
Pria muda itu tengah berdebat dengan salah seorang karyawan. Para karyawan dari berbeda divisi, mencomooh Halbert sebagai pria yang tidak mempunyai harga diri karena berani berselingkuh dengan istri dari atasan sendiri.
" Aku tidak berselingkuh dengan Nyonya Allen, yang kalian lihat dalam video itu hanya kesalahpahaman." tegas Halbert dengan lantang.
" Cih, anak muda. Kau tidak perlu sok sekali, kami tau sekali anak muda sepertimu hanya memperalat wanita yang lebih tua darimu hanya karena uang. Jadi lebih baik kau angkat kaki dari perusahaan ini." sergah seorang pria berumur yang menjabat sebagai manager personalia diperusahaan itu.
Mendengar penuturan pria paruh baya didepannya, Halbert seakan sudah habis kesabaran. Ia lalu menghela nafas kasar sembari melempar tatapan tajam pada pria didepannya.
" Hey, turunkan pandanganmu. Kau harus tau, jika bukan karena aku.. kau tidak akan duduk dikursi direktur keuangan saat ini." bentak pria paruh baya itu.
" Kau yang harus tau, aku duduk dikursi itu karena ditunjuk langsung oleh mantan presdir kita, Tuan Harvey Murray." balas Halbert dengan sengit.
__ADS_1
Pertentangan kedua pria itu semakin menggelora, sementara karyawan lain hanya menjadi penonton dan sebagiannya lagi menyahut meminta Halbert diberhentikan.
" Ada apa ini?"
Suara yang begitu familiar, bersumber dari Mama Allen yang baru saja tiba dikantor. Sontak semua menoleh begitu juga Halbert. Semua karyawan langsung terdiam.
" Nyonya, kami ingin dia keluar dari perusahaan ini. Dia hanya menjadi racun dalam perusahaan. Sekarang citra perusahaan sudah rusak karena dia." sahut manager personalia.
Mama Allen yang mendengar ucapan karyawan suaminya menjadi geram. Dengan wajah merah padam dia menghampiri pria paruh baya itu yang tadi berbicara dengan nada kasar.
Mama Allen yang sejak tadi dipenuhi amarah karena putranya direndahkan, hendak melayangkan sebuah tamparan diwajah sang manager personalia itu namun seketika pria paruh baya itu mencekal tangannya dan mendorong dengan kasar. Seketika Mama Allen terjatuh dilantai.
" Nyonya, jangan pernah kau berani menyentuhku. Aku akan mengatakan dengan jujur, aku sangat membenci perselingkuhan, siapapun orang yang melakukan itu. Dan kau sudah melakukan dosa itu, sama saja kau sudah tidak ternilai lagi." jelas pria itu panjang lebar.
__ADS_1
Halbert yang mendengarnya tentu tersulut emosi hingga tanpa aba-aba mencengkeram kuat kerah kemeja pria paruh baya itu. Merasa tak terima atas perlakuan Halbert— pria paruh baya itu membalas dengan hal yang sama membuat kancing kemeja Halbert terbuka. Wajah keduanya pun memerah, menahan amarah dihatinya yang bergejolak.
Disaat Halbert akan melayangkan kepalan tangannya, tiba-tiba tangannya ditahan seseorang dan dia adalah Papa Harvey. Halbert pun melepaskan pria itu.
" Jangan memukulnya dengan tanganmu." seru Papa Harvey menjauhkan putranya dari karyawannya. Lalu dirinya yang menghantam wajah pria itu dengan tangannya sendiri.
" Kau merendahkan istriku, itu yang pertama dan yang kedua kau angkat kaki dari perusahaanku." tambahnya dengan amarah tertahan.
Manager personalia itu tak bergeming, Ia tersungkur dilantai setelah dihadiahi bogem dadakan oleh sang atasan.
__ADS_1
" Dengarkan aku, siapapun yang membelanya maka dia akan bernasib sama." ucap Papa Harvey dengan tegas.
" Halbert, kita perlu bicara." seru Papa Harvey. Setelahnya Ia segera membantu istrinya berdiri dan meninggalkan tempat itu.