Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 62~SEASON 2


__ADS_3

Malam menyapa lagi, dan kini Mama Allen sudah berada dihalaman rumah mewahnya. Karena harus melakukan banyak adegan syuting, dirinya pun harus pulang saat pukul delapan malam.


Lelah menyerangnya, begitu juga rasa kantuk. Mama Allen keluar dari mobil dan segera berjalan masuk kedalam rumahnya. Ia sudah tidak sabar bertemu suaminya untuk melepas rasa lelah dan rindunya.


Namun, tepat saat akan melangkahkan kakinya kedalam rumah, anak mudanya keluar dari dalam dengan menyeret koper yang lumayan besar.


" Haven, kau mau kemana nak?" tanya Mama Allen menatap nanar pada putra tampannya.


" Aku mau pergi." Haven tak banyak bicara dan hendak berlalu, namun tangannya dicekal oleh sang Mama.


" Sayang, kemana? Ini sudah malam." Mama Allen menahan putranya untuk tidak pergi.


" Aku harus pergi, nanti aku ketinggalan pesawat." Haven melepas tangan sang Mama dari pergelangannya.


" Pesawat? Kau akan keluar negeri?"


" Humm. Aku harus menyelesaikan sekolah hukumku di Amerika." terang Haven kembali melanjutkan langkahnya.


" Tunggu."


Mendengar Mamanya memanggil, Haven menghentikan langkahnya tanpa membalikkan tubuh.

__ADS_1


" Saat kau kembali... kau harus menjadi jaksa yang akan membuat Mama bangga. Tidak perlu bahagia, Mama hanya ingin putra Mama menjadi Jaksa yang mengedepankan keadilan." ujar Mama Allen menitikkan air mata.


Sebagai seorang Ibu, Ia mungkin gagal menjadi sumber kebahagiaan bagi anak - anaknya. Namun, dirinya selalu berusaha mendukung putra dan putrinya dalam menggapai impian masing - masing. Seperti dirinya yang selalu mendukung dan mensuport Ainsley untuk meraih cita - cita sebagai seorang pramugari, Ia pun mendukung keputusan putra keduanya— Haven untuk menjadi seorang jaksa.


Haven tak menyahut, namun dalam hati dirinya membalas ucapan Mamanya. Ia pun segera berlalu dengan menyeret kopernya.


***


" Sayang, aku lelah."


Mama Allen langsung menerobos masuk kedalam kamarnya dan duduk dipangkuan sang suami yang tengah bersantai disofa sembari mengotak - atik laptop diatas meja.


" Sayang, aku sedang memeriksa email ku." Harvey menatap nanar wajah cantik istrinya.


" Ada apa?" tanya Harvey kemudian, merengkuh pinggang istrinya yang masih duduk dipangkuannya.


" Aku merindukanmu, rindu dengan wajahmu ini." Allen mencubit gemas pipi suaminya.


" Benarkah? Justru aku jauh lebih merindukanmu." balas Harvey lalu mengecup ringan bibir istrinya.


" Tapi sebenarnya aku iri denganmu, Sayang. Kau masih muda dan wajahmu masih glowing, sedangkan aku semakin tua."

__ADS_1


Bak anak kecil, Harvey mengeluarkan keluh - kesahnya pada sang istri.


" Aku takut nanti hatimu berpaling untuk laki - laki yang jauh lebih mapan dariku." tambahnya membelai wajah Allen.


Allen tersipu mendengar ucapan suaminya. Tanpa aba - aba Ia langsung memeluk erat Harvey sembari mengelus - elus punggung kekar suaminya.


" Mungkin kau semakin tua, tapi kau tetap suamiku yang gagah. Oh satu lagi, kau juga selalu menyenangkan diatas ranjang." bisik Allen dengan nada menggoda.


Sontak Harvey mengurai pelukannya dan menarik hidung mancung istrinya.


" Apakah kau ingin?" tanya Harvey to the point.


Bukk.


Tanpa diduga Allen justru memukul bahu Harvey sembari mengerucutkan bibir mungilnya.


" Anak - anak sudah besar. Bagaimana jika mereka tiba - tiba punya adik, pasti Ainsley dan Alexa semakin marah padaku." gerutu Allen pada suaminya.


Hahaha.


Tawa Harvey pecah mendengar penuturan istrinya. Ia lalu mengacak - acak rambut Allen karena merasa gemas sendiri.

__ADS_1


Ya, seperti itulah Harvey dan Allen melewati masa menuanya. Kedua pasang suami - istri itu hanya saling berkata manis dan tertawa bersama— menghabiskan waktu berdua dikamar saat senggang.


__ADS_2