Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 55~ SEASON 2


__ADS_3

" Haven sekarang sudah dua puluh dua tahun, saatnya dia belajar mengembang tanggung jawab sebagai calon direktur di kantormu. Tapi apa? Dia malah selalu membuat masalah. Kenapa aku merasa anak - anakku tidak beres, selalu membuat masalah setiap hari." omel Allen pada suaminya.


Harvey terdiam, menelan salivanya. Ia seakan tak bisa berkutik lagi— melihat sorot mata istrinya yang sangat tajam.


" Sayang, Haven kan baru selesai kuliah. Wajar kalau dia seperti itu, tolong jangan marah - marah lagi." Harvey kini membujuk istrinya dengan sangat lembut.


" Suruh Halbert membereskan kekacauan putramu." titah Allen, meminta agar asisten suaminya menyelesaikan masalah dikantor polisi.


" Iya Sayang." Harvey menyahut dengan cepat seraya tersenyum melihat istrinya yang mulai melunak sedikit. Ia lalu meraih tubuh kecil wanitanya dan mendudukkannya dipangkuan.


" Kau masih muda, usiamu belum empat puluh tahun. Kau masih cantik, itu sebabnya jangan marah. Aku janji, akan meminta Halbert mengurus Haven dengan baik." ucap Harvey lembut sembari membelai wajah cantik sang istri yang tampak cantik tanpa kerutan sama sekali.


Allen mengulum senyum mendengar penuturan suaminya. Tanpa aba - aba Ia langsung menghadiahkan suaminya kecupan basah diseluruh wajah tampan Harvey yang sudah dihiasi sedikit keritan halus.

__ADS_1


Tak lama datang Tika membawa nampan berisikan minuman dingin pesanan Allen. Tika lalu meletakkannya diatas meja.


" Nyonya, Tuan. Nona Ainsley baru saja datang. Sekarang sedang makan siang diruang makan." lapor Tika pada kedua majikannya.


Harvey dan Allen seketika terkejut mendengar kedatangan putrinya yang begitu mendadak tanpa memberi kabar apapun.


Keduanya langsung beranjak dan menuju keruang makan. Allen berjalan cepat karena sudah tidak sabar memeluk putri bungsunya. Ia sangat merindukan sang putri yang jarang tinggal dirumah karena pekerjaan Ainsley yang seorang pramugari mengharuskannya untuk selalu keluar kota, bahkan terkadang keluar negeri beberapa minggu.


***


" Jangan memelukku." ucap Ainsley datar.


Allen seketika terdiam saat dirinya yang tadi hendak memeluk sang putri, ditolak dengan sangat dingin. Ia hanya mampu menghela nafas dan duduk disamping putri cantiknya.

__ADS_1


Sementara Harvey, pria paruh baya itu hanya menggeleng lemah melihat sikap putri bungsunya yang sangat dingin.


Ainsley dan Alexa adalah saudari kembar. Ainsley adalah kakak Alexa karena Ia lahir semenit lebih dulu dari Alexa. Keduanya memiliki wajah yang sama persisi, namun tidak sulit membedakan keduanya karena gaya style Ainsley jauh berbeda dengan gaya Alexa.


Ainsley selalu mengenakan pakaian feminim, sedangkan Alexa selalu memakai pakaian tomboy. Sifat keduanya pun termasuk hal mencolok untuk menjadi pembeda sebab, Ainsley selalu bersikap dingin pada siapapun serta raut wajahnya selalu datar. Berbeda dengan Alexa karena gadis manis nan cantik itu selalu tersenyum dan sangat humoris. Serta perbedaan terakhir adalah Ainsley selalu hidup dengan gaya elegant, sementara sang adik— gaya hidupnya sangat sederhana.


***


" Dimana Alexa?" tanya Ainsley sembari menyantap makan siangnya.


" Adikmu pergi." jawab Mama Allen tanpa melepas tatapannya dari wajah datar sang putri.


" Aku melihatnya dipinggir jalan bersama penjual sate itu." tutur Ainsley.

__ADS_1


Allen dan Harvey hanya diam, tak menanggapi. Kedua pasang suami - istri itu tidak terkejut karena memang seluruh orang rumah sudah tau kalau Alexa melakukan pendekatan dengan pemuda tampan penjual sate.


" Siapa yang memasak makanan ini?" tiba - tiba Ainsley menghentikan makannya. Ia meletakkan garpu dan sendoknya dengan kasar dan mengangkat pandangannya dengan datar.


__ADS_2