
Perbincangan hangat Harvey dan Allen terhenti saat Allen perlahan menutup kedua matanya dan menyelam kealam mimpi. Sedangkan Harvey, Ia masih terjaga sembari memeluk istrinya. Ia tengah memikirkan masa depan keluarga kecilnya nanti, bagaimana Ia akan menjaga dan melimpahkan kasih sayang pada istri juga anak-anaknya.
" aku akan selalu membuat kalian bahagia." gumam Harvey dalam hati sembari mengelus rambut istrinya. Ia pun perlahan memejamkan mata dan menyusul sang istri yang sudah berkelana dialam mimpi.
****
Sinar matahari pagi tampak menyeruak masuk melalui jendela kaca apartemen Harvey. Pria tampan itu terjaga kala merasakan hangatnya pantulan sinar matahari.
Samar-samar membuka kelopak matanya, Harvey sudah melihat sang istri yang baru keluar dari dalam bathroom dengan balutan bathrobe putih.
" kau membuka tirainya terlalu lebar, sinar mataharinya mengganggu." keluh Harvey dengan suara serak, khas baru bangun tidur.
" bangunlah. Kau bilang akan ke mansion." celetuk Allen dan berjalan keluar kamar.
Harvey yang melihat istrinya keluar kamar hanya terdiam. Ia kini bangun dan bersandar pada headboard sembari menatap pada pintu kamar yang masih terbuka.
Tak lama memandang, Ia sudah melihat istri kecilnya muncul dari balik pintu dengan perut besar dan mengikut Valery dibelakang dengan menenteng beberapa paper bag.
" apa itu sayang?" tanya Harvey masih pada posisi yang sama.
" hanya beberapa hadiah untuk Daddy dan Mommy karena kita akan berkunjung jadi aku menyuruh Valery berbelanja pagi tadi." ucap Allen santai dan berlalu menuju walk in closet.
__ADS_1
" Nona, aku pergi dulu ya." ucap Valery setengah berteriak pada wanita hamil yang sudah berjalan masuk kedalam walk in closet.
Tak ada sahutan, Valery hendak berlalu namun suara berat dari Harvey menghentikan langkahnya.
" kau belanja apa saja?" tanya Harvey pada manager istrinya.
" ya, jangan mendekati suamiku." teriak Allen dari dalam walk in closet.
Harvey dan Valery yang mendengar suara dari dalam sana kini saling memandang dengan ekspresi sulit diartikan.
" wah, Nona. Tak kusangka cemburunya sangat parah." gumam Valery dalam hati dan segera berlalu secepat kilat dari dalam kamar sepasang suami istri itu.
" apa itu tadi? apa dia cemburu? kenapa cemburunya terlalu berlebihan?"
Tak berselang waktu lama, Allen sudah keluar dari walk in closet dengan dress selutut. Perutnya yang besar tercetak jelas dengan dress navi yang dikenakan saat ini. Sungguh Allen terlihat sangat imut dengan tubuh kecil yang membawa bayi dalam kandunganya.
" cepat sekali istriku bersiap." celetuk Harvey beranjak dan mendekati istrinya yang sedang memoles makeup tipis diwajah.
Memeluk dari belakang, wajah Harvey bertumpu pada pundak istrinya. Ia menatap pantulan wanitanya dalam cermin yang tengah tersenyum menatapnya.
" kau sudah cantik sayang." ucap Harvey mencium pipi istrinya.
__ADS_1
" tentu saja aku cantik. Jika tidak, tidak akan mungkin Dawin dan Raja menyukai aku." seru Allen dengan bangga.
Wajah yang semula mengukir senyum kini tampak berubah setelah mendengar ucapan sang istri. Dengan mulut yang bungkam, Harvey segera berlalu meninggalkan istrinya.
Ia masuk kedalam bathroom dengan wajah datar, meninggalkan Allen yang hanya menatap dalam diam.
▪︎
▪︎
Bersambung....
Jangan lupa dukung dan suport serta di like and kasih vote ya, biar Mommy semangat up.
****
Sekilas info:
Mohon maaf ya, Mommy gak up dulu karena ada kesibukan didunia nyata. Hari selasa baru kembali up lagi.🥰😘😘
Jangan bosan nunggu Mommy up ya,😃
__ADS_1
❤Sayang Semua❤