
Sepanjang jalan, Arini terus menangis. Arini sedih bukan karena pertunangan dirinya dan Farel yang batal. Tapi Arini sedih dengan orang tuanya yang tidak pernah mengerti perasaan nya. Mereka selalu mengekang kehidupan Arini. Nyaris tidak ada kebebasan baginya.
Sejak kecil Arini harus menuruti segala pengaturan sang ayah maupun ibunya. Apalagi kalau kakeknya sudah turun perintah, udah seperti dekret seorang kaisar China saja, tak terbantahkan dan harus dilakukan.
"Kamu yang kuat ya, aku yakin, Mas Farel gak niat menyakiti hatimu." ucap Reynaldi sembari meremas tangan Arini.
"Aku gak peduli dengan Farel. Aku hanya meratapi nasibku, Reynaldi. Apa kamu bisa bawa aku pergi dari sini? Aku sungguh tidak tahan lagi, hidup dalam bayang-bayang orang tua dan keluarga besar Suganda. Hiks hiks hiks!" Arini menangis tersedu-sedu. Saat ini mereka berada di tepi pantai, angin malam mulai menelusup di kulit mereka, terasa dingin.
Reynaldi, memberi Jasnya kepada Arini, lalu merangkul bahunya, agar lebih hangat. Mereka duduk di atas kap mobil, sambil melihat bintang di langit yang sangat cerah dan indah.
"Kalau kamu pergi, orang tua kamu akan sedih, kamu satu-satunya keturunan mereka. Bersabarlah! Aku akan mencari cara agar orang tua kamu mau menerima hubungan kita." Reynaldi lalu mengecup kening Arini dengan lembut.
Terasa sekali kalau Reynaldi sangat mencintai dirinya, Arini memeluk Reynaldi dengan erat. Menyembunyikan kepalanya di pelukan Reynaldi. Bisa kita bilang sang kekasih? Author juga bingung, soalnya mereka berdua gak pernah ada perjanjian mengikat hubungan asmara. Tapi yang pasti hati mereka memang saling memiliki.
"Reynaldi, kamu buat aku hamil aja, Pasti orang tua kita akan restuin hubungan kita berdua." entah ide gila dari mana yang dilontarkan oleh Arini.
"Gak, aku gak mau! Aku ingin menikahi kamu secara terhormat. Aku gak akan pernah menodai cintaku buat kamu, dengan melakukan hal hina tersebut! Tidak akan?!" ucap Reynaldi semakin memeluk erat tubuh Arini.
"Tapi aku hanya mencintaimu, sekarang Farel sudah bertunangan, besok pasti mereka akan kenalin aku dengan anak konglomerat lainnya. Aku sudah lelah Reynaldi, diperlakukan seperti komoditas. Aku sangat malu! Hiks hiks!" Arini rasanya sudah sangat lelah.
"Tenanglah, sayang! aku akan selalu ada bersama kamu. Jangan takut, aku akan melindungi kamu, percayalah kepadaku!" janji Reynaldi.
"Thanks FOR always be here with me, i love you forever, my beloved!" ucap Arini, dengan air mata bercucuran, lalu meraup wajah Reynaldi, mengecup bibir sexy milik Reynaldi, mengecap, menyedot dan menyusuri rongga mulut Reynaldi. Ciuman yang sangat memabukkan, sanggup melayangkan jiwa keduanya.
__ADS_1
Angin malam yang sepoi-sepoi, suasana sepi di tepi pantai, suasana romantis, sungguh sangat mendukung sekali untuk mantap mantap, tapi syukurlah, Reynaldi masih memiliki iman yang kuat. Dirinya masih sanggup menahan hasrat gila yang memang sengaja di pancing oleh Arini.
Arini tampaknya sudah mantap ingin mengandung anak Reynaldi, dia pikir, hanya cara itu yang paling efektif, untuk membuat orang tuanya mau menikahkab dirinya dengan Reynaldi. Laki-laki yang sudah lama dia cintai.
"Please, kendalikan dirimu! Jangan terbawa godaan setan yang menghembuskan zina dan perbuatan kotor macam itu! Aku mohon Arini!" pinta Reynaldi dengan meraup wajah sang kekasih tercinta. Arini tampak menunduk malu, air matanya masih menetes.
"Sayang, percaya sama aku, aku akan berjuang demi cinta kita!" Reynaldi lalu menempelkan keningnya dengan kening Arini, yang seketika sesenggukan dan menangis lagi.
"Maafkan aku, aku seperti ****** yang akan memerkosa kamu! hehehe!" Arini sampe tertawa mengingat kelakuan mesumnya tadi.
Reynaldi tersipu malu, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Kamu bukan ******, kok! Kamu hanya terlalu mencintaiku, kamu berusaha menyatukan cinta kita berdua." ucap Reynaldi, sambil memeluk Arini dengan lembut.
Mereka berdua tidur di atas kap mobil Reynaldi semalaman. Saat terbangun, Arini mendapatkan dirinya tertidur dalam pelukan Reynaldi, Arini tersenyum bahagia, lalu mencium sudut bibir Reynaldi dengan penuh cinta.
"Aku cinta sama kamu, my beloved!" ucap Arini pelan, saat melihat Reynaldi yang tampak akan terbangun, Arini pura-pura menutup matanya lagi.
"Sayang, aku ingin setiap hari kita kayak gini. Aku ingin, saat membuka mataku di pagi hari, melihatmu dalam pelukanku, aku sangat mencintaimu. Semoga Tuhan berbaik hati, menyatukan cinta kita berdua, Amien!" Reynaldi lalu mengecup kening Arini.
Arini tersenyum bahagia dengan apa yang dilakukan Reynaldi. Sangat manis dan membuat hatinya meleleh.
Reynaldi memang lelaki sejati yang ia cintai. Sejak SD, Reynaldi selalu menjadi Guardian Angel baginya. Melindungi dari apapun.
Arini yang anak tunggal, dan Reynaldi yang tidak akur dengan Farel sewaktu kecil dulu. Menyatukan mereka berdua dalam ikatan tak biasa. Arini mulai tergantung dengan Reynaldi sejak mereka kecil.
__ADS_1
Reynaldi yang selalu membuat hari-hari Arini lebih berwarna. Tetapi tidak tahu kenapa, kedua orang tuanya tidak bisa menerima Reynaldi sebagai menantu keluarga Suganda. Hanya karena Reynaldi bukan sang pewaris keluarga Bramastyo.
Ketika Farel dinyatakan hilang, sejujurnya, Arini sangat bahagia. Berharap Farel tak pernah kembali. Dengan begitu Reynaldi akan menjadi pewaris keluarga Bramastyo.
Tapi nasib cinta mereka tampaknya masih harus berjuang, Farel ternyata kembali, tetapi dengan membawa calon istrinya yang cantik berwajah oriental. Seorang CEO perempuan, yang dia tahu bernama Cansu. Memiliki sebuah perusahaan yang cukup besar di kota ini.
Beberapa waktu lalu, Reynaldi pernah bercerita bahwa perusahaan Cansu akan di akuisisi oleh Bramantyo Group, tidak tahu kenapa tidak jadi, malah dirinya menerima kabar, bahwa Farel akan bertunangan dengan wanita bernama Cansu.
"Ayo kita cari sarapan dulu, lalu kita pulang, pasti keluarga kita mencari kita." Ucap Reynaldi sembari turun dari kapal mobilnya.
Reynaldi, memberikan telapak tangannya untuk membantu Arini turun. Arini sungguh merasa tersentuh hanya dengan hal-hal sederhana yang dilakukan oleh Reynaldi. Cinta Arini rasanya terus bertambah, tak mampu dibendung apapun lagi.
"Reynaldi, please, hamilin aku aja. Dengan begitu kita bisa menikah dengan mudah!" mohon Arini.
"Please sayang, jangan ngomong kayak gitu lagi, aku gak mau, denger lagi! Ok?" pinta Reynaldi.
"Tapi aku gak mau, kalau kita berpisah. Aku cinta sama kamu Rey, aku gak mau jadi istri orang lain. Please ngertiin perasw aku! Hiks hiks!" masih pagi, Arini sudah menangis lagi.
"Sayang, percayalah! Aku akan berusaha sekuatku meyakinkan orang tua kamu. Ayo kita cari sarapan dulu!" Arini menurut lalu masuk ke mobil.
Reynaldi mencari warung makan sekitar pantai, pagi ini terlihat masih sepi, tidak banyak warung yang sudah buka. Akhirnya ketemu juga, sebuah warung sederhana untuk sarapan mereka.
"Sayang, tempatnya kecil sekali, apa kamu yakin, kita akan makan disini?" bisik Arini tidak yakin.
__ADS_1
"Sayang, yang penting kita makan. Jangan memandang tempatnya kecil, Ok?" bujuk Reynaldi dengan senyum manisnya.
Memang hanya Reynaldi yang selalu bisa membujuk Arini. Hati Arini sudah terikat dengan Reynaldi sejak lama, Reynaldi juga sama. Entah kenapa, perjuangan cinta mereka berdua amat berat, hanya karena masalah harta dunia.