Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 114~ SEASON 2


__ADS_3

" Jangan bergerak, dan jangan mendekat. Aku sungguh akan membunuh Haven." ucap Dasyah dengan suara lantang— memperingati semua orang terutama pengawas yang hendak menghampiri.


" Dasyah, apa kau gila? Turunkan senjatamu." sentak Dawin yang sejak tadi merasa takut jika sampai adiknya bertindak gegabah.


Ya, Dawin memang sudah ada sejak awal sidang dimulai. Tadinya ia datang sebagai saksi, namun semua mendadak kacau saat Dasyah tiba-tiba bertingkah. Dawin tentu terkejut pada keberanian sang adik hingga sesaat dirinya tak dapat berkata apapun.


" Tidak, salah satu mereka harus mati. Mereka harus merasakan apa yang dirasakan Ibu." Dasyah menolak, dan masih mempertahankan posisinya.


Mendengar ucapan Dasyah— Mama Allen tertegun. Tak pernah ia menyangka bahwa dibalik sikap tenang yang ditunjukkan Dasyah, justru ternyata menyimpan dendam selama delapan belas tahun lamanya


" Dasyah.. kumohon, jangan sakiti putraku. Haven.. dia tidak bersalah. Aku yang menyebabkan Dokter Farah buta."


Dengan suara bergetar, Mama Allen berusaha menenangkan Dasyah yang terlihat begitu emosi. Jantungnya bertalu-talu, ketakutannya terlihat jelas diwajah.


Kekhawatiran dan kepanikan sangat mendominasi saat ini. Semua yang berada didalam ruang sidang itu masih juga belum bisa melumpuhkan Dasyah. Sedangkan Haven yang menjadi sasaran, kini membeku ditempat seraya menatap nanar pada wanita dewasa yang mengacungkan pistol padanya.


Brakk.


Door, Door..


Ditengah ketegangan yang tercipta, tiba-tiba saja pintu ruang sidang dari sisi samping didobrak dan bersamaan itu menyusul suara tembakan dua kali yang terdengar menggelegar. Semua sontak menutup telinga dan membungkuk ketakutan.

__ADS_1


Sepersekian detik, semua kembali mengangkat pandangan saat merasa situasi mendadak hening. Arah pandang langsung tertuju kepada Haven, dan tampak pria muda itu terlihat baik-baik saja tanpa luka tembakan.


Semua lalu tersadar, bahwa bukan Dasyah yang menembak, melainkan orang lain yakni gadis muda yang mengenakan pakaian serba hitam dengan topi dan masker yang hampir menutupi seluruh wajah.


Halbert yang melihat gadis itu mengernyit, dia tentu mengenal gadis itu— yang selalu menyelamatkannya belakangan ini.


" Siapa dia?" lirih Papa Harvey.


" Dia orangnya, Pa. Dia yang selalu menolongku." seru Halbert menatap lekat pada gadis itu yang kini berdiri dihadapan Dasyah seraya mengacungkan pistol.


" Turunkan senjatamu." titah gadis itu dengan tegas.


" Siapa kau, apa kau anak buah Allen?" tanpa rasa takut Dasyah justru balik bertanya dengan nada yang menantang.


Door.


" Siapa kau, jangan menyakiti adikku." Dawin bersuara, bagaimanapun juga ia merasa cemas pada adiknya yang kini justru berada dalam bahaya.


" Adikmu ini sudah melampaui batas. Dia harus diberi pelajaran." seru gadis itu tanpa menoleh sama sekali.


" T U R U N K A N S E N J A T A M U" teriak gadis itu membuat Dasyah sontak terkejut.

__ADS_1


Mama Allen yang sejak tadi hanya diam menyaksikan kini dilanda kebingungan. Merasa heran pada gadis didepan Dasyah yang seolah menjadi penolong keluarganya, namun ia sendiri tak mengenal gadis itu.


*****


Perlahan Dasyah menurunkan senjatanya, namun raut wajahnya terlihat sangat kesal.


Melihat Dasyah yang berhasil ditundukkan oleh gadis muda itu, Halbert pun bergerak. Hendak menghampiri Haven untuk membawa adiknya itu ke tempat aman. Begitu juga dengan gadis asing itu yang kini membuang pistolnya begitu saja karena merasa wanita dewasa didepannya sudah tak dapat bertindak.


Namun keadaan seketika berubah saat Dasyah dengan gerakan cepat mengambil kembali pistolnya dan menembakkan kearah Halbert yang melangkah mendekati Haven.


Door. Door.




Sekilas Info:


Teman-teman, terima kasih semua karena sampai saat ini masih setia tengok karyaku. Aku mau menyampaikan kalau detik-detik ini udah hampir ending, ya. Setelah ending, aku akan fokus ngetik cerita Haven dan istri mudanya. Aku nyiapin banyak novel di tahun 2023. Semua akan rilis secara bersamaan, tapi aku akan kondisikan sama waktuku juga ya soalnya aku juga ada kesibukan didunia nyata.


Terima kasih♡

__ADS_1


Note: kalau mau ngobrol bareng aku, bisa follow ig ku@ningsih_official07. Terus dm aku, biar tambah deket layak teman.😊🥰


__ADS_2