
Masih dalam posisi menggendong istri kecilnya, Harvey berjalan masuk dalam apartemennya. Perlahan Ia merebahkan tubuh yang semakin berat itu pada sofanya dan menatap intens wajah cantik istrinya.
" kenapa kau tidak memberitahu aku tentang bayi kita?" tanya Harvey yang kini berjongkok di hadapan istrinya yang duduk disofa.
" aku hanya berfikir, nanti kau mengambilnya dan memberikan pada tante Rose." ucap Allen dengan polos hingga membuat Harvey tertawa.
" kau itu sungguh menggemaskan." Harvey berbicara dengan mencubit gemas pipi gembul istrinya.
" aku sudah tidak bersamanya. Kau ingat waktu aku memaksamu, saat itu aku sungguh marah karena Rose ternyata sudah berhubungan jauh bersama seorang pria dan saat aku pulang kau juga tiba-tiba meminta cerai hingga membuatku pusing." ucap Harvey panjang lebar sembari menggenggam tangan mungil istrinya yang juga berisi.
Allen yang mendengarnya kini tersenyum puas namun sedetik kemudian wajahnya redup saat mengingat perlakuan kasar suaminya waktu itu.
" ada apa sayang?" tanya Harvey yang melihat ekspresi wajah istrinya berubah.
" aku teringat saat kau berbuat kasar waktu itu." jawab Allen mengerucutkan bibir mungilnya.
" lalu kau mau aku bermain dengan lembut." goda Harvey menatap nakal pada istrinya yang terbelalak.
Harvey kini beralih dan duduk disamping istrinya. Walau istrinya sudah berat namun, dirinya tetap dengan mudah mengangkat hingga mendudukkan dipangkuannya.
__ADS_1
Allen yang baru mendapat perlakuan manis dari suaminya tentu saja membuat kedua pipi tembemnya merah merona.
" kau ingin mengulanginya?" tanya Harvey lagi namun sungguh membuat Allen menjadi malu.
huff, jika ku katakan iya aku akan malu. Tapi jika aku bilang tidak, nyatanya aku sangat menginginkannya sejak hamil.
Allen bermonolog dalam hatinya. Ia sungguh malu dengan situasi sekarang, namun entah mengapa dirinya sangat ingin bercinta sejak usia kandungannya memasuki bulan ke tiga.
Harvey yang melihat istrinya hanya diam dengan menunduk sembari meremas jemari tangan, sungguh membuatnya gemas karena saat ini istrinya terlihat seperti ditanyai tentang kasus kejahatan.
Tanpa aba-aba, Harvey langsung menangkup wajah Allen dan memberikan ciuman dadakan. Allen sontak saja terbelalak saat tiba-tiba suaminya memberikan ciuman yang kini berubah jadi luma-tan.
Salah satu tangan mungilnya kini melingkar dileher sedangkan tangan lainnya mengusap dada bidang suaminya.
Entah keberanian dari mana, namun Ia hanya mengikuti permainan dari suaminya.
Puas menyesap dan menikmati bibir mungil istrinya, kini Harvey beralih pada leher jenjang istrinya yang putih mulus.
Menggigit kecil disana hingga meninggalkan tanda kemerahan. Perlahan tangannya menurunkan resliting dress istrinya dan meremas gundukan kenyal yang masih tertutup bra.
__ADS_1
" susuku sedikit bertambah besar." bisik Harvey tepat didepan wajah Allen yang seperti menikmati permainan yang dilakukannya.
Mendengar hal itu tentu saja membuat Allen malu dan menundukkan wajahnya.
Seperti melayang, Harvey tiba-tiba menggendong istrinya yang kini hanya memakai bra serta kain yang berbentu segitiga.
" buka pintunya." ucapnya pada sang istri saat berada didepan pintu kamar. Allen pun segera memegang knop pintu dan membukanya.
" kau memudahkan aku sayang." celetuk Harvey sembari berjalan masuk kamar. Perlahan Ia membaringkan tubuh istrinya dan melepas semua pakaiannya serta boxer yang dikenakan.
Allen yang baru pertama kali melihat dengan jelas senjata suaminya kini terbelalak karena dulu saat Harvey melakukannya, Allen sama sekali tidak ingin melihat sebab saat itu Ia marah dan sangat kecewa.
▪︎
▪︎
Bersambung....
Jangan lupa dukung dan suport untuk menyemangati Mommy ya😍🥰😘😘😘
__ADS_1
❤Sayang Semua❤