
"Cansu di mana Farel?" tanya ibu mertuanya, yang merupakan ibu kandung dari Reynaldi.
" Mas Farel sedang istirahat mah dengan Mas Bejo di kamar itu! Biarkan saja, Mah! Jangan ganggu mereka, kasihan mereka. Sejak kemarin mereka belum tidur sama sekali. Mereka Pasti sangat lelah!" ucap Cansu mencoba untuk memberikan keterangan kepada Ibu mertuanya.
"Mama tidak akan mengganggu istirahat mereka mama hanya ingin bertanya apakah untuk acara tahlilan sudah siap?" tanya ibunya Reynaldi kepada Cansu.
"Sudah Mah, tadi saya yang sudah mengatur semuanya. Mama tidak usah khawatir. Mama bisa istirahat dulu, jangan terlalu lelah, wajah mama pucat sekali loh!" Cansu sambil membimbing mertuanya untuk masuk ke salah satu kamar yang ada di rumah itu.
"Di mana orang tuanya Arini? Kenapa sejak tadi siang Mama tidak bertemu dengan mereka?" ibunya Reynaldi.
"Ibunya Arini terus jatuh pingsan sejak kedatangan jenazah tadi. Jadi sekarang dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif! ayahnya Arini menemani istrinya di rumah sakit." ucap Cansu menerangkan kejadian yang sedang terjadi di rumah itu.
Ketika Cansu melihat Rukmana lewat di depannya dia pun memanggilnya.
" Rukmana! Tolong bantu saya untuk mengawasi acara Tahlilan nanti malam, karena semua orang sangat kelelahan. Di sini Saya hanya bisa mengandalkanmu!" ucap Cansu semua minta bantuan kepada Rukmana.
" Kamu tidak usah khawatir cansu Saya pasti akan membantu karena bagaimanapun juga tuan Renaldi itu kan masih keluarga kita! Adik iparmu!" setelah mengatakan itu Rukmana kemudian pergi ke belakang dan mengatur para pekerja untuk mempersiapkan kue-kue dan makanan untuk acara nanti malam.
Setelah salat Isya penduduk sekitar kediaman keluarga Suganda, sudah mulai berdatangan untuk menghadiri acara tahlilan untuk mengirimkan doa untuk Arini dan Reynaldi.
Tampak Siska dan kedua orang tuanya pun hadir di acara tersebut. Prabowo pun tidak ketinggalan selalu berada di samping Siska, sehingga membuat Bejo merasa tidak nyaman melihatnya.
"Saya akan membantu di belakang!" ucap Bejo kemudian meninggalkan Farel dan Rukmana yang sedang bergabung dengan para jamaah yang lainnya.
Sebenarnya, Bejo hanya berusaha untuk menghindari pertemuan antara dirinya dengan Siska dan Prabowo yang menyakitkan hatinya.
Siska tampak mengikuti kepergian Bejo dan menemuinya di belakang.
" Kenapa sejak tadi, aku perhatikan, kamu selalu menghindariku? Apakah kamu memiliki masalah denganku?" tanya Siska kepada Bejo.
__ADS_1
"Kau jangan mengada-ngada aku tidak menghindarimu aku hanya sedang membantu orang dapur untuk menyiapkan acara ini!" ucap Bejo dengan suara gemetar.
"Aku tahu siapa kamu. Jadi kamu jangan berbohong!" ucap Siska sambil menarik tangan Bejo ke arahnya.
Tiba-tiba saja, Prabowo memanggil Siska, sehingga membuat Siska terkejut.
" Ada apa kau memanggilku bikin kaget orang saja?" protes Siska ketika melihat Prabowo mendekatinya.
Prabowo tampak tersenyum ke arah Bejo yang kini menundukkan kepalanya. Bejo merasa tidak sanggup untuk berhadapan dengan calon suami Siska.
"Mama sama papaku, mencarimu!" ucap Prabowo kepada Siska Sambil mencoba untuk menggenggam tangannya.
Siska yang saat itu memang sedang marah kepada Bejo, dia tidak menolak ketika Prabowo menggenggam tangannya.
Siska kemudian mengikuti Prabowo untuk bertemu dengan kedua orang tuanya. antara berjuang hanya menatap kepergian mereka berdua dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ampunkan dosa-dosa hamba ya, Allah! Dan berikanlah kekuatan kepada hamba menerima semua cobaan ini!" Bejo berdoa.
" Mas Bejo, Ayo cepat ke sini, bantu saya untuk mengeluarkan hidangan hidangan itu. Acara sudah mau selesai." ucap Rukmana memanggil Bejo.
Bejo langsung menghapus air matanya, kemudian mengikuti Rukmana untuk membantunya mengurus acara tersebut.
Setelah acara tahlilan selesai, Bejo pun akhirnya berpamitan kepada Farel untuk pulang ke rumahnya.
Bejo mengetahui bahwa ayah dan ibunya Arini sekarang sedang ada di rumah sakit, karena ibunya Arini yang kondisinya jatuh, drop, setelah mengetahui kematian putrinya yang begitu mengenaskan.
" Terima kasih banyak, Mas Bejo sejak di Vietnam sampai ke Jakarta sudah banyak sekali membantu kami!" ucap Farel berterima kasih kepada Bejo.
"Jangan begitu, bagaimanapun Arini dulu pernah menjadi istri saya. Saya pun tidak tega kalau tidak ada yang mengurus acara tahlilan ini, mengingat kedua orang tuanya yang kondisinya jatuh, betul-betul jatuh." ucap Bejo kepada Farel.
__ADS_1
" Baiklah saya permisi dulu takutnya nanti kemalaman sampai ke rumah!" kemudian setelah berpamitan Bejo pun pergi dari kediaman Suganda.
Ketika sampai di parkiran dan hendak masuk ke mobilnya, tiba-tiba saja Bejo melihat bahwa Siska sedang berduaan dengan Prabowo. Entah apa yang sedang mereka bicarakan.
Bejo berusaha untuk mencoba untuk bersikap acuh dan tidak memperdulikan mereka berdua. Bejo turus saja lurus menuju ke mobilnya.
Saat Bejo melintasi Siska dan Prabowo yang sedang asyik mengobrol. Bejo lurus saja tidak menyapa ataupun melirik mereka berdua.
"Mau pulang mas?" tiba-tiba saja Prabowo menyapa Bejo yang saat ini sedang membuka pintu mobilnya dan bersiap untuk pulang.
" Iya Mas. Kenapa kalian belum pulang? Ini sudah malam?" kata Bejo mencoba untuk tersenyum kepada Siska dan Prabowo.
" Kami sedang menunggu kedua orang tuaku untuk bisa pulang bersama!" Prabowo yang menjawab pertanyaan itu.
"Ya sudah, kalau begitu! Saya duluan ya? Rasanya Saya sudah mengantuk sekali saja Kemarin saya belum tidur!" ucap Bejo tanpa melirik ke arah Siska. Matanya hanya tertuju kepada Prabowo yang bersikap manis kepadanya.
"Hati-hati Mas, di jalan jangan ngebut-ngebut. Apalagi tadi habis hujan.Jalanan pasti sangat licin!" Prabowo sambil tersenyum kepada Bejo. Bejo hanya melirik sekilas ke arah Prabowo kemudian dia langsung naik ke mobilnya dan melaju dengan kencang menuju apartemennya.
" Kenapa di antara semua orang aku harus bertemu dengan mereka di sana? Sungguh sangat menyebalkan sekali!" keluh Bejo di dalam hatinya.
Setelah sampai di rumahnya, Bejo pun kemudian langsung mandi dan beristirahat. Karena besok dia harus kembali capek dan lelah untuk menyambut kedatangan mantan kedua mertuanya dari rumah sakit.
"Semoga ayah dan ibunya Arini, bisa tabah dan mampu menerima kenyataan ini!" ucap Bejo kepada dirinya sendiri.
Bejo merasakan banyak penyesalan dalam hidupnya. Selama menjadi suaminya Arini, dirinya hanya menyakiti Arini dan tidak pernah memberikan kebahagiaan padanya.
Penyesalan terbesar dari Bejo adalah karena dia belum pernah meminta maaf kepada Arini secara langsung atas semua kesalahannya di masa lalu. Hal itu membuat sesak hatinya.
" Penyesalan memang selalu datang terlambat itu adalah benar!" ucap Bejo dengan lirik kepada dirinya sendiri.
__ADS_1