Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
54. Berkunjung Ke Makam Natalia


__ADS_3

Setelah mereka bertiga sampai ke Indonesia, akhirnya Armando langsung mengunjungi makam Natalia bersama kedua orang tuanya.


Armando tidak bisa menahan kesedihan yang ada di hatinya saat ini. Seketika dia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas Pusara milik Natalia yang sudah hampir mengering. Di tatapnya Batu Nisan yang terdapat foto Natalia. Armando tidak sanggup melihat kekasih yang dia cintai, kini terbujur kaku di dalam pembaringan terakhirnya.


"Natalia! Kenapa kau tega melakukan ini sama aku? Kenapa kau tega meninggalkan aku seorang diri? Bukankah kau tahu, kalau aku mencintaimu. Kenapa kau tidak datang padaku? Aku pasti akan menikahimu segera. Kenapa kau malah memilih jalan seperti ini Natalia?" tanya Armando dengan air mata yang terus menetes di kelopak matanya.


Kedua orang tua Natalia terus menetap. Apa yang dilakukan oleh Armando. Ketika ayahnya Natalia hendak menegur, ibunya Natalia hanya menggelengkan kepala. Melarang suaminya untuk melakukan hal itu.


"Natalia! Bukankah kamu tahu? Kalau aku sangat menginginkan anak darimu. Sudah berkali-kali, aku memintamu untuk menikah denganku. Melamar kamu! Tetapi kamu selalu mengatakan, bahwa kamu ingin fokus dengan belajar. Tapi, tiba-tiba saja kau mengatakan bahwa kau akan menikahi laki-laki lain." Armando terisak.


"Hal itulah yang membuat hatiku sangat sakit ketika itu. Sehingga akhirnya gelap mata dan menodaimu. Tolong kau maafkan aku, Natalia ! Aku sungguh sangat menyesalinya. Tolong maafkan aku, aku mohon padamu!" tangis Armando, juga membuat hati kedua orang tua Natalia ikut merasa sedih.


"Sudahlah Armando! Jangan menangis lagi. Kau hanya menambah beban bagi Natalia di alam sana. Dengan melakukan hal seperti itu. Lebih baik kau doakan putri kami, agar dia tenang di alam sana dan bisa menemukan kebahagiaannya di sana!" tegur ayahnya Natalia, karena sudah tidak tahan lagi.


"Maafkan saya, Om! Saya benar-benar tidak bisa mengendalikan diri saya saat ini!" ucap Armando. Kemudian dia pun mendoakan Natalia dan juga calon bayinya yang kini telah meninggal bersama dengan Natalia.


Cukup lama Armando terdiam di atas pusaran Natalia. Dia juga dengan rajin, membersihkan rumput-rumput yang ada di atas pusarannya. Air matanya terus mengalir tanpa henti. Kedua orang tua Natalia, sudah pergi dari tadi. Karena mereka tidak sanggup lagi, untuk berlama-lama di depan makam Natalia. Putri mereka yang sangat mereka satu-satunya sayangnya.


"Natalia! Apakah kau tahu? Bahwa aku begitu menggilaimu. Sejak pertama kali aku bertemu dengan kamu, aku tidak pernah satu kali pun, berhasil melupakanmu!" ucapan Mando sambil mengelus foto Natalia yang ada di Batu Nisan. Armando tersenyum, melihat Natalia yang tersenyum ke arahnya.


"Kau begitu manis dan kau juga begitu sangat sulit untuk didapatkan. Selama 1 tahun, aku terus memperhatikanmu dan berusaha untuk mendekatimu!" ucap Armando, seperti mengenang kembali pertemuannya bersama Natalia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Flash on


"Armando! Apakah kau tahu kalau ada mahasiswa baru Bank berasal dari Indonesia Dia begitu cantik!" ucap Siwon, sahabatnya yang selalu setia mendampingi dirinya kemanapun juga.


"Kenapa kau selalu heboh, dengan hal seperti itu? Lebih baik kau belajar, agar cepat segera lulus. Apa kau tidak rindu dengan kedua orang tuamu di Korea? Kau selalu saja bermain-main dengan perempuan!" tegur Armando kesal.


"Nanti kalau aku cepat lulus, kau akan merindukan ku, Armando! Memangnya siapa lagi, orang yang sanggup menangani tabiat burukmu itu?" ucap Siwon dengan senyum manisnya, yang selalu berhasil membuat para perempuan teriak histeris apabila melihatnya.


"Kalau kau mencurahkan perhatianmu terhadap pelajaranmu 50% saja, dari saat kau mencurahkan perhatianmu terhadap perempuan, maka bisa kupastikan kau akan segera lulus tahun ini!" ucap Armando.


Saat mereka sedang fokus mengobrol, tiba-tiba lewat mahasiswa yang sedang dibicarakan oleh Siwon. Armando tampak terdiam, terpaku, mengagumi kecantikan wanita Asia yang begitu mempesona.


"Aku benar kan? Dia sangat cantik sekali!" mata Siwon sampai berbinar-binar menatap perempuan yang saat ini sedang berjalan ke arah mereka berdua.


"Ah, kau kebiasaan selalu saja seperti itu. Kenapa kau tidak berusaha sendiri? Kalau kau memang tertarik dengan dia?" protes Siwon sambil misuh-misuh.


Tetapi, karena dirinya juga memang tertarik dengan perempuan tersebut, Siwon pun akhirnya mendekatinya dan mengajak untuk berkenalan.


"Halo namaku Siwon, asal Korea! Mahasiswa Arsitektur! Nama kamu siapa?" tanya Siwon dengan sumringah.


"Namaku Natalia, asal Indonesia. Mahasiswa desain interior!" ucap Natalia dengan senyum manisnya yang membuat hati Siwon klepek-klepek seketika.


"Namaku Armando! Aku asal Meksiko, tapi aku kuliah jurusan arsitektur juga, satu kelas bersama dengan Siwon!" tiba-tiba saja Armando langsung menyerobot di antara Siwon dan Natalia.

__ADS_1


Sehingga membuat Siwon pun akhirnya mengalah kepada sahabatnya itu, yang selama ini selalu menjadi jomblo Abadi.


"Kamu mau kemana?" tanya Armando gugup.


"Aku mau menuju perpustakaan. Karena mau mengerjakan tugas. Kalian sedang apa?" tanya Natalia.


"Ah kami hanya sedang ngobrol-ngobrol santai, gak penting. Ayo aku temani kamu ke perpustakaan!" ajak Armando dan meninggalkan Siwon yang kini malah bengong. Siwon kemudian memilih untuk ke cafe saja. Makan siang sendirian.


"Ah Armando tadi saja protes-protes sekarang malah dia yang main nyosor!" kesal Siwon.


Sejak saat itu, Natalia dan Armando semakin dekat. Sampai akhirnya mereka pun menjalin hubungan yang serius. Armando sering sekali mengantar jemput Natalia.


Mereka juga sering makan bersama dan kadang-kadang, Armando juga suka berkunjung ke apartemen yang ditinggali oleh Natalia, selama dia tinggal di Amerika.


flash off


Armando pun kembali ke alam sadarnya. Dia terbangun dari ingatannya ketika pertama kali bertemu dengan Natalia. Armando masih menangis. Karena perasaan sedih itu masih begitu kental di hatinya.


"Beristirahatlah dalam damai, Natalia! Aku pasti akan selalu berdoa untukmu. Dan aku akan selalu mengingat kenangan kita berdua. Semoga kamu bisa memaafkan kesalahan yang pernah aku lakukan terhadap kamu!" setelah berpamitan kepada Natalia, Armando pun meninggalkan Kompleks pemakaman umum tersebut. Dan kembali ke apartemen yang dia sewa selamat tinggal di Indonesia.


Tiba-tiba teleponnya berdering ternyata itu adalah panggilan dari kedua orang tuanya di Meksiko, "Armando, Siwon mengatakan kalau kamu sekarang berada di Indonesia? Kenapa kau tidak mengatakan apapun kepada Papa?" hermando yang masih lesu badannya hanya bisa menjawab sekedarnya saja.


"Armando hanya ingin menemui Natalia, Pah! nggak lebih! Sebentar lagi Armando akan kembali dan melanjutkan study Armando!" jawabnya lalu menutup panggilan tersebut.

__ADS_1


Perasaan Armando saat ini sedang kacau balau. Jadi tidak ingin diganggu oleh siapapun. Armando langsung mematikan ponselnya dan kemudian berbaring di ranjangnya.


__ADS_2