
"Kalau aku menyerahkan diri ke kantor polisi. Bagaimana dengan kedua orang tuaku? Mereka Pasti sangat kecewa terhadapku. Bagaimanapun, aku tuh satu-satunya penerus keluarga mereka. Apa Kau mengerti bisa bagaimana perasaanku saat ini?" tanya Armando saat menatap mata sahabatnya. Siwon tampak menatap Armando dengan lekat. Siwon menaikkan alisnya, lalu berkata.
"Seharusnya kau memikirkan hal seperti itu, sebelum kau melakukan hal yang akhirnya merugikan semua orang. Apa kau juga memikirkan? Bagaimana perasaan kedua orang tuanya Natalia, harus menerima kenyataan, Putri mereka satu-satunya, kini malah meninggal. Dan, itu semua karena kamu. Sebagai seorang laki-laki sejati, kamu harus berani bertanggung jawab dengan perbuatan kamu. Jangan cuma lari. Seperti seorang pengecut! Itu bukan laki-laki Armando!" Siwon terus berusaha untuk menasehati sahabatnya yang tampak frustasi.
"Ya udah, kamu istirahat saja dulu ya? Saat ini, aku akan kembali ke Korea saja. untuk menghindari introgasi dari polisi. Karena jujur, aku pun Dilema sekali. Aku tidak bisa berbohong, tetapi aku juga tidak bisa jujur terhadap penyelidik. Jadi, aku memutuskan untuk kembali ke Korea saja, agar aku terlepas dari permasalahan ini!" ucap Siwon. Armando menatap mata sahabatnya.
"Lalu, bagaimana dengan kuliah kamu? Bukankah hanya tinggal sebentar lagi? Sayang rasanya kalau ditinggalkan. Orang tuamu pasti akan kecewa dengan keputusanmu itu, Siwon!" ucap Armando, tampak keberatan dengan Siwon.
"Tapi, kalau aku tetap di sini, pasti pihak kepolisian akan mencariku. Apakah kamu pikir? Aku bisa berdiri di antara kamu dan almarhum Natalia? Sudahlah, Armando, tidak apa-apa! Aku bisa mengulang tahun depan kuliahku, saat ini, aku akan mengambil cuti dulu. Sekalian aku mau istirahat dulu. Untuk belajar cara mengelola perusahaan keluargaku. Kamu nggak usah khawatirkan tentang aku. Yang penting sekarang, kamu pikirkan, bagaimana kamu akan bertanggung jawab kepada keluarganya Natalia." ucap Siwon sebelum pergi meninggalkan Armando di apartemennya.
Setelah kepergian Siwon, Armando tampak termenung sendiri di kamarnya. Saat ini, perasaannya memang sedang kacau balau. Bingung harus memikirkan dan memutuskan. Bagaimana dirinya akan bertindak ke depannya. Apakah dia akan menuruti nasehat sahabatnya, untuk menyerahkan diri ke kantor polisi? Ataukah dia akan kabur dan melepaskan diri begitu saja dari kasus Natalia?
Armando menggeram kesal, marah dengan dirinya sendiri. Kenapa dulu, dia begitu teledor dan sembrono sekali, memperkosa seorang Natalia, wanita yang dia cintai.
Setelah merasa lelah dengan pikirannya sendiri. Akhirnya, Armando memutuskan untuk menyerahkan dirinya ke kantor polisi saja. Karena dia pun merasa sudah tidak sanggup lagi, untuk menanggung beban rasa bersalahnya, karena telah mengakibatkan kematian Natalia.
"Bro, saya sudah memutuskan. Kalau saya akan menyerahkan diri saya ke kantor polisi. Kamu, bisa melanjutkan kuliahmu. Tolong, jngan kecewakan kedua orang tuamu. Cukuplah saya saja, yang menyakiti hati kedua orang tua saya. Dengan perbuatan buruk saya. Lanjutkanlah kuliahmu dan buat buatlah, bangga semua keluargamu!" ucap Armando di telpon.
"Bro, gue ke tempat loe! Akan gue temani elo, saat pergi ke kantor polisi!" ucap Armando.
__ADS_1
"Gak usah, Bro! Aku bisa berangkat sendiri kok. Kamu jangan melibatkan diri dalam kasus ini. Aku tidak mau kalau nanti kamu terlibat juga dalam masalahku ini. Fokuslah dengan kuliahmu. Jangan pikirkan masalahku. Ini akan menjadi tanggung jawabku sendiri, karena memang, aku yang sudah berbuat. Jadi, aku yang akan bertanggung jawab!" ucap Armando yakin.
"Kamu pikir, aku bisa tenang kuliah? Dengan memikirkan kamu? Sudahlah Armando, kita ini kan, sahabat! Aku tidak akan meninggalkan kamu sendiri dalam kondisi seperti ini. Percayalah! Aku akan membantu kamu. Aku akan mencarikan pengacara yang bagus buat kamu. Agar kasusmu bisa lebih ringan hukumannya. Oke? Kamu nggak usah khawatir. Aku akan selalu ada di sisi kamu, sebagai sahabat kamu!" Siwon berusaha menghibur sahabatnya. Armando tampak menarik nafas dalam-dalam. "Terimakasih, Bro!" hanya itu yang mampu dia ucapkan saat ini kepada sahabatnya.
"Ya udah, kamu, tunggu di situ ya? Aku balik lagi. Untung saja, aku belum pergi jauh dari apartement kamu. Kapan kamu mau menyerahkan diri ke kantor polisi?" tanya Siwon. Mengkonfirmasi waktu kepada Armando.
"Aku akan menyerahkan diri sekarang juga. Udahlah, kamu nggak usah ke sini. Aku sekarang mau berangkat ke kantor polisi. Ya, udah ya? Kamu hati-hati pulangnya. Jangan pikirin masalah Aku. Kamu istirahat saja di rumahmu!" setelah mengatakan hal itu, Armando pun kemudian menonaktifkan ponselnya. Sehingga membuat Siwon merasa khawatir kepada sahabatnya itu.
Visualisasi Siwon, Sahabatnya Armando
Benar saja. Apa yang dipikirkan oleh Siwon. Tampak di sana, Armando sedang menyerahkan dirinya ke kantor polisi. Saat ini, polisi sedang mengintrogasi Armando. Mengenai kasus yang sedang dihadapi olehnya. Mengenai pemerkosaan seorang Natalia, yang akhirnya memutuskan untuk bunuh diri karena putus asa dengan kehamilannya.
Tampak Armando yang wajahnya sangat kusut saat itu. Setelah menjalani pemeriksaan hampir selama 3 jam lebih, akhirnya diputuskan Armando untuk masuk ke sel tahanan untuk sementara. Sambil menunggu kedua orang tuanya Natalia untuk mengkonfirmasi kasus tersebut.
"Karena ini sudah larut malam, kami tidak bisa untuk menghubungi kedua orang tuanya Natalia saat ini. Kita tunggu besok pagi. Sehingga kita bisa memutuskan masalah kasus ini. Apakah akan ditempuh secara damai atau secara hukum. Sekarang kau masuk dulu ke sel tahanan. Introspeksi kesalahanmu di sana. Syukur-syukur, kalau mereka bisa menerima permohonan damai. Kalau tidak ya, kau harus bersiap-siap untuk meringkuk di penjara. Dan menunggu pengadilan yang akan memutuskan hukumanmu!" ucap Penyelidik yang sedang mengintrogasi Armando saat ini.
"Terimakasih, Pak!" ucap Armando pelan.
__ADS_1
"Kamu bisa menghubungi pihak pengacara, untuk membela kasus mu ini. Jangan sampai, nanti kamu hanya berjuang sendirian. Karena pihak korban, sudah menggandeng tiga orang pengacara untuk menuntut kamu di pengadilan nanti." ucap Penyelidik tersebut.
"Jangan khawatir, Pak! Saya akan mencarikan pengacara terbaik untuk sahabat saya ini!" ucap Siwon, sudah berada di antara mereka berdua.
"Baiklah! Kalian bisa bicara sebentar. Tapi Ingat! Tidak boleh lama-lama. Karena ini sudah larut malam, semua petugas juga ingin istirahat. Dan kamu, sebaiknya besok, suruh datang pengacara yang akan kamu tunjuk untuk mendampingi sahabatmu. Ya, setidaknya saat kedua orang tua korban datang ke sini. Pengacaranya harus sudah ada. Jangan sampai, nanti dia tertekan oleh pihak korban!" ucap Petugas tersebut, lalu pergi meninggalkan Siwon dan Armando.
"Kamu tenang saja! Aku pasti akan mencarikan seorang pengacara yang terbaik buat kamu. Oke? Sekarang kamu istirahat di sana. Baik-baiklah di sana! Jangan bikin masalah. Supaya nanti hukuman kamu tidak bertambah dengan tuntutan baru. Baik-baiklah, dan tolong, jaga sikapmu di dalam sana!" setelah memberikan wejangan panjang dan lebar kepada sahabatnya, Siwon pun akhirnya kembali ke rumahnya.
"Terimakasih, Bro!" Siwon dan Armando akhirnya saling berpelukan. Armando menangis terharu dengan kesetiaan seorang Siwon. Yang mau berada di sisinya dalam keadaan titik terendahnya saat ini.
Siwon berusaha menelpon beberapa pengacara kenalannya untuk bisa membantu Armando dalam menangani kasus tersebut. Setelah memastikan mendapatkan seorang pengacara untuk sahabatnya, baru Siwon bisa tidur nyenyak.
Keesokan harinya, setelah ketua orang tuanya Natalia mendapatkan telepon dari penyelidik, mengenai Armando yang sudah menyerahkan diri. Mereka pun langsung menghubungi pengacara mereka, dan pergi ke kantor polisi bersama-sama. Mereka akan memastikan bahwa Armando akan dihukum seberat-beratnya. Karena mereka tidak rela putrinya mati begitu saja tanpa ada yang bertanggung jawab.
"Anda beruntung, Pak! Tersangka yang ada di diary Putri bapak. Sekarang berada di sel tahanan. Semalam, dia menyerahkan dirinya sendiri ke kantor polisi ini, untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah dia lakukan terhadap Putri kalian!" lapor penyidik tersebut.
"Apakah itu benar? Bahwa dia adalah Armando laki-laki yang telah memperkosa putri saya?" tanya ibunya Natalia, setelah berhadapan dengan tersangka kasus perkosaan Anak mereka. Armando sangat tampan dan gagah.
" Benar Pak! Dia sendiri yang datang ke sini. Kami sudah nanyai dia selama 3 jam tadi malam. Dan, dia mengakui semua perbuatan yang dilakukan terhadap Putri kalian Emangnya kenapa apakah ada masalah?" ucap kepala penyelidik tersebut menjelaskan kepada kedua orang tuanya Natalia. Perihal penyerahan diri seorang Armando yang dilakukan secara sukarela.
__ADS_1
" Tidak, tidak, tidak! Kami tidak ada masalah. Kami, hanya merasa terkejut saja, kalau pria Brengsek itu benar-benar menyerahkan dirinya sendiri ke kantor polisi dan mengatakan akan bertanggung jawab atas kematian putriku!" ucap ayahnya Natalia, masih tetap tidak pernah percaya terhadap kenyataan ini.