Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 42


__ADS_3

Harvey dan Allen kini sudah berada dalam mobil sport mewah yang tengah melaju membela jalanan Ibukota Jakarta.


Kedua pasangan suami istri itu hanya terdiam sepanjang perjalanan tanpa ada yang memulai perbincangan.


Harvey yang sedang dalam mood tidak baik lebih memilih fokus pada kemudinya sedangkan Allen yang tengah asik pada ponsel pintarnya.


Sesekali Allen akan tertawa kecil dan mengusap perut buncitnya yang besar. Merasa jenuh setelah lama terdiam, Harvey akhirnya berdehem untuk menetralkan suasana yang begitu mencekam.


" apa yang kau lihat?" tanya Harvey memulai pembicaraan.


" tidak ada." jawab Allen dengan santai tanpa memutus pandangannya pada layar ponsel.


" lalu kenapa kau tertawa?"


Hening, tak ada balasan dari bibir mungil si wanita hamil itu. Mengabaikan suami yang berada disampingnya hingga membuat Harvey menghela nafas kasar.


kenapa dia mendadak berubah, padahal kemarin mengatakan sangat merindukanku. hufff


Hanya mampu bermonolog dalam hati, Harvey tak ingin masalah kecil menjadi alasan utama hingga menciptakan suatu pertengkaran bersama sang istri.


" Len, jika kau tidak ada job beberapa bulan ini lalu apa yang dikerjakan Valery?" tanya Harvey sembari fokus pada kemudinya.


Allen yang mendengar suaminya berbicara, sontak saja menoleh dan menatap nanar pada sang suami.

__ADS_1


Bungkam, itulah yang dilakukan Allen. Sedetik kemudian matanya berkaca-kaca dan mengalihkan pandangan pada jalanan.


kenapa dia memanggilku Len? apa dia sudah tidak suka padaku lagi? saat di apartemen dia panggil sayang.


Harvey yang sejak tadi menunggu jawaban dari sang istri kini sungguh merasa kesal sebab sejak tadi Ia bertanya namun Allen tak pernah menjawabnya.


Menepikan mobilnya, Harvey kini berselancar pada layar ponselnya hingga membuat Allen mengernyit bingung.


" kenapa berhenti?" tanya Allen masih dalam kebingungannya.


Masih fokus pada ponsel, Harvey tak menyahut sama sekali hingga dua menit kemudian Ia sudah selesai dengan ponselnya.


" Aku memesankan taksi online. Kau ke mansion sendiri saja karena Aku ada urusan."


benar, dia sudah tidak suka padaku.


Batin Allen kini dirundung kesedihan atas sikap sang suami yang menurutnya berubah beberapa menit lalu.


Kembali terdiam hingga tak terasa taksi online sudah datang. Allen yang kecewa atas sikap suaminya kini segera keluar dari mobil tanpa berbicara sepatah dua kata.


Membanting pintu mobil dengan keras hingga membuat Harvey terkejut. Berjalan gontai membawa bayi dalam kandungannya, Allen segera masuk kedalam taksi.


" dasar laki-laki, kalau ada mau nya pintar panggil sayang. Pas hajatnya tercapai malah bikin ulah." omel Allen saat sudah duduk dikursi belakang.

__ADS_1


Sopir taksi yang mendengar omelan wanita hamil yang menjadi penumpangnya, kini menyunggingkan senyum tipis sembari memperhatikan Allen dari pantulan spion.


" neng, bibirnya jangan di monyongin terus napa. Nanti anaknya didalam perut gak betah dan mau cepat keluar." ucap Pak sopir itu setengah bercanda.


Allen yang mendengarnya kini melirik pada sopir didepannya yang tengah fokus mengemudi.


" memang benar ya Pak? kalau aku marah anak dalam perutku tidak betah?" tanya Allen penasaran karena Ia sungguh baru mendengar fakta yang diucapkan sang sopir taksi.


Pak sopir yang di tanya kini menghela nafas, tadinya Ia hanya bercanda namun ternyata Allen sungguh percaya 70%.


gini nih kalau suami buntingin anak yang masih ingusan, mitos sama fakta kaga bisa dibedain padahal perut udah keisi bayi.


Pak sopir hanya bergumam dalam hati tanpa menjawab pertanyaan dari wanita hamil di belakangnya karena Ia tau jika menjawab maka mereka akan terlibat perbincangan panjang.


▪︎


▪︎


Bersambung...


Jangan lupa kasih dukungan dan suport ya serta like and vote semua😃🥰😘😘


Bagi yang suka karya Mommy bisa mengikuti dan favoritkan salah satu novel yang disukai agar, jika UP nanti bisa dapat notifikasinya.😍😍😍😘😘

__ADS_1


❤Sayang Semua❤


__ADS_2