Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 104~ SEASON 2


__ADS_3

Disatu sisi, ada Mama Allen yang tengah duduk seorang diri diruang makan. Dalam kesendiriannya, Ia melihat-lihat layar ponsel beranda sosial medianya yang hanya membahas perihal dirinya yang merilis pernyataan resmi keempat anaknya.



Mama Allen mengulum senyuman saat semua jagat maya memberikan respon positif terkait foto kedua putra dan kedua putrinya.


" Mama.." panggil Alexa menghampiri diruang makan.


" Aku baru memainkan ponselku, jadi aku baru lihat kalau Mama sudah memberitahu publik tentang kami. Terima kasih, Ma." celetuk Alexa memeluk Mamanya dengan erat.


" Kenapa terima kasih. Ini bukan sesuatu yang patut diterima kasihkan. Justru Mama yang ingin minta maaf, karena kalian selama ini mengalami masa-masa sulit dengan bersembunyi dari media." tutur Mama Allen membalas pelukan sang putri.


" Aku cinta Mama." ujar Alexa kemudian— mengurai pelukan dan mengecup singkat pipi Mamanya.


Mama Allen tersenyum dan kembali memeluk putri bungsunya.


Dalam dekapan hangat keduanya, tiba-tiba terdengar suara bel pintu utama. Buru-buru keduanya melepas pelukan dan menatap satu sama lain.

__ADS_1


" Mungkin itu Gery, Ma?" Alexa menatap Mamanya.


" Iya, sepertinya dia bawa berita baru lagi. Baiklah, kau kembali kekamar saja. Mama yang akan buka pintu." ujar Mama Allen segera beranjak.


Tiba diluar, Mama Allen yang hendak membuka pintu utama kini diam mematung ditempat saat melihat suaminya yang lebih dulu membuka pintu. Dan tampak tamu tak asing yang berdiri diambang pintu.


" Dawin?" Mama Allen bergumam seraya berjalan mendekat ke arah pintu utama.


" Oh, Hai Allen. Lama tidak bertemu." sapa Dawin saat melihat wanita cantik yang pernah dicintainya diam-diam.


" Hai.. " balas Mama Allen sedikit kikuk karena bagaimanapun ia dan Dawin sudah tak pernah terlibat proyek bersama hingga semua tentu terasa asing.


Dawin yang dipersilahkan oleh tuan rumah, tersenyum dan segera masuk kedalam.


*****


" Apa yang membuatmu datang kemari?" tanya Mama Allen yang memulai lebih dulu pembicaraan.

__ADS_1


Ia mengamati pria yang duduk disofa seberang sana yang masih terlihat tampan seperti dua puluh empat tahun lalu. Bagaimana tidak, meski Dawin sudah menikah dan sekarang berstatus sebagai duda, tapi pria blasteran itu tidak mempunyai anak bersama Fresya. Hal itu tentu wajar dan tak menjadi topik pembahasan di jagat maya karena memang pernikahan Dawin sangat terkenal sebagai settingan saja.


Sudut bibir Mama Allen tertarik, memperlihatkan senyuman tipisnya. Ia merasa lucu karena pernah terlibat perasaan dengan Dawin. Sementara Papa Harvey yang sejak tadi memperhatikan istrinya kini mulai merasa panas.


Ehem.


Papa Harvey berdehem. Sejujurnya ia tak senang dengan kehadiran Dawin, namun tak mungkin juga dirinya mengusir seorang tamu apalagi niat kedatangannya belum diketahui dengan jelas.


" Apa yang membawamu kesini?"


Kini giliran Papa Harvey yang melontarkan tanya saat melihat Dawin yang seakan berfikir.


Lama menimbang-nimbang apa yang akan dikatakan, Dawin pun mengangkat pandangannya dan menatap sepasang suami-istri dihadapannya dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya.


" Aku kemarin karena.. aku ingin mengatakan bahwa... aku percaya kalau Allen bukan penyebab kematian Fresya." tutur Dawin menatap pada Papa Harvey.


" Lalu?" Papa Harvey mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" Sebenarnya aku sudah tau.. kalau Fresya berselingkuh dariku sejak aku memilih menetap diluar negeri beberapa bulan lalu. Aku punya firasat, sepertinya selingkuhannya sendiri yang membunuhnya." jelas Dawin dengan santai tanpa memperlihatkan ekspresi kemarahan ataupun kesedihan diwajahnya.


__ADS_2