Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab.27


__ADS_3

" Len, aku antar pulang yah." ucap Dawin berlari kecil mensejajarkan langkahnya dengan Allen karena mereka sudah selesai syuting.


Allen pun hanya mengangguk dengan senyum manis di wajah cantiknya.


" Len, kamu belum memberiku jawaban atas perasaanku kemarin." ujar Dawin saat Ia dan dirinya sudah berada dalam mobil yang sedang melaju.


" maaf Win, tapi aku tidak bisa." jawab Allen dengan hati-hati agar tidak menyinggung perasaan pria tampan disampingnya.


Dawin yang mendengar jawaban simpel dari Allen hanya tersenyum kecut sembari menatap sekilas pada gadis muda cantik disampingnya.


" it's ok. Boleh aku tau alasannya?" tanya Dawin menetralkan perasaan kecewanya setelah di tolak.


Allen terdiam beberapa saat lalu mengambil ponselnya. Ia mengirimkan pesan pada managernya, setelah itu Ia kembali menyimpan ponsel kedalam tas mininya.


" kau akan tau jawabannya nanti." ucap Allen singkat dan padat.


Dawin yang tidak mengerti maksud dari Allen mengernyit bingung, namun karena merasa kecewa Ia pun memilih diam tak bertanya lagi hingga tanpa terasa mereka sudah tiba di apartemen Veluey.

__ADS_1


" terima kasih sudah mengantarku." ujar Allen dan segera keluar dari mobil mewah Dawin.


Tanpa basa-basi lagi, Dawin pun hanya mengangguk dan segera melajukan mobilnya meninggalkan apartemen Allen.


Melihat mobil Dawin yang semakin menjauh, Allen pun segera masuk kedalam gedung apartemen, menuju lift yang akan mengantar dirinya tiba di unit miliknya sendiri.


****


Allen kini berada didalam apartemen miliknya. Ia tidak lagi ingin masuk ke apartemen Harvey karena didalam sana tidak ada siapapun.


Gadis muda nan cantik itu merebahkan diri pada sofa sembari memejamkan kedua mata. Ia merasa tak ada yang menarik dalam hidupnya meski bermandian uang namun, tidak memiliki keluarga. Ia hanya punya Valery dan managernya itupun terkadang tidak pulang karena sangat sibuk mengurus semua kesibukan yang harusnya milik dirinya.


Dengan sigap, Ia meraih remot tv dan menyalakan benda dengan layar berukuran 110 inci itu. Layar tv menyala dan seketika itu juga semua siaran meliput berita sama yaitu tentang artis top muda yang telah menikah bersama putra dari pemilik perusahaan ternama dan terbesar.


Ya, Allen sudah memikirkan dengan matang. Itulah mengapa Ia menyuruh Valery untuk mempublik statusnya karena gadis muda itu tidak ingin jika nanti media tau dari seseorang yang ternyata berusaha untuk menjatuhkan dirinya.


Drt... Drt... Drt.

__ADS_1


Hanya tiga puluh menit setelah berita itu tersebar, ponsel mahal Allen sudah berdering. Dilihatnya nama si pemanggil, dengan segera Ia menjawab panggilan itu.


" Allen, kenapa kau membuat berita itu." tanya seorang pria diseberang telfon. Ia adalah Harvey yang saat ini sudah berada di Amerika.


" kenapa?" jawab Allen santai.


" maafkan aku, tapi ini demi menjaga reputasiku. Lebih baik media tau dari diriku sendiri sebelum orang lain yang memberitahunya karena ingin menjatuhkan karirku." timpal Allen lagi dan segera mematikan ponselnya.


...****************...


Hari- hari terlewati hingga tak terasa perpisahan Allen dan Harvey sudah satu bulan lebih. Harvey sama sekali belum kembali dari Amerika karena disana Ia sudah memiliki tanggung jawab sendiri.


Allen menjalani hari-harinya seperti biasa dengan menghabiskan waktu untuk syuting lalu pulang beristirahat dan syuting lagi lalu istirahat lagi.


Pola hidup Allen hanya seputar itu saja dan hal itulah yang membuat Allen bosan hingga saat ini pun dirinya yang baru pulang syuting harus menemui presdir perusahaan Anytime Fitness yaitu iparnya sendiri.


▪︎

__ADS_1


▪︎


Bersambung....


__ADS_2