Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab.24


__ADS_3

" Nona, jangan bercerai dulu. Nona Allen baru mengeluarkan uang dengan jumlah fantastic pada pembangunan itu dan sekarang Nona mau cerai??? jangan membiarkan Harvey mendapat keberuntungan Nona. Sudah menikah tapi tetap melanjutkan hubungan dengan kekasihnya, dia menang banyak Nona."


Valery mengoceh panjang lebar, mengemukakan pendapatnya dari dalam lubuk hati. Meski Ia hanya manager, tapi dirinya takkan rela jika Nona nya menjadi janda setelah rugi banyak.


Allen yang mendengar penjelasan managernya, hanya diam tak merespon. Ia tengah sibuk pada pikirannya sendiri.


Tak terasa setelah dua puluh lima menit perjalanan, Allen dan Valery sudah tiba dilokasi syuting.


Allen yang semula murung, tampak tersenyum kembali saat melihat Dawin dari jauh. Ia pun segera mendekati pujaan hatinya itu.


" Win, sudah lama datang?" tanya Allen basa basi untuk memulai percakapan lebih dulu.


" baru saja." Dawin hanya menjawab singkat dengan menatap manis pada Allen.


" aku ingin mengajakmu makan di restaurant nanti, karena aku ingin berbicara sesuatu hal." ucap Dawin yang langsung dibalas anggukan oleh Allen.


****


Hari kini sudah petang dan Allen juga Dawin baru saja menyelesaikan syuting. Keduanya sudah berada didalam mobil milik Dawin yang sudah siap mengemudikan mobil mewahnya sementara Valery sudah lebih dulu pulang dengan mengemudikan mobil Allen.


" Len, kenapa bukan kau yang membawa mobilmu sendiri." tanya Dawin yang kini sudah melajukan kendaraannya.

__ADS_1


" aku belum punya sim ataupun ktp, nanti polisi menilang diriku." jawab Allen dengan jujur hingga membuat Dawin tergelak.


" tapi kau sudah pintar mengemudikan?" tanya Dawin lagi.


" Iya."


Allen hanya menjawab singkat sembari menatap pada jalanan Ibukota. Hatinya kini antara senang dan sedih sebab sudah bersama Dawin namun, Harvey masih terpikirkan.


Entah ada apa dengan hatinya. Apa mungkin karena usianya masih muda jadi sangat mudah pula untuk mencintai seseorang? Allen pun tak mau ambil pusing dan memilih menikmati kebersamaannya bersama Dawin.


Tak lama mereka sudah sampai di restaurant ternama di Ibukota. Dawin segera turun lalu membukakan pintu untuk Allen. Diperlakukan dengan hangat, membuat Allen merasa sangat senang hingga wajahnya kini dihiasi dengan senyuman.


" terima kasih." ucap Allen sembari tersenyum manis.


Mereka pun segera memesan makanan yang akan menjadi menu makan malam juga. Sembari menunggu hidangan tiba, Allen mengedarkan pandangan melihat sekelilingnya namun, tatapan berhenti tepat disebelah kanannya.


Tak jauh dari mejanya, Ia melihat Harvey bersama Rose sedang berbincang hangat dan berpegangan tangan.


Wajah yang semula dihiasi senyum, perlahan sirna saat Allen melihat suaminya memesan makanan untuk sang kekasih yang terus saja digenggam.


__ADS_1


" apakah semenarik itu memiliki pacar?" gumam Allen dalam hati dan kembali menatap pada Dawin dihadapannya yang ternyata sejak tadi memperhatikan dirinya.


Allen yang mendapati Dawin menatap intens, membuatnya tersenyum kecut dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


" kenapa? kau sedih melihat mereka karena kau tidak punya kekasih?"


Allen hanya tersenyum getir, tak membalas perkataan Dawin.


" kalau begitu jadi pacarku juga." ucap Dawin tiba-tiba hingga membuat Allen tersipu malu.


" jangan bercanda."


" aku tidak bercanda, kita pacaran dan melakukan adegan romantis seperti mereka."


Dawin mulai mengungkapkan perasaannya pada Allen. Menatap dalam pada gadis cantik dihadapannya sembari menunggu jawaban atas perasaannya.


▪︎


▪︎


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2