
" ahhkkk."
Harvey bersendawa saat selesai mengisi perutnya dengan sebungkus mie dan tiga butir telur. Ia kini beranjak dan segera kembali kekamarnya untuk tidur namun, saat melewati ruang tamu, Ia melihat Allen yang masih seperti posisi semula.
Perlahan mendekati dan menatap wajah cantik natural itu dan seketika menyeringai saat ide konyol terlintas dikepalanya.
Melirik jam dinding masih pukul dua belas malam dan beralih pada istrinya lagi. Mengambil ancang-ancang untuk melancarkan aksinya.
" Allen, sudah jam tiga. Kau ingin syutingkan dengan Dawin."
Ucap Harvey dengan wajah serius. Ia membangungkan Allen dengan cara menendang hingga sontak saja Allen terbangun saat mendengar sekilas nama pujaan hatinya disebut.
" wah, kenapa jam tiga pas, itu waktu syuting." ucap Allen dengan panik. Ia segera beranjak meninggalkan Harvey yang belum selesai berbicara.
" yah, baru juga mau bilang cuman bercanda, sudah pergi saja." gerutu Harvey menggelengkan kepalanya.
Sepersekian detik, Allen sudah keluar dari kamarnya dengan tampilan yang masih sama hanya saja kali ini, Ia membawa semua alat riasnya dan segera berlari keluar apartemen.
" hei, Allen." teriak Harvey namun tak diperdulikan.
" ck.. ck..ck.. dasar, memangnya Dawin itu siapa? sepertinya dia sangat tergila-gila." ucap Harvey dengan suara pelan yang nyaris tak didengar.
__ADS_1
****
Hanya setengah jam berlalu, bunyi bel sudah berbunyi berulang kali. Harvey sudah menebak siapa yang datang dan dengan segera Ia membuka pintu dan hendak kembali ke kamarnya.
Bukk.
Allen tiba-tiba melayangkan sendalnya dan tepat mengenai kepala bagian belakang Harvey hingga membuat pria tampan itu meringis kesakitan.
" kau itu, kenapa langsung melemparkan aku sendal." gerutu Harvey kesal.
Allen bukannya meminta maaf, Ia justru menatap tajam pada suaminya sembari berkacak pinggang. Nafasnya sudah memburu dan terlihat dari dadanya yang naik turun.
" buka pintunya." teriak Allen dengan hati yang bergemuruh menahan kesal. Menggedor pintu dengan keras namun tak mendapat jawaban dari empunya kamar.
" oh, kau memulai perang yah." gumam Allen yang kini hatinya masih membara. Ia pun segera kembali ke kamarnya untuk bersiap membalas perlakuan suami yang sudah sangat membuatnya kesal setengah mati.
****
Waktu bergulir dengan cepat hingga malam sudah berganti pagi. Harvey kini bangun dari tidurnya saat alarm disampingnya berteriak keras.
Beranjak dari kasur menuju bathroom lalu membersihkan tubuhnya. Selesai mandi, Ia kemudian menuju walk in closet untuk mencari pakaian kerja.
__ADS_1
" sempurna." ucapnya menatap pantulan diri didalam cermin. Ia mengagumi ketampanan sendiri yang sudah dibalut dengan kemeja dan jas serta dasi yang sempurna melekat pada tubuh kekarnya.
Keluar dari kamar, Harvey sudah mendapati istri kecilnya bersantai disofa ruang tamu. Melihat istrinya yang tenang sembari berselancar diponsel, membuat Harvey berfikir mungkin istrinya tidak marah lagi.
" kau tidak kesekolah atau syuting." tanya Harvey dengan wajah datar.
" aku baru pulang syuting setengah jam yang lalu, dan akan segera kesekolah." ucap Allen menyimpan ponsel ditas ranselnya. Ia menatap manis pada lawan bicaranya.
kenapa dia bersikap manis seperti ini.
Harvey mulai merasa tidak enak pada sikap manis nan sopan istrinya pagi ini. Aneh? tentu saja karena selama ini jika mengajak Allen berbicara maka istri kecilnya itu tidak pernah menatapnya.
▪︎
▪︎
Bersambung....
Jangan lupa dukung dan suport serta like and vote yah🥰😘😘😘
Follow IG @ningsih_official07
__ADS_1