Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 58~ SEASON 2


__ADS_3

" Sayang, ada apa?" tanya Mama Allen pada putrinya yang terlihat menahan amarah.


" Mama tidak perlu sandiwara. Aku tau kalau Mama tidak mau mengakui kami sebagai anak, tapi jangan seperti ini. Kartuku diblokir." cerocos Alexa.


Mama Allen dan Papa Harvey mengernyit bingung, karena tidak tau apa - apa tentang black card sang putri yang diblokir.


" Alexa, sepertinya ini salah paham nak. Mungkin Halbert yang melakukannya karena kau berulah lagi." Papa Harvey bersuara, berusaha menenangkan putrinya.


" Nah, itu karyawan Papa kan. Kenapa dia selalu mencampuri hidup kami." suara Alexa semakin melengking.


Wajahnya pun kian memerah, seolah akan meletus dalam waktu dekat.


" Nak.."


" Aku tidak mau dengar lagi Papa bela Halbert. Pokoknya kembalikan kartuku." Alexa memotong ucapan Papanya dan segera berlalu— keluar kamar dan membanting pintu dengan kasar.


Mama Allen hanya pasrah, menggeleng lemah setelahnya.


" Sayang, jangan dipikirkan. Ingat, kau melakukan itu untuk kebaikan anak - anak kita." Harvey menghibur istrinya.

__ADS_1


" Sayang, aku tidak masalah. Cuman anak - anak berfikir aku terlalu kejam karena menyembunyikan mereka dari duniaku. Sekarang, aku bahkan sudah memiliki empat orang anak yang sudah tumbuh dewasa, tapi media manapun tidak mengetahuinya. Mereka hanya mengetahui bahwa anak pertamaku hilang entah kemana."


Suara Mama Allen tertahan, seolah hatinya sangat sakit kala mengingat kejadian memilukan dua puluh tiga tahun lalu— dimana saat itu adalah awal dirinya terpaksa menyembunyikan sosok putra dan putrinya dari media.


Hingga sekarang media hanya mengetahui bahwa sosok aktris legendaris— Allen Dawnson, tidak memiliki anak sama sekali.


***


Disatu sisi, Alexa yang hendak kembali ke lantai dua— dimana kamarnya berada tepat bersebelahan dengan Ainsley, berubah haluan saat merasa perutnya meronta minta diisi.


Ia pun memutar badan dan segera berjalan kearah ruang makan. Namun setibanya dimeja makan, Ia sudah mendapati Pinky— kucing kesayangan kakaknya— Haven.


Mata Alexa menyalak saat melihat Pinky yang dengan asik memakan sepiring hidangan diatas meja. Ia pun dengan sigap menghampiri dan hendak menyeret paksa kucing putih itu, namun suara pria gagah seketika menghentikan gerakan Alexa.


Ya, Haven memang yang tadi diperjalanan pulang menelfon Sartika untuk memberi makan Pinky diruang makan.


" Aku tidak melakukan apapun." jawab Alexa kikuk, karena ketahuan ingin menganiaya Pinky seperti biasa.


Tak lama, muncul sosok pria yang tak kalah gagahnya dari Haven, yakni Halbert— wakil direktur diperusahaan Papa Harvey.

__ADS_1


Alexa yang melihat kedatangan Halbert tidak lagi memperdulikan Pinky, dan segera menghampiri Halbert dengan amarah yang menggemuruh ketika teringat bahwa kartu nya diblokir oleh karyawan Papa nya sendiri.


" Untung saja kau datang. Sekarang telfon pihak bank dan suruh mereka agar kartuku aktif kembali." omel Alexa sembari melotot pada pria tampan disamping kakaknya.


" Maaf, aku akan membekukan kartumu sampai Tuan Harvey memberiku perintah lagi." tolak Halbert dengan tegas. Wajahnya sangat datar serta auranya dingin sehingga Alexa dibuat menciut seketika.


" Kalau begini, sampai kapanpun aku  tidak akan pernah bisa melawan kutu ini." gumam Alexa yang tak ingin menatap wajah tampan Halbert.


" Huh, dasar kutu kupret." ejek Alexa seperti biasa dan segera berlalu.


Haven yang mendengar ucapan adiknya sontak tergelak. Ia merasa lucu setiap mendengar adiknya memanggil Halbert dengan sebutan kutu kupret.




Bonus Visual Halbert— wakil direktur diperusahaan Papa Harvey.


__ADS_1




__ADS_2