Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 45


__ADS_3

Lama memandangis pantulan dirinya dalam cermin, Allen seketika menoleh pada pintu kamar yang diketuk. Namun, bukannya membuka pintu, Ia malah segera masuk kedalam walk in closet.


Sedangkan diluar kamar, tampak Harvey yang tidak sabaran untuk menunjukkan hadiah untuk istrinya. Karena rasa tidak sabarannya, Ia menerobos memasuki kamarnya.


Mengedarkan pandangannya, Ia mengernyit bingung saat tak mendapati istrinya. Dilihatnya ranjang yang berbalut seprei maron, tampak beberapa lembaran kertas tergeletak begitu saja.


Mengambil satu lembar kertas yang berada diatas ranjang, Harvey membacanya dan seketika itu juga kedua matanya membulat sempurna. Disaat keterkejutan melanda, istri kecilnya yang sejak tadi Ia cari tiba-tiba saja berdiri disampingnya dengan tampilan yang rapi.


" ada apa?" tanya Allen dengan santai pada suaminya yang tengah fokus membaca isi kertas yang dipegangnya.


" berkas apa ini? darimana kau mendapatkan uang sebanyak ini dan kenapa pengirimnya dari seorang lekaki?" serentetan pertanyaan diajukan Harvey pada istrinya. Ia menatap nanar pada wajah cantik istrinya yang tampak begitu santai.


" oh, itu bisnisku." celetuk Allen dan segera berlalu menuju meja riasnya.


" bisnis? kau berbisnis dengan seorang lelaki?" tanya Harvey lagi dengan nada mengintrogasi.

__ADS_1


" kenapa nada suaramu seperti itu? kau seperti mengintrogasi Aku." ucap Allen dengan ketus, menatap tajam pada suaminya sembari berkacak pinggang.


Ia merasa tak terima karena suaminya seolah membuatnya menjadi tersangka dalam sebuah kasus kejahatan.


Melihat tatapan tajam istri kecilnya, seketika Harvey dibuat menciut.


" kenapa Aku merasa bahwa hubunganku dengan Allen renggang karena masalah sepele." gumam Harvey dalam hati.


" sayang, bukan maksudku begitu. Aku hanya ingin tau, bisnis apa dan kenapa harus bersama pria." ucap Harvey dengan lembut, berusaha menenangkan sang istri sebelum semuanya menjadi runyam.


Melihat sikap lembut suaminya, hati yang semula ingin memendam amarah kini menjadi hangat.


" Aku berbisnis dengan seorang wanita, bukan lelaki. Namanya Nixeelin Oliveira dan nama yang berada di berkas itu adalah nama asistennya, Viet." tutur Allen pada suaminya yang kini menatap intens wajahnya.


" baiklah sayang. Bisnis apa yang kau kerjakan bersama Nixeelin?" tanya Harvey sembari membelai rambut indah istrinya.

__ADS_1


" bisnis ekspor-impor berlian."


Seketika terkejut saat mendengar jawaban Allen. Harvey kini menatap tak percaya pada istri kecilnya yang masih berusia belasan namun, sudah mengelola bisnis berlian yang peluangnya sungguh besar.


" kau serius? sudah berapa lama bisnis itu berjalan?" pertanyaan dengan nada tak sabaran di luncurkan Harvey dari bibir tipisnya. Ia sungguh kagum pada Allen, gadis kecil yang sudah berani mengembang bisnis besar bersama seseorang.


" saat Aku berusia 12 tahun. Awalnya Aku tidak mengerti, tapi untungnya Valery selalu bersamaku jadi dia yang mengelola bisnis itu sampai Aku berumur 14 tahun." jawab Allen, mengenang saat dimana Ia pertama kali terjun dalam dunia bisnis, disaat Ia juga begitu sibuk pada profesinya yang seorang bintang.


" istriku memang hebat. Siapapun pasti akan sulit percaya kalau gadis kecilku ini adalah artis sekaligus pebisnis." puji Harvey sembari menangkup wajah istrinya.


" ini belum seberapa. Kau tau, Nixeelin bahkan mencetak setiap bulan hampir satu milyar. Karena, hanya bisnis berlianku yang paling terbesar." ucap Allen dengan antusias. Seketika Ia teringat pada rekan bisnisnya, Nixeelin. Wanita dewasa yang memiliki paras cantik.



__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2