Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 66~ SEASON 2


__ADS_3

Waktu berlalu dan tak terasa kini hari sudah sore. Selesai pada kegiatan syutingnya yang mengambil beberapa adegan, Mama Allen kini bersiap untuk pulang. Namun seketika Gery— asistennya datang dengan nafas terengah-engah.


" Gery, kau darimana?" tanya Mama Allen yang memang sejak tadi tidak melihat asistennya itu.


" Kak, sebaiknya pulang diam-diam. Semua reporter mau menemui Kakak." seru Gery yang panik sendiri.


" Kenapa?" Mama Allen mengernyit bingung.


" Lihat foto ini, Kak." Gery menunjukkan foto pada Mama Allen yang ada diponselnya.


Mama Allen yang melihat foto itu seketika terkejut. Bagaimana tidak, foto itu menunjukkan dirinya yang tengah memeluk Halbert.


" Halbert." lirihnya yang langsung mencemaskan keadaan sang putra. Ia pun hendak pergi namun Gery menahannya.


" Kak, jangan gegabah. Kau akan mati jika keluar sendiri. Semua reporter marah karena mengirah foto ini adalah perselingkuhan." jelas Gery.


Mama Allen terdiam. Yang dikatakan Gery memang benar, tapi Ia juga merasa tak tenang bila tidak menjumpai putra sulungnya dikantor yang pasti sudah berada dalam masalah karenanya.


Setelah terdiam beberapa saat, dia lalu merogoh tas— mencari ponsel untuk menghubungi Halbert.


Tut. Tut. Tut.

__ADS_1


Dering ponsel berbunyi, masih dalam proses memanggil seseorang diseberang sana. Namun Mama Allen tak kunjung mendapat jawaban hingga Ia terus mengulang panggilan itu beberapa kali.


" Kak, Tuan Harvey menelfon." ujar Gery menyadarkan Mama Allen yang hanya sibuk pada kegiatannya sendiri.


Mama Allen segera meraih ponsel Gery. "Sayang.."


Suara lirih, seolah ada tangis yang tertahan. Kedua mata Mama Allen kini berkaca-kaca. Ingin rasanya Ia memeluk suaminya saat ini untuk menumpahkan segala resah dan gelisah yang tertambat dihati.


" Sayang, kau sudah menghubungi Halbert?" tanya Papa Harvey diseberang sana.


" Sudah, tapi dia tidak mau mengangkatnya." jawab Mama Allen dengan suara bergetar.


Mama Allen tak menyahut, dan segera memutus panggilan ponsel yang masih terhubung.


" Gery, antarkan aku ke apartemen Halbert." pinta Mama Allen.


*****


Sementara disatu sisi, Papa Harvey yang sedang berada didalam kamarnya saat ini tengah memegang ipad. Ia tengah melihat berita yang tampil dalam semua media— dimana semua hanya membahas soal istrinya yang berselingkuh dengan karyawannya sendiri.


Menghela nafas kasar, Papa Harvey kini memilih menonaktifkan ipadnya lalu mengusap kasar wajah tampannya.

__ADS_1




Bandara Internasional.


Seorang pria muda nan tampan, tengah duduk disalah satu bangku yang berada didalam bandara. Dia adalah Halbert.


Halbert sudah berada dibandara sejam lalu, meski begitu bukan berarti Ia akan bepergian keluar negeri.


Duduk termenung dikursi tunggu, Harbert tengah memikirkan masa kecilnya yang saat itu masih berusia enam tahun. Diusianya yang saat itu masih kecil, disaat itulah dia asingkan dari media hingga sampai sekarang tak ada yang mengetahui bahwa dirinya adalah anak Allen Dawnson.


Ditengah merenungnya Halbert, tiba-tiba sesosok wanita cantik menghampirinya dengan membawa koper mini berwarna salem.


" Apa kau akan memamerkan wajahmu ditempat umum ini?" wanita itu bersuara, membuat Halbert seketika tersadar.


" Ainsley." Halbert yang baru menyadari kehadiran Ainsley, cukup terkejut.


" Kau frustasi karena Mamaku menjadi selingkuhanmu dimata netizen?" celetuk Ainsley dengan wajah datar nan aura dinginnya.


Halbert terdiam dengan wajah tanpa ekspresi. Sementara Ainsley kini membongkar kopernya didepan Halbert. Ainsley mengambil topi dan langsung memakaikannya pada Halbert.

__ADS_1


__ADS_2