Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 97~ SEASON 2


__ADS_3

" Pak Hakim, aku punya bukti lain." sahut Haven.


" Silahkan." ucap Pak Hakim.


Haven segera mengajukan bukti keduanya, yakni sebuah rekaman yang tentu akan memberatkan Mamanya sendiri. Tak tanggung-tanggung Haven melakukan pekerjaannya hingga membuat Papa dan ketiga saudaranya menatap tajam padanya.


Sementara Hakim yang menerima bukti rekaman itu, kini memperhatikan dengan seksama dan benar saja, dari rekaman itu sudah membuktikan bahwa hanya Mama Allen lah yang terlihat masuk kedalam apartemen Fresya.


" Bukti diterima. Jaksa penuntut, silahkan ajukan argumen penutup." titah Hakim.


" Nyonya Allen Dawnson telah membunuh korban mendiang Fresya, maka saya sebagai jaksa penuntut, menuntut terdakwa agar dijatuhi hukuman menurut pasal 338, tentang pembunuhan dan pembunuhan dengan pemberatan pasal 339 serta pembunuhan berencana pasal 340." ucap Haven dengan lantang. Auranya begitu tegas serta raut wajahnya begitu datar.


Kembali pernyataan Haven membuat wartawan riuh dan segera mengetik apa yang baru saja dikatakan jaksa muda itu.


Sementara Mama Allen yang duduk dikursi tersangka hanya mampu menatap nanar pada sang putra yang berdiri jauh darinya sebagai jaksa penuntut.


" Aku tidak pernah menyangka bahwa putraku akan berperang denganku dipengadilan." gumamnya yang tanpa terasa menitikkan air mata.


" Saya keberatan." sergah pengacara cantik Mama Allen.

__ADS_1


" Silahkan." ucap Hakim memberi kesempatan untuk pengacara pembela Mama Allen.


" Saya meminta penyelidikan ulang karena klien saya telah dijebak. Pada tanggal tujuh bulan maret, sekitar pukul 12:45, tersangka masih dalam perjalanan menuju TKP. Sedangkan korban pada pukul 12:43, sudah dinyatakan meninggal dari hasil laporan akurat autopsi. Jika tersangka adalah pelakunya, maka dia akan berada di TKP pukul 12:23 untuk melakukan pembunuhan itu karena bantuan medis datang setelah korban meninggal 20 menit sebelumnya."



" Diterima." seru Hakim dengan tegas


" Baiklah, sidang selesai hari ini dan untuk sidang putusannya akan digelar senin depan." tambahnya mengetuk palu tiga kali.


Persidangan pun ditutup, semua wartawan lekas meninggalkan ruang sidang.




Bukk.


Kembali dihadiahi bogem mentah, Haven langsung tersungkur dilantai. Sementara Halbert yang hendak memukul lagi kini dicegat oleh Papa Harvey yang baru datang.

__ADS_1


" Halbert, tahan emosimu. Ini pengadilan." Papa Harvey mengingatkan putranya yang terlihat sangat marah.


" Hei, Haven. Kau bajingan kecil, kau tidak tau diri. Bagaimana bisa kau memberikan bukti rekaman pada hakim. Apa kau tau, bukti itu bisa membuat Mama dihukum mati." seru Halbert dengan emosi membuncah didada.


Haven diam dan tak menyahut. Hingga tak lama Ainsley juga Alexa datang dan membantu Haven berdiri.


" Kak Haven, kau itu jahat sekali. Tega sekali dengan Mama." gerutu Alexa ikut kesal. Sedangkan Ainsley memilih tak ikut campur.


" Dengar.. kalian semua dengarkan aku." jeda Haven mengusap sudut bibirnya yang berdarah.


" Aku hanya membela kebenaran. Dan semua bukti sudah cukup kalau Mama memang membunuh Fresya. Jadi aku akan membuatnya menanggung perbuatannya."


Bukk.


Masih ingin berbicara lagi, Haven kembali tersungkur saat Halbert memukulnya lagi.


" Halbert, tenanglah. Dia adikmu." Papa Harvey menghadang putranya saat Halbert berniat memukul Haven lagi.


Sedangkan Mama Allen yang menyaksikan semua itu dari jauh hanya berdiam diri ditempatnya. Wajahnya memerah, menahan tangis melihat kedua putranya berdebat. Ia merasa seolah keluarganya hancur hanya dalam hitungan jam.

__ADS_1



__ADS_2