Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 75~ SEASON 2


__ADS_3

" Kau yang tidak lihat jalan." cerocos Alexa dengan kesal.


" Wah, adik.. dengarkan aku. Aku berjalan tanpa memegang ponsel, berarti jalanku sudah benar. Kau berjalan sambil melihat ponselmu, itu sudah membuktikan bahwa adab berjalanmu salah." sergah pria tampan itu.


" Kau memang tidak memainkan ponsel, tapi kau memakai kacamata hitam didalam tempat tertutup seperti ini, itu sebabnya kau tidak melihatku karena pandanganmu gelap." Alexa tak mau kalah, balik membalas pria itu dengan sengit.


" Wah, adik. Ini bukan tempat tertutup, tapi tempat umum. Kau belum pernah belajar IPS, ya? Mall termasuk tempat... " ucapan pria itu menggantung saat Alexa kembali menyambar.


" Aku bukan adikmu. Kenapa dari tadi kau memanggilku adik, hah. IPS? Kau sekarang mau menjadi guru disini? Memamerkan ilmu pengetahuanmu?" cerocos Alexa.


Pria gagah itu menghela nafas kasar. Ia mulai merasa lelah berdebat dengan gadis cantik didepannya yang tak terasa memakan waktu lima belas menit. Sembari berkacak pinggang, dia pun memilih diam mengamati Alexa yang mendebatnya dengan hebat.


" Sudah? Kau sudah puas marah-marah?" tanya pria itu kemudian.


" Iya, kenapa? Kau mau apa, hah?" Alexa melotot dengan wajah memerah.


" Alexa, ada apa? sahut Ainsley yang tiba-tiba datang dengan membawa beberapa paperbag.

__ADS_1


" Nah, kau pasti kakaknya kan? Wajah kalian kembar, pasti kau kakaknya." ujar pria itu.


" Iya, aku kakaknya. Ada apa? Apa yang dilakukan adikku?" tanya Ainsley, menatap nanar pada pria muda itu yang tak melepas kacamata hitamnya.


Tak lama pria muda itu mengeluarkan sebuah kartu nama dari dompet dan menyodorkannya pada Ainsley.


" Aku KOMJEN Andri. Adikmu Alexa, dia akan dipanggil ke kantor polisi karena sudah memaki-maki aku didepan umum." tutur pria itu membungkam Alexa seketika.


" KOMJEN?" lirih Alexa dengan wajah pucat.


" Apa ini, kau Komisaris Jenderal Polisi?" seru Ainsley dengan wajah datar, menatap pada kartu nama yang disodorkan padanya.


" Kau tidak perlu repot-repot memanggilnya. Aku akan membawanya kesana saat ini juga, jadi mungkin kami akan menunggumu dikantor polisi." tutur Ainsley.


Mendengar penuturan Ainsley, pria itu tak berkutik. Ia hanya tersenyum kecut, merasa malu karena gadis didepannya seakan menantang dirinya.


" Mungkin karena dia satu pabrik jadi tidak jauh beda kelakuannya." gumamnya dalam hati.

__ADS_1


" Kak, omong kosong apa yang mau bilang. Aku tidak mau ditahan." Alexa mulai terlihat panik.


" Tenanglah, dia tidak akan menahanmu. Undang-undang perihal perilakumu, tidak ada dalam buku, dia tidak punya cukup bukti untuk menahanmu didalam sel." Ainsley menenangkan adiknya yang terlihat takut.


Sementara pria gagah itu diam-diam tersenyum tipis. Dia ingin sekali tertawa saat melihat Alexa yang seketika menciut setelah mengetahui identitasnya. Seolah gadis yang tadi mendebatnya menjelma menjadi gadis kecil yang hanya bisa merengek pada tetuanya.


" Dia manis sekali." gumamnya lagi.


" Baiklah, aku akan menunggu kalian dikantor polisi. Sebaiknya kau menenangkan adikmu dulu, sepertinya dia akan pingsan." celetuk pria itu seraya tersenyum tipis. Dia pun segera pergi dengan memasang gaya coolnya.




Kediaman Harvey Murray.


" Sayang, kenapa perasaanku tidak enak. Apa Alexa membuat masalah lagi."

__ADS_1


Mama Allen yang tengah berada didalam kamar saat ini sedang dilanda rasa cemas yang tiba-tiba menyergap. Dia khawatir bukan tanpa sebab, karena dirinya yang melahirkan Alexa tentu sangat tau bagaimana perilaku putri bungsunya itu.


__ADS_2