Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 69~ SEASON 2


__ADS_3

Satu jam berlalu, keadaan semakin runyam. Papa Harvey sudah meminta bantuan pada Daddy Ben untuk membantunya mencari Halbert namun penculikan yang sejak lama sudah direncanakan itu sangatlah luar biasa karena Daddy Ben dan Papa Harvey sudah mengerahkan banyak pesuru akan tetapi hasilnya nihil. Halbert kecil tak juga ditemukan.


Sementara Mama Allen yang baru sadar dari pingsannya, sontak histeris memanggil-manggil putra kecilnya— Halbert.


" Dimana putraku?" lirihnya berlinang air mata. Papa Harvey yang berada disamping sang istri langsung memeluk dengan erat— menenangkan wanita cantik itu yang tampak terguncang hanya dalam waktu singkat.


" Sayang tenanglah, Daddy sudah membantu kita. Pasti Halbert akan cepat ditemukan." ujar Papa Harvey mengusap lembut rambut panjang Mama Allen.


Mama Allen tak menyahut dan hanya terisak pilu. Ia tidak lagi memperdulikan Haven kecil yang bermain disampingnya, karena fikirannya kini hanya berfokus pada Halbert yang entah bagaimana kondisinya saat ini.


Hari berlalu— tak terasa kini sudah seminggu setelah penculikan Halbert. Namun hingga saat ini putra kecil keluarga konglomerat itu tak juga ditemukan. Kondisi Mama Allen semakin drop, Ia mulai kehilangan akal dan menjadi tidak waras.


Mama Allen pun terpaksa diberi perawatan dirumah sakit jiwa— karena wanita muda itu sungguh sangat tertekan. Alhasil seiring waktu berlalu, Mama Allen menjadi pasien rumah sakit jiwa saat Halbert tak juga ditemukan dalam waktu sebulan.


Dibulan kedua, dipergantian musim— Halbert akhirnya ditemukan namun dalam kondisi tak baik. Saat itu Halbert harus dirawat dirumah sakit karena kekurangan cairan sementara Mama Allen pun masih berdiam diri dalam rumah sakit jiwa. Gangguan kejiwaannya semakin memburuk, membuat Papa Harvey sangat terpukul.

__ADS_1


Sejak saat itu pun Papa Harvey menyeleksi setiap pelayan dengan ketat, agar hal yang tak diinginkan tak terjadi lagi. Dan karena media terus mengejarnya— meminta suara atas peristiwa itu, Papa Harvey pun angkat bicara bahwa istrinya beristirahat diluar negeri bersama sang putra dan akan kembali dalam waktu yang tidak ditentukan. Hingga saat itu Papa Harvey memutuskan untuk menyembunyikan anak-anaknya dari media.


Flassback Off




Keesokan harinya— Mama Allen yang kini tengah duduk didepan meja riasnya sedang termenung menatap pantulan diri sendiri. Fikirannya masih terarah pada Halbert yang mungkin kesulitan sejak kemarin karena berita perselingkuhan itu.


" Huek.. huek."


Ucapan Papa Harvey menggantung saat istrinya tiba-tiba berlari kedalam bathroom. Dirinya pun menyusul— merasa khawatir pada keadaan Mama Allen.


" Sayang, kau kenapa.?" tanyanya yang kini membantu memijat tengkuk sang istri.

__ADS_1


" Tidak tau, aku merasa tidak enak badan sejak kemarin." jawab Mama Allen dengan lemah yang kemudian kembali memuntahkan isi perutnya.


" Mungkin kau terlalu setres karena masalah ini. Istirahatlah dulu, nanti aku akan meminta Gery mengatur konferensi persmu." tutur Papa Harvey.


Mama Allen menggeleng dengan cepat. "Aku harus menemui Halbert dulu, pasti dia sekarang dikantor. Aku takut para karyawan akan menyalahkannya." terang Mama Allen sembari berjalan keluar dari bathroom dengan dibantu oleh Papa Harvey.


" Baiklah, pergi dengan pengawal." Papa Harvey mengalah.


Sedangkan Mama Allen segera menyambar tas brandednya dan meninggalkan kamar.




Perusahaan Healty Contribution.

__ADS_1


Pria tampan menawan, dengan balutan jas bermotif, membuatnya terlihat sangat maskulin apalagi ciri khas tatanan rambutnya semakin membuat dirinya terlihat berkarisma dan berwibawa— dia adalah Halbert.


__ADS_2