
Bejo langsung memeluk mantan Ayah mertuanya, begitu dia sampai di lokasi kejadian. Berusaha untuk memberikan kekuatan kepadanya.
"Bersabarlah, Tuan! Kita berdoa semoga semuanya baik-baik saja!" ucap Bejo menenangkan ayahnya Arini.
Tampak Farel mendekati Mereka, kemudian memberitahukan sesuatu. "Team SAR sudah menemukan jenazah mereka. Sekarang sedang dibawa ke rumah sakit. Ayo kita ke sana, untuk mengidentifikasi. Apakah betul itu adalah Arini dan Reynaldi!" ucap Farel dengan suara yang gemetar.
Tampak sekali kesedihan di mata Farel. Ketika mendapatkan kenyataan, bahwa adiknya satu-satunya kini telah meninggal bersama istrinya.
"Biarkan saya menemani Anda, tuan!" ucap baju sambil membimbing ayahnya hari ini menuju mobil yang akan membawa mereka menuju rumah sakit.
"Bejo, jangan kau panggil lagi saya Tuan. Saya ini bukan Tuanmu. Kau adalah makhluk yang merdeka. Kau bisa melakukan apapun yang kau mau!" ayahnya Arini dengan suara bergetar, karena kesedihan yang begitu mendalam di hatinya.
"Tidak apa-apa, Tuan! Saya sudah terbiasa memanggil Anda tuan!" ucap Bejo sambil tersenyum ke arah ayahnya Arini.
"Tapi saya merasa malu pada diri saya sendiri setiap kali kamu memanggil saya, Tuan. Kesannya saya begitu jahat padamu!" ucap ayahnya Arini sambil menatap Bejo.
"Tidak apa-apa saya memanggil Anda Tuan, saya sungguh hanya merasa terbiasa saja. Lidah Saya sudah biasa memanggil Anda tuan. Rasanya aneh kalau saya memanggil yang lain!" ucap Bejo sambil tersenyum.
Setelah mereka sampai di rumah sakit, mereka langsung pergi ke tempat jenazah Arini dan Reynaldi di semayamkan. Mereka langsung masuk ke ruang mayat dan mengidentifikasi mayat mereka berdua.
Tubuh Bejo, Farel dan ayahnya Arini, langsung melorot lemas seperti tak bertulang. Air mata mereka semua langsung jatuh ketika mereka semua melihat tubuh Arini dan Reynaldi yang sudah membiru. Mungkin karena terlalu lama berada di dalam air.
"Ya Allah Arini, kenapa nasibmu seperti, Nak?" ucap ayahnya Arini di antara Isak tangisnya.
__ADS_1
Bejo berusaha untuk menopang tubuh ayahnya Rianti dengan kekuatannya yang tersisa, agar tidak sampai ambruk dan pingsan ke lantai rumah sakit.
Setelah jenazah mereka di identifikasi. Mereka pun siap untuk dipulangkan ke Indonesia. Pada hari itu juga. Agar bisa segera dimakamkan. Karena mereka khawatir, tubuh keduanya segera membusuk.
Selama perjalanan ke Indonesia, ayahnya Rianti terus menangis. Farel berusaha untuk menguatkan hatinya sendiri, agar tidak menangis juga. Hanya Bejo yang tampak tegar saat itu. Bejo berusaha menguatkan hatinya untuk tidak mengeluarkan air mata yang terus saja mendesak di kelopak matanya yang sudah sembab.
"Ayo Tuan kita sudah sampai Mari saya membimbing anda untuk keluar!" Bejo terus berada di samping ayahnya Arini, mendampingi mantan mertuanya itu, hingga mereka memasuki kediaman Suganda.
Jenazah Arini dan Reynaldi disambut oleh tangis dan air mata dari keluarga besar keduanya. Tampak mereka sangat mencintai kedua insan yang saling mencintai itu. Mereka Langsung diurus dan langsung dimakamkan hari itu juga. Karena tubuh mereka memang sudah dalam keadaan hampir membusuk.
Visualisasi Foto saat pemakaman Arini dan Reynaldi, di ambil saat pernikahan Keduanya.
"Sabarlah Mah, kasihan Arini kalau melihat mama seperti ini. Biarkan dia menuju alam sana dengan tenang." ucap ayahnya Arinu dalam suara yang gemetar.
Dia sendiri berusaha sangat keras untuk tidak menitikkan air mata lagi. Sudah terlalu banyak air mata yang menetes di matanya sejak perjalanan mereka menuju Vietnam sampai kembali ke Indonesia.
Cansu yang sedang menggendong Arman pun, putranya bersama Farel, dia tidak sanggup untuk tidak menangis. Cansu lalu mengingat kembali kebersamaan mereka berempat, di saat menyelidiki kasus kematian Natalia. Mereka terlihat sangat kompak.
Setelah acara pemakaman selesai. Mereka pun kembali ke kediaman Suganda. Mereka mempersiapkan acara tahlilan untuk keduanya. Mereka memberikan doa terbaik untuk keduanya. Mereka memberikan hadiah terbaik untuk keduanya. Doa dari orang-orang yang mencintai mereka!
Tampak Siska dan Prabowo berada di antara para pelayat. Siska tampak memperhatikan Bejo, yang terus berada di samping ayahnya Arini dan menguatkan pria tua itu agar tidak jatuh. Sejak mereka kembali dari Vietnam kesehatan ayahnya hari ini semakin menurun.
__ADS_1
Ibunya Arini bahkan sudah jatuh pingsan berkali-kali. Karena tidak bisa menerima kenyataan tentang putrinya yang meninggal secara mengenaskan.
"Mah, Ayo kita istirahat tadi kamar. Jangan memaksakan dirimu, jangan sampai kau nanti sakit!" ayahnya Arini sambil membimbing istrinya untuk masuk ke kamar mereka.
Bejo pergi mengantar kedua mantan mertuanya itu ke kamar mereka. Kemudian dia pun mempersiapkan semua acara yang dibutuhkan untuk tahlilan nanti malam.
" Terima kasih yah, Mas Bejo karena sudah membantu kami sejak di Vietnam. Semoga Allah yang membalas kebaikan Mas Bejo!" ucap Farel sambil menepuk punggung Bejo.
Tampak sekali bahwa Farel begitu menyayangi Renaldi sangat sakit ketika melihat orang yang kita sayangi pergi begitu saja tanpa kabar dan berita sebelumnya.
Farel kembali mengingat kejadian, ketika mereka berpamitan untuk pergi berbulan madu menggunakan kapal pesiar milik Reynaldi. jika berangkat dengan penuh kebahagiaan dan senyum yang mengembang di wajah mereka. Tetapi kini mereka pulang dengan jenazah yang membiru.
Hati siapakah yang tidak pilu dengan hal seperti ini? Farel memeluk Bejo, berusaha mencari kekuatan untuk dirinya sendiri.
"Tidak apa-apa Mas Farel, Arini maupun Reynaldi hari ini pasti mereka hidup bahagia di sana dan juga saling mencintai di sana. Kita harus mendoakan yang terbaik untuk mereka berdua!" ucap Bejo dengan bergetar suaranya.
"Mas Bejo, Istirahatlah di kamar tamu. Tadi sudah dipersiapkan oleh pembantu di rumah ini, untuk beristirahat. Agar nanti pas tahlilan mempunyai energi kembali! Dari kemarin Mas Bejo belum istirahat sama sekali!" ucap Farel sambil tersenyum ke arah Bejo.
" Mas Farel juga istirahat, Mas Farel juga kan belum tidur dari kemarin. Karena Mas Farel selalu siaga, untuk mendapat kabar tentang Arini dan Reynaldi!" ucap Bejo.
Kemudian mereka berdua pun sama-sama pergi ke kamar tamu. Dan tidur di sana. Mereka tampak seperti sahabat lama yang tidak bertemu. Walaupun mereka selama ini tidak pernah dekat satu sama lain. Mereka baru dekat ketika mereka sama-sama menunggu jenazah Arini dan Reynaldi di evaluasi oleh Team SAR.
Cansu yang melihat suaminya yang sedang tertidur bersama dengan Bejo di kamar tamu. Cansu tidak berani mengganggu keduanya. Akhirnya Cansu hanya bisa membawa Arman ke kamar yang lain, dan beristirahat di sana juga. Mereka semua beristirahat untuk menyiapkan energi untuk acara tahlilan nanti malam. Bagi Arini dan Reynaldi.
__ADS_1