
Beranda media sosial, semua kini dipenuhi oleh foto dan video jaksa tampan itu. Bahkan Mama Allen yang hendak mengetik dipencarian, kini sedikit terkejut saat dikolom pencarian teratas menunjukkan topik yang sedang trending.
" Jaksa muda gila."
Kalimat itu tampil disemua kolom pencarian, sehingga memudahkan Mama Allen untuk menelusurinya. Namun tak ada yang didapatkan karena semua gambar dan video diblur hingga hanya menampilan bagian tubuh saja.
penelusuran Mama Allen terhenti saat tak terasa dia sudah tiba dilokasi syuting. Keluar dari aplikasi, Mama Allen langsung mematikan ponselnya dan keluar dari mobil dengan didampingi Gery.
" Kak, aku akan mengurus sesuatu dengan sutradara." ujar Gery segera berlalu meninggalkan Mama Allen.
Sementara Mama Allen hanya mengangguk dan segera duduk di kursi yang telah disediakan oleh para kru syuting.
Sembari menunggu persiapan para kru, Mama Allen juga membaca dan mempelajari naskah yang akan diperankannya nanti. Namun ditengah kesendiriannya, tiba-tiba Fresya langsung datang dan duduk disisinya.
" Aku melihat putrimu dikampusnya." seru Fresya yang seperti biasa akan memulai memancing emosi Mama Allen.
__ADS_1
Namun Mama Allen hanya mengabaikan dengan pandangan terarah pada naskahnya.
" Wah, hubungan kalian semakin hangat ya." celetuk Dasyah yang datang tiba-tiba. Wanita dewasa itu terlihat cantik dengan setelan kantor yang modis.
Sontak Mama Allen mengangkat pandangannya dan melempar tatap pada wanita cantik didepannya.
" Kenapa kau selalu disini?" Mama Allen mendelik tajam pada Dasyah. Kekesalan mulai menghampirinya saat kedua orang yang tak disenanginya kini berkumpul disisinya.
" Kau pura-pura tidak tau atau memang tidak tau?" Dasyah menyeringai membuat Mama Allen mengernyit bingung.
" Oh." Mama Allen hanya berohoria dengan santai dan kembali melanjutkan kegiatannya.
" Kak Allen, ini sudah terlambat tapi aku ingin mengucapkannya. Selamat ulang tahun." seru Dasyah.
" Humm" Mama Allen hanya menanggapi dengan santai.
__ADS_1
" Aku akan memberikan hadiah, hadiah yang tidak ternilai. Menguntungkanmu dan menguntungkanku juga. Baiklah, aku akan pergi." tambah Dasyah dan segera berlalu dengan senyum penuh arti.
Tak lama Fresya juga pergi karena moodnya untuk membuat hati Mama Allen berantakan, kini sudah hilang. Setelah kepergian dua wanita itu, Mama Allen pun bernafas lega karena kini bisa kembali membaca naskah dengan tenang.
*****
Waktu berlalu cepat dan hari kini sudah malam. Sepanjang hari menghabiskan waktu dengan menekuni profesinya, kini tibalah saat dimana Mama Allen akan beristirahat. Beberapa bulan belakangan ini, Mama Allen sangat mudah lelah hingga dia meminta Gery untuk terus mengantar-jemputnya saat syuting.
Ditengah ketenangan yang tercipta, tiba-tiba Mama Allen tersadar akan sesuatu. Dia pun menoleh pada Gery yang terlihat sangat fokus mengemudi. Keraguan sedikit terbersit dihati, saat ingin menanyakan sesuatu namun hal itu bertentangan dengan genre.
" Gery.. " Mama Allen bersuara setelah berfikir lama.
" Iya, Kak. Ada apa?" tanya Gery.
" Aku... begini... " ucapan Mama Allen tak karuan karena saat ini perasaannya tidak enak. Sedangkan Gery, dia sudah siap mendengarkan perkataan wanita cantik yang duduk dikursi belakang itu.
__ADS_1
" Kenapa, Kak?" Gery kembali bersuara saat menyadari keterdiaman Mama Allen. Pria muda itu membagi fokus, menatap jalanan dan juga melirik pada Mama Allen lewat spion.