Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 105~ SEASON 2


__ADS_3

Mata membulat sempurna, Mama Allen terbelalak mendengarkan penuturan Dawin karena Mama Allen memang tak tau menahu soal Fresya. Berbeda dengan sang suami karena Papa Harvey justru tak menampilkan reaksi apapun.


" Benarkah?" Mama Allen memastikan.


" Iya." Dawin mengangguk dengan senyum tipisnya.


" Sebenarnya.. Fresya hamil."


Deg.


Kembali Mama Allen dibuat terkejut oleh pernyataan Dawin. Begitu juga dengan Papa Harvey yang memang belum tau perihal kehamilan Fresya.


" Berarti dia meninggal dalam keadaan mengandung bayimu?" tanya Papa Harvey.


" Tidak. Dia bukan mengandung bayiku, tapi bayi selingkuhannya. Aku tidak pernah tidur dengan dia, tapi saat aku diluar negeri.. Dasyah menelfonku dan mengatakan bahwa Fresya hamil."


Dawin tanpa sadar menceritakan kehidupan rumah tangganya. Begitulah Dawin, pria itu tak pernah menganggap Allen sebagai orang lain karena jauh didalam lubuk hatinya ia sudah menganggap Allen sebagai wanita istimewa meski begitu rasa cinta tentu sudah sirna.


" Aish, sial. ****** itu meninggal sebelum aku yang membunuhnya."


Seuntaian kalimat yang pernah dilontarkan Dasyah saat dikantor polisi— Mama Allen kembali teringat pada ucapan Dasyah waktu itu.

__ADS_1


" Berarti pelakunya adalah kekasih Fresya?" tutur Mama Allen.


Papa Harvey dan Dawin yang menyimak sontak menoleh pada Mama Allen. Kesimpulan tak terduga dari wanita cantik itu membuat kedua pria paruh baya itu termangu.


" Kenapa kau begitu yakin?" tanya Dawin.


" Itu... itu..." Mama Allen kebingungan. Dia tak tau harus mengatakan apa karena tidak mungkin baginya untuk mengatakan bahwa Dasyah lah salah satu orang yang berniat membunuh Fresya.


" Iya, Allen benar. Pelaku pembunuhan Fresya adalah kekasihnya sendiri." sahut Papa Harvey.


" Pria itu sekarang disekap diapartemen putraku. Saat sidang putusan, aku akan membawa pelakunya menghadap hakim." ujar Papa Harvey lagi seraya menatap pada Dawin.


" Baiklah. Itu bagus.. aku juga akan hadir sebagai saksi." ucap Dawin yang menampilkan senyumannya.


" Ah, bagaimana kabar Ibumu?" Mama Allen tiba-tiba menyimpang dari topik pembicaraan. Wajahnya berubah sendu menatap pada Dawin. Rasa bersalahnya dimasa lalu tetap tak akan pernah hilang karena bagaimanapun juga yang dilakukannya waktu itu kepada Ibu Dawin sangatlah buruk.


" Dia sangat baik. Semenjak pensiun dari dunia kedokteran, dia menghabiskan waktunya dengan merajut kain." jawab Dawin dengan senyum tertahan.


" Baiklah, kurasa aku harus pulang. Aku ada janji dengan seseorang." tambah Dawin setelah terdiam sesaat.


*****

__ADS_1


Selang beberapa saat, Dawin kini pergi meninggalkan kediaman Murray dengan sebelumnya Papa Harvey dan Mama Allen mengantar pria itu hingga diujung pintu utama.


Kini hanya tinggal sepasang suami-istri itu yang saling menatap dengan tatapan penuh arti.


" Allen Dawnson." Papa Harvey menyebut lengkap nama istrinya seraya melipat tangan didepan dada. Ia menatap intens raut wajah wanitanya hingga tak lama Mama Allen jadi salah tingkah.


" Apa kau masih menyukai Dawin?" Papa Harvey mendelik tajam pada istrinya.


" Aish, itu omong kosong. Mana mungkin aku menyukainya." Mama Allen membantah dengan tegas.


Hahaha.


" Aku bercanda, Sayang." ledek Papa Harvey dengan tawa dibibirnya. Ia lalu menarik gemas kedua pipi istrinya dan segera berlalu.


Namun beberapa langkah menjauh, Papa Harvey merasa aneh saat tiba-tiba merasa suasana menjadi hening. Mematung ditempat, pria paruh baya itu menoleh kebelakang dan masih mendapati istrinya ditempat yang sama.


Namun ada yang berbeda, karena wajah wanitanya itu mendadak pucat serta terlihat beberapa kali mengerjapkan mata seolah merasa pusing.


Bukk.


Seketika tubuh Mama Allen ambruk begitu saja dilantai. Papa Harvey diserang panik, ia lalu dengan sigap segera menghampiri istrinya yang sudah tak sadarkan diri.

__ADS_1


" Sayang, bangunlah." Papa Harvey menepuk pelan pipi wanitanya, namun tak mendapati respon. Dirinya lalu segera menggendong sang istri dan membawanya ke kamar.


__ADS_2