
" sayang, apakah kau tidak ingin pernikahan yang luar biasa lagi. Dihadiri banyak tamu undangan dan.."
Ucapan Harvey menggantung saat telunjuk mungil Allen membungkam bibirnya.
" suami, pernikahan kita sudah sangat luar biasa. Antara artis top dengan pemilik perusahaan terbesar di Amerika dan dalam negri kita. Bukankah itu sudah menjadi trending topik? sebaiknya tidak perlu menghabiskan uang lagi dengan menggelar pesta pernikahan mewah, lagipula bayi kita akan lahir tiga bulan lagi."
Allen berceloteh panjang lebar didepan suaminya yang menjadi pendengar baik.
" tidak, lagipula aku akan memakai uang pribadi sayang. Kita harus menggelar pesta besar agar dunia tau bagaimana megah nya pernikahan kita." ucap Harvey dengan tegas, tak ingin terbantahkan lagi.
Allen yang mendengar keputusan akhir suaminya kini menjadi kesal. Bibir mungilnya mengerucut tajam dan sedetik kemudian berlalu begitu saja meninggalkan suaminya.
Dengan langkah gontai Ia berjalan hendak masuk kamar namun tiba-tiba saja sebuah tangan kekar melingkar pada perut besarnya.
" jangan marah sayang." bujuk Harvey pada istri kecilnya.
" aku tidak marah." jawab Allen ketus.
" kau bilang tidak marah tapi caramu menjawab saja masih menandakan kau marah." celetuk Harvey lagi sembari mengusap perut besar istrinya.
" lepaskan aku. Aku mau keluar." ucap Allen memberontak.
__ADS_1
" kau mau kemana sayang? ini sudah malam." Harvey masih membujuk istrinya dengan suara lembutnya.
" aku mau tidur bersama Valery." ucap Allen yang sejak tadi berusaha melepas tangan kekar suaminya namun tetap saja tak bisa sebab kekuatannya terlalu kecil.
Harvey yang mendengarnya seketika membalikkan tubuh istrinya agar menghadap padanya.
" kau tidak akan pergi kemana-mana sayang. Aku akan tidur bersamamu sampai pagi dan saat pagi kita akan bersiap-siap ke mansion Daddy." ucap Harvey dan menggendong tubuh istrinya dengan tiba-tiba hingga membuat Allen terkejut.
" kau itu pemaksa sekali."
Allen menggerutu kesal saat suaminya sudah membaringkannya di tempat tidur yang super empuk. Karena masih kesal Ia memilih tidur dengan posisi membelakangi Harvey.
Sedangkan Harvey kini memeluk Allen dari belakang sembari mengusap perut besar dan terus mengendus aroma rambut istrinya.
Allen yang mendengar ucapan suaminya kini terdiam sesaat lalu membalikkan tubuhnya hingga bisa menatap Harvey dengan intens.
" baiklah, aku setuju. Tapi undang tante Rose ya. Aku ingin dia melihat bahwa mantannya sudah bahagia bersama istri muda nya yang sebentar lagi akan menghadirkan Haven di dunia ini." celoteh Allen dengan senyum manisnya.
Harvey yang mendengar istrinya menyerukan nama asing kini mengernyit bingung.
" siapa Haven?" tanya Harvey masih bingung.
__ADS_1
" anak kita." jawab Allen singkat.
" wah, kau memberi nama anakku tanpa berdiskusi dengan Ayahnya dulu." celetuk Harvey.
" dia juga anakku." balas Allen yang mulai kesal.
" sayang, jika aku tidak menanam benihku kau tidak akan bisa memilikinya sampai sekarang." seru Harvey mencubit gemas pipi istrinya.
" suami, kau harus tau arti Haven itu singkatan dari namamu dan namaku, Harvey-Allen. Dan artinya dia akan menjadi pelindung untuk keluarganya." seru Allen dengan wajah bahagia karena sudah tidak sabar menanti bayinya lahir.
" tapi sayang, Haven itu nama laki-laki. Memangnya kau sudah tau kelamin anak kita?" tanya Harvey lagi.
" aku sudah USG bersama Valery minggu lalu dan dokter bilang bayi kita laki-laki." jawab Allen yang kini memeluk suaminya sembari mengendus aroma tubuh pria dewasa yang sangat dirindukan selama ini.
▪︎
▪︎
Bersambung....
Jangan lupa dukungannya serta suport😄🥰😘😘
__ADS_1
❤SAYANG SEMUA❤