Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 77~ SEASON 2


__ADS_3

" Kau juga tidak melepas kacamatamu saat bicara dengan adikku dan denganku."


Lagi-lagi Ainsley menjawab dengan santai membuat Andri menghela nafas kasar.


" Hei, adikmu itu sudah mengganggu kenyamananku. Maka dari itu aku bisa menuntutnya dengan pasal 310 KUHP... "


" Itu bunyi pasal tentang pencemaran nama baik bukan tentang adu mulut." potong Ainsley dengan cepat.


Ucapan Ainsley sukses membuat Andri bungkam dengan menelan salivanya, sedangkan Alexa yang sejak tadi menciut kini mulai bersorak penuh kemenangan dalam hati saat melihat bagaimana pria gagah itu mati kutu.


" Aku datang cuman mau bilang, sepertinya masalahmu dan adikku tidak punya pasal dan tidak ada dalam pasal. Jadi itu tidak bisa membuat adikku ditahan dalam sel." tutur Ainsley lagi.


" Iya, Kak. Kakakku sangat benar." sahut Alexa.


" Adikku minta maaf kalau tadi membuatmu tidak nyaman. Alexa, minta maaf lalu kita pulang." seru Ainsley yang dijawab anggukan cepat oleh Alexa.


" Aku minta maaf, Pak Andri." seloroh Alexa— setengah mengejek.


Andri yang melihat sekilas seringai Alexa, semakin dikuasai kekesalan. Dirinya tentu sangat tau arti senyuman tipis dari gadis didepannya yang seakan mengejeknya.


Sedangkan Ainsley, setelah Alexa meminta maaf dia pun segera menyeret adiknya dan meninggalkan kantor polisi. Andri yang sejak tadi hanya diam kini menggeleng kepala, karena untuk pertama kalinya seorang gadis berhasil membuatnya tak berkutik.

__ADS_1


" Ck,ck,ck.. ternyata bukan wajahnya saja yang kembar tapi sifatnya juga sama." Andri berdecak kesal sembari menatap kepergian dua gadis cantik itu.




Kediaman Harvey Murray.


Hari kini sudah malam, dan anggota keluarga Papa Harvey kini tengah berkumpul dimeja makan— menikmati makan malam bersama. Papa Harvey dan Mama Allen serta Ainsley dan juga Alexa dengan minus Halbert karena memang pria muda itu tak bergabung jika makan malam dan hanya hadir disaat sarapan pagi saja.


Dentuman sendok dan garpu seolah menyatu menjadi sebuah melodi yang mengiri makan malam mereka ditengah kesunyian.


" Sley, Alexa.. tadi kenapa pergi lama." tanya Mama Allen— mencairkan suasana diruang makan. Dia mengamati kedua putrinya yang dengan tenang melahap sajian makan malam.


" Tidak ada."


Ainsley dan Alexa menjawab secara bersamaan, membuat Papa Harvey dan Mama Allen menatap pada kedua gadis cantik itu.


" Masalah apa yang kalian perbuat?" Mama Allen mendelik tajam pada putrinya— Alexa yang tadi menjawab ada masalah.


" I.. itu.. " Alexa bingung harus menjelaskan dari mana karena masalahnya siang tadi memang cukup rumit dan memiliki cerita panjang, hingga kini Ia merutuki kebodohannya dalam hati.

__ADS_1


" Bukan masalah serius, Ma. Dia hanya tidak bisa memilih gaun dan meminta aku mencarikannya yang paling bagus." celetuk Ainsley dengan santai sembari memasang wajah datarnya.


" Benarkah?" sahut Papa Harvey yang dijawab Alexa dengan anggukan cepat begitu juga Ainsley.


Melihat raut wajah kedua putrinya, Mama Allen pun menjadi percaya sedangkan Papa Harvey sebenarnya masih menaruh curiga dalam hatinya karena tidak biasanya kedua putri cantiknya kompak memberi jawaban yang sama.


Huek. Huek.


Ditengah introgasi yang sedang berlangsung, Mama Allen kembali mual membuat Ainsley dan Alexa langsung menatap kearah yang sama.


" Mama, Mama tidak hamilkan?" cerocos Alexa langsung.


" Humm, Mama tidak hamilkan?" Ainsley menimpali karena sejujurnya beberapa hari lalu dirinya tak sengaja mendengar Mama Allen mual.


Visual Papa Harvey, makin tua makin gokil.




Mama Allen, makin cantik diusianya yang semakin dewasa.

__ADS_1



__ADS_2