Gadis Kecil Milik Tuan Harvey

Gadis Kecil Milik Tuan Harvey
Bab. 86~ SEASON 2


__ADS_3

" Hei, aku melihat tadi cara Allen memandangmu. Apakah dia menggodamu? Atau dia memintamu untuk bertemu nanti?" cerocos Beni yang sejak tadi penasaran akan kedatangan sosok Allen.


" Kau bisa tidak sopan sedikit saat menyebut nama orang yang lebih dewasa darimu." sergah Haven dengan kesal.


" Cih, kau berlebihan sekali." ketus Beni.


" Memangnya aku harus memanggil apa, Ibu? Dia bukan Ibuku dan dia terlalu muda untuk dipanggil Ibu. Kakak? Aku tidak sudi punya Kakak seperti dia yang selalu selingkuh." cerocosnya lagi.


" Jadi aku benar, dia datang untuk menggodamu kan. Wah, dia wanita gampangan, lima bulan lalu dia berselingkuh dengan karyawan suaminya. Sekarang dia mau mendekati jaksa." tambahnya.


" Berhentilah bicara jika kau mau hidup." ancam Haven dengan asal karena sejak tadi dirinya sangat emosi mendengar penuturan temannya.


" Kau itu tidak bisa sekali kompromi. Pantas saja kau disebut jaksa gila." celetuk teman Haven.


Haven tak menyahut dan memilih diam.

__ADS_1


" Haven, kau tau tidak. Semua orang kagum padamu, katanya muda-muda tapi galak." seloroh teman Haven lagi sembari tergelak.


" Kau akan menghabiskan waktumu dengan bercanda atau bekerja?" lelah sudah mendengarkan setiap perkataan Beni yang tidak bermutu— Haven pun mengajukan tanya dengan aura dinginnya.


Beni yang merasa sudah kelewatan, perlahan hengkang dan meninggalkan Haven seorang diri.




Pikirannya saat ini kalut, banyak hal yang mesti diurusnya hari ini karena besok adalah hari yang telah lama dinantikan— dimana dirinya akan mengumumkan identitas putra dan putrinya, sebab pelaku penculikan Halbert saat kecil kini sudah divonis penjara seumur hidup.


Ditengah ketenangan, tiba-tiba ponsel Mama Allen berdering diatas dashboard. Masih membagi fokus dengan jalan, Mama Allen segera meraih ponselnya. Ia lalu menjawab panggilan itu yang rupanya dari asistennya.


" Gery, ada apa?" tanya Mama Allen— dengan satu tangan memegang ponselnya.

__ADS_1


" Kak, kau harus lihat sekarang akun Fresya." seru Gery terdengar panik.


" Kenapa dengan Fresya?" Mama Allen terpancing, ikut panik sendiri.


" Dia mengunggah sesuatu di akun media sosialnya. Kakak harus lihat cepat." terang Gery.


Mama Allen spontan mematikan panggilan yang sedang terhubung dan perlahan menepikan mobilnya. Dengan perasaan tak karuan, segera Mama Allen memeriksa akun Fresya dan betapa terkejutnya dia saat wanita dewasa yang menjadi musuhnya itu— mengunggah foto putra dan putrinya dengan hastag keempat anak Allen Dawnson.


Apa yang baru didapati seketika merombak suasana hati Mama Allen karena Fresya secara tidak langsung sudah mengacaukan rencananya esok.


Mematikan ponselnya dan melempar asal keatas dashboard mobil— Mama Allen segera menginjak pedal gas dan mengemudi dengan kecepatan diatas rata-rata. Tujuannya saat ini tak lain adalah menemui Fresya dan memberi perhitungan untuk tidak lagi mencampuri urusan pribadinya.


*****


Selang beberapa menit, tak lama berpacu dengan waktu dijalan— kini Mama Allen sudah tiba diapartemen Fresya. Dia segera keluar dari mobilnya dengan hanya membawa ponsel saja. Dan dengan langkah gontai Ia segera masuk kedalam bangunan elit itu.

__ADS_1


Dengan kekesalan yang masih membuncah dihati— setibanya dilantai tujuh dimana unit Fresya berada, Mama Allen dengan cepat keluar dari lift dan berjalan menuju pintu apartemen Fresya.


__ADS_2