
Kini kedua orang tua orang tuanya Natalia sudah sampai di Amerika mereka berusaha mencari laki-laki yang bernama Armando, pria yang telah memperkosa Natalia. Sehingga Natalia hamil dan memutuskan untuk bunuh diri.
"Pah! Apakah Papa sudah memastikan, dimana alamatnya Armando ini? Jangan sampai kita jauh-jauh ke Amerika tetapi tidak mendapatkan apapun!" ucap istrinya.
"Jangan khawatir, Mah! Papa sudah mengirim seorang detektif, kok! Untuk menyelidiki laki-laki bernama Armando itu. Dan Papa, sudah bersiap untuk pergi ke kantor Polisi untuk melaporkan apa yang tertulis dalam buku Diary ini!" ucap Suaminya penuh dengan keyakinan.
"Baguslah, Pah! Kalau seperti itu. Mama jadi tenang. Mama sampai saat ini, masih belum bisa berhenti memikirkan tentang Natalia. Betapa hidupnya selama ini menderita dan kita sebagai orang tuanya, tidak tahu apa-apa, Pah! Itu sungguh sangat menyakitkan bagi Mama, Pah!" ucapnya, suaminya hanya bisa memeluk sang istri.
"Udah, Mah! Mama istirahat dulu di kamar! Istirahat! Kita kan baru saja datang ke Amerika. Perjalanan panjang, Pasti sangat melelahkan. Mama istirahat ya? Papa mau menghubungi detektif yang Papa sewa dulu. Untuk mengetahui detail-detail yang sudah dia temukan mengenai pria yang bernama Armando itu!" ucapnya, lalu masuk ke ruang kerjanya.
Kedua orang tua Natalia, memang memiliki beberapa usaha di Amerika. Dan sekarang, mereka sedang menempati apartemen yang dahulu ditempati oleh Natalia. Ibunya Natalia, dia hanya bisa menuruti saja, apa yang tadi diperintahkan oleh suaminya. Dia pun akhirnya masuk ke kamar yang biasa ditempati oleh Natalia.
Matanya nyalang, ketika menatap kamar Natalia. Yang begitu sepi yang begitu lengang. Semuanya tampak tertata rapi sampai akhirnya, mata ibunya Natalia tertuju kepada sebuah pigura foto. Yang menampakkan seorang pria tengah bersama dengan putrinya.
"Apakah pria ini, yang bernama Armando? Pria yang cukup tampan. Kenapa dia sampai tega memperkosa putriku? Seandainya saja, Dia bisa menjadi pria yang baik dan menjadi suami yang baik untuk putriku. Mungkin putriku saat ini masih hidup dan sudah berbahagia bersama dengan suaminya!" ucapnya dengan berderai air mata.
" Mama kenapa menangis? Bukannya tadi Papa menyuruh Mama untuk istirahat? Kok malahan sedang menangis di sini? Apakah ada masalah, Mah?" tanya Suaminya.
"Lihatlah Pah! Mungkin laki-laki ini yang bernama Armando. Terlihat Natalia begitu mencintai laki-laki ini. Seandainya saja kita dulu, tidak menjodohkan Natalia dengan Reynaldi. Mungkin, kisah mereka berdua tidak akan berakhir setragis ini!" ucap istrinya mulai terisak.
"Ini memang kesalahan Papa, Mah! Maafkan Papa, ya? Karena sudah teledor. Papa sudah menghancurkan masa depan Putri kita. Dengan memaksakan kehendak untuk menjodohkan Natalia dengan Reynaldi. Padahal, semua rencana itu gagal dan akhirnya malah menghancurkan masa depan Putri kita sendiri. Dan sekarang, kita di sini menyesali segalanya yang sudah tidak ada artinya lagi!" suami istri tersebut saling berpelukan, saling memberikan kekuatan untuk pasangannya masing-masing.
"Ayo, Mah! Kita istirahat ya? Karena besok adalah hari yang begitu panjang untuk kita berdua. Karena kita akan memperjuangkan kebenaran dan keadilan bagi Putri kita. Kita besok butuh energi yang besar Mah! Untuk bisa menghadapi itu semua!" ucapnya.
Suami istri itu pun akhirnya memutuskan untuk tidur. Setelah shalat Isya bersama. Mereka memanjatkan doa untuk Putri mereka yang kini sudah berada dalam sana.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, di sebuah klub malam, tampak seorang pria tampan yang sedang asyik berjoget bersama dengan beberapa orang wanita lainnya. Yah, pria tersebut adalah Armando. Kekasihnya Natalia yang telah menodai perempuan itu. Sehingga Natalia hamil dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Karena tidak sanggup menanggung malu yang diakibatkan oleh bayi yang ada di perutnya tanpa seorang ayah.
Visualisasi Armando Brightman
"Armando, apa kau sudah mendengar kabar dari kekasih kamu?" tanya Siwon. Sahabatnya yang berasal dari Korea.
"Ada apa memangnya dengan Natalia? Apakah kau mendengar sesuatu?" tanya Armando masih asyik berjoget. Bersama dengan banyak wanita cantik dan sexy.
"Yang kudengar, Natalia sekarang sudah meninggal. Dia bunuh diri dengan meloncat ke laut. Para penyelidik di Indonesia, mengetahui bahwa Natalia sedang hamil. Dan sekarang, mereka sedang menyelidiki. Siapa kira-kira laki-laki yang sudah membuat Natalia hamil!" ucap Siwon.
"Coba ceritakan lebih detail kepadaku. Aku masih belum mengerti apa yang kau katakan tadi!" ucap Armando tamlam gusar. Kelihatan sekali dari tatapan matanya.
"Ada apa Armando? Jangan katakan padaku, kalau kau terlibat dalam kematian Natalia. Apakah kau yang sudah menyebabkan Natalia hamil? Cepat katakan yang jujur padaku!" ucap Siwon, terus mendesak Armando.
"Ayo kita ke apartemenku saja. Kita bicarakan di sana. Tidak baik membicarakan hal-hal seperti ini di luar. Aku takut, nanti ada orang yang mendengarkan percakapan kita. Itu sangat tidak baik!" ucap Armando tampak frustasi.
Bagaimanapun juga, Armando nemang mencintai Natalia. Dirinya sangat marah, ketika mendengar kenyataan bahwa Natalia dijodohkan oleh kedua orang tuanya bersama seorang pria bernama Reynaldi di negara asalnya.
Oleh karena itu, pada malam itu, Armando gelap mata dan memperkosa Natalia. Sehingga akhirnya Natalia hamil. Tetapi Armando sama sekali tidak mengetahui tentang kehamilan itu. Karena Natalia tidak pernah mengatakan apapun kepadanya.
Sejak hari itu, mereka berdua memang berpisah dan tidak pernah melakukan hubungan komunikasi apapun lagi. Natalia kembali ke negara asalnya, Indonesia. Dan meninggalkan Armando seorang diri, tanpa meninggalkan pesan apapun untuk Armando. Sehingga Armando tidak mengetahui kabar apapun tentang Natalia Sejak saat itu.
__ADS_1
"Katakan padaku sekarang Armando! Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Agar aku bisa memahami situasi yang terjadi saat ini!" bujuk Siwon.
"Apakah aku bisa mempercayaimu? Bila aku mau menceritakan semua kejadiannya secara benar dan secara jujur? Apakah kamu bisa berjanji padaku, bahwa kamu tidak akan menghianati aku?" tanya Armando dengan tatapan putus asa.
Yah, Armando merasa sangat sedih menerima sebuah kenyataan. Bahwa ternyata Natalia telah meninggal dan membawa serta bayi mereka berdua. Walaupun saat itu, Armando melakukannya dengan marah dan emosi. Tetapi dia sangat mencintai Natalia. Oleh sebab itu, Armando merasa sangat sedih dengan kematian Natalia tersebut.
"Memangnya sudah berapa tahun, aku menjadi sahabatmu Armando? Sehingga kamu tidak bisa percaya kepadaku? Aku ini sahabat kamu, yang selalu ada di samping kamu, dalam setiap situasi dan kondisi kamu. Aku hanya ingin tahu, apa yang terjadi sehingga aku bisa mengambil keputusan, apabila nanti tiba-tiba saja Polisi datang menemuiku!" ucap Siwon dengan serius.
"Polisi? Apa maksudmu dengan Polisi? Kenapa kau bawa-bawa polisi dalam masalah ini?" tanya Armando tampak sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Siwon, sahabatnya.
"Ya, Armando! Polisi! oOang tua Natalia telah melaporkan masalah Natalia yang hamil itu. Dan sekarang, mereka sedang mencari laki-laki yang telah membuat Natalia hamil!" ucap Siwon sambil duduk di samping Armando.
"Apakah aku akan dipenjara? Kalau sampai penyelidik mengetahui bahwa akulah yang telah membuat Natalia hamil?" tanya Armando kalut.
"Memang aku yang telah memperkosa Natalia. Aku saat itu, sangat kalut sekali. Ketika mendengar pengakuan Natalia, bahwa dia akan menikah dengan pria Indonesia. Sungguh, aku tidak ingin kehilangan Natalia. Aku sangat mencintainya. Aku berpikir saat itu, apabila aku sudah mengambil kesuciannya, dia pasti akan memilih untuk bersamaku. Tetapi, Natalia bersikeras ingin berbakti kepada kedua orang tuanya. Dan dia malah memilih untuk pergi meninggalkan aku. Walaupun aku telah mengambil kesuciannya." Armando menarik nafas dalam-dalam.
"Saat itu aku benar-benar gelap mata, Siwon! Sungguh! Aku sama sekali tidak ingin membuat Natalia hidup menderita saat itu! Yang aku inginkan, hanya membuat Natalia tetap bersama dengan diriku!" ucapnya sambil meraup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Maafkan aku Armando! Apakah kau mau mendengarkan saranku? Saran dari seorang sahabat, untuk kamu!" tanya Siwon sambil memegang bahu sahabatnya yang tampak sangat frustasi.
"Saran apa? Kalau aku sanggup, aku akan melakukannya. Aku pasti akan melakukannya. Aku tidak ingin dihantu rasa bersalah ini. Aku sangat mencintai Natalia. Dan aku pasti akan bertanggung jawab, kalau memang aku harus bertanggung jawab untuk kematiannya!" ucap Armando menatap mata sahabatnya.
"Serahkanlah dirimu ke kantor polisi Armando dan akui perbuatanmu, yang telah memperkosa Natalia. Saya yakin, apabila kamu melakukan hal itu, kedua orang tua Natalia pasti akan merasa terharu. Dan, mungkin saja, kalau hukumanmu akan dikurangi. Karena kesadaran kamu menyerahkan diri sendiri kepada pihak yang berwajib!" ucap Siwon hati-hati.
Armando tampak berpikir sejenak, mencerna apa yang sedang dikatakan oleh sahabatnya itu. Armando menutup kedua matanya, kemudian menarik nafas dalam-dalam dan menghempaskannya dengan kasar.
__ADS_1