Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 79~ SEASON 2


__ADS_3

" Nyonya, kondisi anda baik-baik saja. Menurut laporan disini, anda juga tidak sedang mengandung. Untuk gejala mual-mual yang beberapa hari ini dialami, itu karena pola makan yang tidak teratur dan terlalu setres. Sepertinya anda juga masuk angin. Hal seperti ini biasa terjadi, jadi untuk mengatasi gejalanya.. hanya perlu menjaga pola hidup sehat." jelas sang dokter.


" Ha.. syukurlah." helaan nafas lega terdengar jelas dari Alexa yang disusul juga oleh Mama Allen. Alexa tentu tak senang bila Mamanya hamil lagi karena itu berarti kedudukannya sebagai anak bungsu harus bergeser dengan hadirnya anak baru.


Sedangkan Ainsley, dia seperti biasa hanya memasang wajah datarnya. Namun dalam hati juga merasa lega karena tidak memiliki adik lagi.


" Saya akan meresepkan obat agar gejala mualnya hilang." seru sang dokter kemudian.


" Baiklah, semua sudah dipastikan. Mama tidak hamil dan itu adalah hal bagus. Kalau begitu aku akan pulang." ujar Ainsley dan lalu beranjak.


Sekilas Ainsley melihat raut wajah yang dipasang Papanya, membuat langkah kakinya tertahan. "Apa Papa tidak senang dengan hasil pemeriksaan dokter?"


Papa Harvey tersadar dari lamunannya, dan menoleh pada putrinya. "Iya." jawabnya dengan tak semangat.


" Ih, Sayang. Kau itu.. memangnya kau ingin punya anak lagi." Mama Allen memukul lengan suaminya— merasa kesal karena kali ini dirinya tak sejalan dengan sang suami.


" Cih, jangan bilang Papa ingin punya anak?" seru Ainsley dengan nada tak suka.

__ADS_1


" Sebaiknya Papa jangan mimpi untuk punya anak lagi. Alexa tidak mau punya adik. Papa juga harus ingat, mengurus kami berempat saja tidak bisa.. apalagi kalau tambah satu. Pasti Papa akan mati berdiri." seloroh Alexa.


Sang dokter yang mendengar penuturan beruntut gadis cantik didepannya, berusaha menahan tawanya. Bagaimana tidak, sejak tadi dia ingin tergelak karena melihat ekspresi Tuan Harvey.


" Alexa, kenapa bilang begitu." Mama Allen balik kesal pada putrinya, karena bagaimanapun Ia tak senang bila suaminya diomeli oleh anak sendiri.


" Sudahlah, aku ingin pulang saja." tutur Ainsley yang tak ingin berlama-lama didalam ruangan bernuansa serba putih itu.


" Aku ikut, Kak." celetuk Alexa yang masih kegirangan mendapati kenyataan yang ada.


" Anak-anakku ternyata tidak ingin punya adik." lirih Papa Harvey yang sebenarnya merasa tak senang pada hasil pemeriksaan istrinya.


" Tuan, barangkali nanti ada rezeki. Sabar saja, kita tidak tau apa yang terjadi kedepannya. Tuan dan Nyonya juga masih muda, masih bisa punya baby." gurau dokter cantik itu— menyemangati keduanya yang bukan hanya seorang pasien melainkan orang yang disegani dirumah sakit.


Mama Allen yang mendengarkan hanya membalas dengan senyum tertahan.


*****

__ADS_1


Berangkat bersama kedua putrinya, kini Papa Harvey dan Mama Allen tak pulang berempat lagi. Mereka hanya berdua, menikmati perjalanan disiang hari.


" Sayang, aku mendapat berita dari Halbert." seru Papa Harvey sembari fokus pada kemudinya.


" Benarkah? Apa itu tentang Haven?" raut wajah Mama Allen seketika cerah mendengar ucapan suaminya. Ia sudah tidak sabar menanti kalimat selanjutnya.


" Iya, katanya Haven sudah lulus sekolah hukum" balas Papa Harvey.


Mama Allen mengernyit, menatap nanar pada suaminya. "Kenapa cepat sekali, kupikir lima bulan lagi Haven lulus."


Wanita dewasa itu tampak kebingungan setelah mendengar pernyataan suaminya.


" Kata Halbert, mungkin ada orang yang merekomendasikan Haven jadi dia cepat wisuda." terang Papa Harvey, menoleh sekilas pada istrinya.


" Apa Daddy sudah tau?" tanya Mama Allen.


Papa Harvey menggeleng, karena memang dirinya belum mendapat kabar apapun dari sang Daddy yang saat ini berada diluar negeri.

__ADS_1


__ADS_2