
"Tadi kau pergi dari kelas dengan emosi yang seperti itu. Aku khawatir padamu makanya aku meninggalkan mereka dengan memberikan tugas!" ucap Prabowo mencoba menjelaskan situasinya saat ini kepada Siska.
"Kau seorang dosen yang buruk kau tidak bisa membedakan urusan pribadi dan urusan profesional kau meninggalkan kelasmu hanya untuk mengejarku!" ucap Siska menatap sinis ke arah Prabowo.
"Aku mendaftarkan diriku untuk mengajari sana, adalah demi mendekatimu. Lalu untuk apa aku di sana Kalau tidak ada kamu?" ucap Prabowo sambil tersenyum kepada Siska.
Sementara Siska hanya memutar bola matanya dengan malas, ketika dirinya mendengar pengakuan yang begitu Jujur dari seorang Prabowo.
"Apa kau tahu Siska? Kenapa aku sampai nekat untuk kembali menjadi seorang dosen? setelah hampir beberapa tahun aku meninggalkannya dan fokus dengan perusahaan kedua orang tuaku?" tanya Prabowo sambil menatap Siska.
"Kenapa?" tanya Siska mulai tenang saat ini air matanya sudah berhenti karena pembicaraan bersama Prabowo sedikit menghibur hatinya.
"Karena aku sedang memperjuangkan cinta yang ada di dalam hatiku!" ucap Prabowo sambil menatap Siska yang sedang menatapnya.
"Kau jangan bicara aneh Aku tidak mengerti apa yang kau katakan!" ucap Siska kemudian bangkit dari duduknya dan meninggalkan Prabowo di sana.
Prabowo mengikuti kemanapun Siska pergi dan Setelah itu mereka pergi makan siang bersama menggunakan mobil Prabowo.
Bejo menyaksikan semua kejadian itu dari kejauhan. Dia merasakan rasa sakit di hatinya ketika melihat Siska berjalan beriringan bersama calon suaminya.
"Aku rasa ini adalah jalan paling baik di antara kita semua. Aku berharap semoga kau bisa bahagia bersama dia dan aku akan berusaha untuk mengikhlaskanmu!" ucap Bejo dengan mata yang berkaca-kaca.
Setelah Siska dan Prabowo meninggalkan taman, Bejo pun kembali melanjutkan pekerjaannya. Dengan perasaan yang Kau cobalah tentu saja.
Sampai sore, Bejo melanjutkan pekerjaan itu. Setelah merasa lelah dan jam kerjanya selesai, dia pun kembali ke apartemennya dan memeriksa kembali berkas-berkas yang dikirimkan oleh asistennya melalui email.
__ADS_1
Bejo tampak sangat menikmati. Apa yang sedang dikerjakannya saat ini. Setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut, dia pun kemudian memutuskan untuk mandi karena tubuhnya sudah sangat lengket setelah bekerja seharian di udara yang panas dan alam terbuka.
Setelah merasakan tubuhnya segar, Bejo pun kemudian pergi ke dapur dan memasak untuk dirinya sendiri hanya makanan sederhana sekedar pengganjal perut.
Setelah merasa kenyang, Bejo kemudian membaringkan tubuhnya untuk sekedar melepaskan rasa lelah setelah bekerja seharian.
Ketika mendengar suara adzan maghrib, Bejoun kemudian mengambil air wudhu dan kemudian salat. menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Setelah itu Bejo membuat kopi dan mau menikmatinya di balkon kamarnya.
Uang kompensasi yang diberikan oleh keluarga Suganda, agar dirinya mau melepaskan Arini dari pernikahan mereka. Lumayan besar jumlahnya. Sehingga bisa digunakan oleh Bejo walaupun beberapa tahun tidak bekerja.
Tetapi Bagio mengelola keuangannya dengan baik. Dia selalu menyisihkan beberapa persen pendapatan perusahaannya dan disumbangkan kepada panti asuhan.
Bejo sekarang benar-benar menjalani kehidupannya yang bersih dan tidak pernah menginjakkan kaki lagi di klub malam maupun menyentuh perempuan-perempuan di sana. Perpisahannya bersama Arini telah benar-benar menyadarkan dirinya untuk memulai hidup baru.
Ketika dia sedang menyalakan televisi, tiba-tiba saja ada berita kecelakaan sebuah kecelakaan sebuah kapal pesiar yang sedang berlayar menuju Vietnam.
Mata Bejo menatap lurus ke televisi dan mengikuti semua berita yang disampaikan oleh reporter yang melaporkan kejadian tersebut.
Mata Bejo seketika langsung menitikkan air matanya ketika melihat nama yang tertera sebagai korban dari kecelakaan tersebut.
Arini Suganda dan Reynaldi Bramantyo. Dua nama tersebut adalah korban dari kecelakaan tersebut seketika Bejo langsung lemas seluruh tubuhnya seperti tidak bertenaga.
" Ya Tuhan! Apa yang terjadi dengan mereka? Bukankah mereka sedang menikmati bulan madu kenapa malah terjadi kecelakaan itu?" ucap Bejo dengan berlinang air mata.
__ADS_1
"Saat ini jenazah keduanya masih belum bisa ditemukan, tetapi kapal yang mengalami kecelakaan tersebut sudah berhasil diidentifikasi. Bahwa itu adalah kapal pesiar milik Reynaldi Bramantyo yang sedang melakukan perjalanan bulan madu Bersama sang istri tercinta Arini Suganda!" itulah berita yang disampaikan oleh reporter yang seketika langsung membuat Bejo lemas seketika.
"Oh Tuhanku! Apa yang kau tunjukkan ini mengapa mereka harus mengalami nasib strategis itu seharusnya mereka hidup bahagia menjalani kehidupan berumah tangga dalam cinta kasih mereka berdua!" ucap Bejo dengan lirik air matanya terus mengalir tidak mau berhenti.
Bejo terus memperhatikan ke arah televisi dan melihat semua laporan yang diberikan oleh reporter tersebut mengenai kecelakaan kapal pesiar itu.
Rupanya kapal pesiar itu menabrak sebuah batu karang, sehingga terbelah menjadi dua. Dan korbannya sampai sekarang belum ditemukan.
Bejo terus menatap serpihan kapal pesiar tersebut yang hancur berantakan yang kini sedang di evakuasi oleh tim SAR. mereka masih berusaha untuk mencari jenazah dari Arini dan juga Reynaldi.
Setelah berita itu selesai, Bejo pun kemudian mematikan televisinya. Dia pun berusaha untuk menelpon keluarga Suganda dan mengkonfirmasi hal tersebut.
"Assalamualaikum, Tuan. Saya ingin bertanya mengenai berita yang tadi saya saksikan di televisi Apakah itu benar?" tanya Bejo dengan tersekat suaranya di tenggorokan karena dia sedang menahan kesedihan di hatinya.
"Waalaikumsalam Bejo! berita di televisi itu memang benar sampai saat ini kami belum menemukan jenazah hari ini maupun Renaldi mereka masih dinyatakan hilang oleh tim SAR!" ucap ayahnya hari ini dengan air mata yang semakin deras di pipinya.
"Anda sekarang ada di mana Tuan?" tanya Bejo dengan suara gemetar.
"Saya saat ini sedang ada di lokasi kejadian saya masih menunggu berita tentang jenazah Arini dan Reynaldi. Emangnya ada apa Bejo?" tanya ayahnya Arini tampak terheran.
"Tuan anda di sana bersama siapa?" tanya Bejo lagi. ayahnya Arini menghembuskan nafasnya kemudian menjawab pertanyaan Bejo dengan pelan.
"Saya di sini bersama dengan keluarga Bramantyo. Kami sama-sama sedang menunggu kabar tentang jenazah keduanya!" ucap ayahnya Arini kemudian menutup telepon tersebut.
Mendengarkan hal yang diceritakan oleh ayahnya Arini. Hati Bejo semakin sakit rasanya. Dia merasakan kesedihan saat ini. Ketika melihat nasib Arini dan suaminya yang kini tidak jelas ada di mana.
__ADS_1
"Aku akan ke sana juga. Aku tidak bisa hanya duduk menunggu di sini. Aku harus berusaha membantu untuk mencari mereka!" Bejo pun memutuskan hal itu kemudian dia mengambil kunci mobilnya dan segera meluncur ke arah bandara untuk segera pergi ke Vietnam.
Setelah sampai di sana, Bejo langsung menemui ayahnya Arini, yang menyambutnya dengan air mata.