mengumumkan pada publik bahwa Halbert, Haven, Ainsley, dan Alexa adalah putra dan putrinya. Namun dia harus menunggu waktu yang tepat sampai pelaku penculikan Halbert sudah divonis dipengadilan karena Mama Allen sungguh tidak ingin peristiwa dua puluh tahun lalu kembali terulang.
Mama Allen kemudian mendekat dan langsung memeluk kedua putrinya dengan penuh kasih. Tak lama Papa Harvey menyusul, ikut memeluk wanitanya dan kedua gadis-gadisnya.
•
•
Lima Bulan Kemudian.
Menjalani hari-hari seperti biasa— dimana Papa Harvey sibuk dengan pekerjaannya, Mama Allen sibuk dengan dunianya, dan Ainsley juga Alexa sibuk dengan aktivitas masing-masing.
__ADS_1
Kehidupan keluarga kecil Harvey kini jauh lebih baik, sebab hubungan Ainsley dan Alexa kepada Mama Allen lebih hangat lagi. Dan juga nama baik Mama Allen yang sempat bergeser karena rumor perselingkuhan itu, tak hanya mereda melainkan langsung hilang. Hingga kini nama baik artis bintang papan atas itu kembali melejit— sama seperti dulu.
Dan sekarang tampak Mama Allen yang tengah berada didalam mobil bersama asistennya— Gery yang mengambil alih kemudi sementara Mama Allen beristirahat sejenak dikursi belakang.
" Kak Allen, kita sudah hampir sampai." seru Gery saat laju mobil sudah mendekati lokasi syuting.
" Hum." Mama Allen yang setengah tidur hanya menjawab singkat tanpa membuka kelopak matanya.
" Kak, kau ingat saat aku memberi naskah baru lima bulan lalu?" tanya Gery sembari fokus pada kemudinya. Ia juga sesekali melirik pada Mama Allen yang tengah memejamkan mata dikursi penumpang.
" Saat itu aku mengatakan bahwa pemeran pendukungnya punya masalah pribadikan, nah kakak tau tidak ternyata dia itu mengonsumsi narkoba jauh sebelum ikut dalam drama yang sekarang Kak Allen mainkan." tutur Gery membuat Mama Allen seketika membuka kelopak mata.
" Benarkah? Dari mana kau tau?" tanya Mama Allen pada asistennya.
" Sekarang dia sedang viral kak. Dia dipermalukan diruang sidang oleh jaksa muda." celetuk Gery antusias— teringat pada kejadian pagi tadi saat Ia dan temannya menonton siaran langsung dimedia.
__ADS_1
" Jaksa muda?" Mama Allen mengernyit, disusul anggukan kepala oleh Gery.
" Dia berbohong, tapi jaksa penuntutnya sangat luar biasa. Kebohongannya terbongkar walau sudab ditutupi dengan rapar. Bahkan dia sudah dijatuhi hukuman berat oleh hakim. Jaksa yang menangani kasusnya, punya julukan. Namanya jaksa muda gila." ucap Gery lagi.
" Jaksa gila? Kenapa begitu." Mama Allen mulai larut dalam cerita yang diciptakan asistennya.
" Karena dia tidak kenal ampun. Media semua mengakuinya sebagai jaksa hebat yang sangat gila. Sudah gagah, berwibawa, maskulin, dan selalu menegakkan keadilan juga."
Mama Allen tercenung. Semua yang dikatakan Gery seolah menggambarkan sosok Haven— putranya sendiri. Seketika Mama Allen teringat pada putra keduanya itu yang selama lima bulan ini tak bertemu padahal terakhir kali Haven sudah dikabarkan lulus namun belum mengonfirmasi bahwa pria muda itu diluar negeri atau didalam negeri sendiri.
" Apa aku bisa melihat jaksa itu?" tanya Mama Allen.
" Tidak, Kak. Pak jaksa nya tidak mau wajahnya dipublikasikan. Semua foto dan video yang bereda diblur, karena takut dituntut." terang Gery.
Mendengar ucapan asistennya, Mama Allen tak bersuara lagi. Dia lalu memilih memainkan ponselnya — ingin melihat langsung jaksa muda yang diceritakan Gery.
__ADS_1