Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
85. Perjodohan


__ADS_3

Keesokan harinya terjadi pertemuan antara dua keluarga yaitu keluarga Abimanyu dan keluarga Suganda.


"Jangan kau buat malu keluarga kita dengan berbuat tingkah aneh-aneh!" ancam ayahnya Suganda kepada dirinya.


"Sudah Nak terima saja! Mungkin ini adalah takdir kalian berdua tidak bersatu dalam pernikahan. Sudahlah!" ucap ibunya Suganda mencoba untuk membuat putranya bisa tersenyum dan menerima niat ayahnya untuk menjodohkan Suganda dengan keluarga Abimanyu. Putri dari sahabat ayahnya.


Pertemuan pun dimulai



visualisasi Amanda Abimanyu


Satu persatu keluarga Abimanyu masuk ke ruangan yang sudah disewa oleh keluarga Suganda.


Suganda hanya bisa merindukan kepalanya karena dia benar-benar tidak senang dengan apa yang sedang direncanakan oleh ayahnya saat ini sampai pada akhirnya masuk seorang gadis yang menarik perhatian Suganda.


"Amanda?" tanpa diduga ucapan itu langsung lolos dari mulut Suganda.


"Suganda? Apa kabarmu?" tanya Amanda dengan wajah sumringahnya begitu bahagia bertemu dengan seseorang yang pernah dia kenal sebelumnya.


"Kabarku baik. Loh kenapa kok bisa ada di sini?" tanya Suganda kebingungan melihat teman satu kkn-nya ada di dalam ruangan tersebut.


Suganda dan Amanda adalah satu tim di KKN yang kemarin mereka kerjakan mereka satu tempat kuliah tetapi beda fakultas mereka dipertemukan saat KKN bersama di sebuah desa yang sangat asri dan juga cantik di daerah Indramayu.

__ADS_1


"Kalian sudah mengenal satu sama lain?" tanya ayahnya Suganda tampak bahagia melihat keakraban putranya dengan calon menantunya.


"Om kami satu tim ketika KKN kemarin!" ucap Amanda sambil tersenyum melirik sekilas kepada Suganda yang kembali murung setelah mendengarkan ayahnya bicara.


" Jadi kalian satu tim ketika KKN? Wah Om tidak tahu!" tiba-tiba wajah ayahnya Suganda mengkerut karena dia Mengingat bahwa di tempat KKN itu ada kekasih putranya dan saat ini sedang hamil.


'Jangan-jangan Amanda tahu tentang perempuan desa. itu Wah! Bagaimana ini? bisa gagal Perjodohan ini!' batin ayahnya Suganda sambil terus melihat kepada putranya yang saat ini masih mengobrol baik dengan Amanda.


Setelah semua keluarga inti masuk ke dalam ruangan itu akhirnya pertemuan pun dimulai secara lebih serius lagi.


mereka mendatangi tempat itu adalah untuk membicarakan tentang rencana Perjodohan antara keluarga Suganda dan keluarga Abimanyu.


" Baiklah saya bisa melihat bahwa putra-putri kita sudah saling mengenal satu sama lain Saya rasa tidak akan ada masalah untuk masalah Perjodohan ini!" sontak Amanda dan Suganda terkejut mendengarkan omongan dari ayahnya Amanda.


Sebenarnya Amanda datang ke tempat itu dengan dibohongi oleh ayahnya mengatakan kalau mereka hanya akan membicarakan tentang urusan bisnis keluarga bukan membicarakan masalah perjodohan.


Jadi tidak heran kalau sekarang Amanda datang kebingungan ketika mendengar ayahnya berbicara tentang perjodohan.


"Papa jangan mengada-ngada deh! Kita tidak membicarakan masalah perjodohan sebelumnya kan? Kenapa pertemuan ini jadi acara perjodohan?" protes Amanda tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh keluarganya yang sudah menipu dirinya untuk hadir di pertemuan itu.


"Benar saya juga tidak setuju dengan Perjodohan ini. Ayo Amanda kita keluar saja dari ruangan ini biarkan saja mereka yang menikah!" Suganda dan Amanda sudah bersiap untuk keluar dari ruangan itu sampai akhirnya Ayah Amanda berkata.


"Silakan kau berani melangkahkan kaki dari ruangan ini. Maka kau akan papa hapus dari KK keluarga kita dan silakan kau menjadi gembel di jalanan!" ucap ayahnya Amanda dengan nada yang keras sehingga membuat Amanda sedikit Limbung dan hampir jatuh.

__ADS_1


Seandainya Suganda tidak memegang tangannya Mungkin dia sudah terjatuh sejak tadi.


"Kau juga Suganda! Kau bisa meninggalkan ruangan ini. Tapi kau ingat,bahwa kami akan menghapusmu dari kakak keluarga Suganda!" ancam ayahnya Suganda memberikan ancaman keras kepada putranya kalau menolak rencana Perjodohan mereka berdua yang sudah diatur oleh dua keluarga.


"Amanda tampaknya orang tua kita semuanya sudah tidak waras otaknya mereka memaksa kita untuk menikah dengan mengancam hal yang sama kepada kita!" ucap Suganda sambil melirik kepada Amanda sekilas.


"Gimana ini Suganda? Aku pun tidak mau kalau sampai dicoret dari KK keluarga. Apalagi sampai menjadi gembel di jalanan Aduh jangan deh aku nggak mampu!" ucap Amanda sambil melirik kepada Suganda yang saat ini sedang menatapnya juga.


Tampak keduanya memberikan kode masing-masing sehingga mereka bisa memahami apa yang ada di dalam pikiran masing-masing.


"Saya juga kalau disuruh jadi gembel tidak akan bisa. Saya sudah jadi orang kaya sejak lahir mana bisa saya jadi gembel?" ucap Suganda dengan lemas kemudian Suganda dan Amanda berbalik badan dan menatap keluarga mereka satu demi satu.


"Entah kenapa kalian semua memaksakan kami untuk menerima Perjodohan ini. Padahal kami berdua tidak saling mencintai. Saya tahu kalau Amanda pun memiliki kekasih yang dia sayangi. Begitu pula dengan saya tetapi kenapa kalian memaksakan kami untuk menikah!" ucap Suganda memberikan pidato kenegaraannya di hadapan keluarganya yang membuat kedua orang tua Mereka tampak takjub dengan orasi yang dibuat oleh Putra mereka.


"Wah kalau kau menggunakan kemampuan itu untuk mengurus perusahaan. Pasti perusahaan akan berkembang dengan pesat. Sayangnya kau menggunakan hal itu untuk hal yang buruk!" ejek ayahnya Suganda melihat putranya saat ini tampak begitu gagah sambil memegang tangan Amanda.


"Kami berdua memiliki kekasih yamg kami cintai masing-masing. Kenapa kalian memaksa kami untuk menikah? Apa kalian tidak tahu? Bahwa hal ini melanggar hak asasi manusia kami berdua bisa melaporkan kalian semua ke Komnas HAM!" ucap Amanda tidak kalah seru daripada Suganda sehingga membuat dua keluarga itu bengong telongong dengan perkataan Putri mereka.


"Amanda Kau bisa menggunakan kemampuan itu nanti kalau kau sedang sidang di pengadilan. Tetapi di keluarga ini, ayahlah yang menjadi pemegang Titah keputusan tertinggi!" ucap ayahnya Amanda dengan gagah seakan tidak gentar dengan ancaman putrinya yang akan melaporkan mereka ke Komnas HAM.


"Papa! Papa kok tega sekali sih? Kenapa tidak peduli dengan keinginan Amanda sih? Bagaimana mungkin Amanda bisa hidup bahagia kalau tidak menikah dengan laki-laki yang kucintai?" rajut Amanda dengan sikap manjanya pada ayahnya yang selama ini selalu memanjakannya dan menyayanginya.


"Hidup ini tidak semanis Korea drama ataupun sinetron Indonesia! Kau harus bangun dari sebuah kenyataan bahwa keluargamu pasti akan memilihkan yang terbaik untukmu untuk menjadi jodohmu!" ucap ayahnya Amanda tidak memperdulikan rayakan putrinya yang bahkan sekarang bergelayut manja di lengannya.

__ADS_1


"Sudahlah Amanda! Itu tidak mempan. Papa sudah final memutuskan untuk pernikahanmu bersama Suganda yaitu satu minggu dari sekarang. Kau sebaiknya bersiap-siap dan tidak usah bersikap manja seperti ini. Karena tidak akan mempan sama sekali!" ucap ayahnya Amanda kemudian dia duduk kembali di kursi yang tadi dia tempati.


__ADS_2