Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
93. Pernikahan Amanda dan Suganda


__ADS_3

Yuk Reader untuk mampir ke novel baru Authot ya. Novel ini author ikut sertakan untuk Tema "Air Mata Pernikahan" dengan sub tema "Menikah Dengan Musuhku"


Sedikit pengenalan tentang novel baru ya, biar Kakak-kakak jadi penasaran dan akhirnya baca novel baru author..


..." Ingin Rasanya Tukar Tambah"...


Deskripsi:


Eveline yang di jual oleh suaminya kepada seorang CEO yang telah tidak pernah dia kenal sebelumnya, harus berjuang mati-matian untuk bisa bertahan dalam kehidupan rumah tangga yang tanpa cinta. 


Suami Eveline memiliki hutang kepada CEO tersebut, jadi menyerahkan istrinya untuk membayar lunas hutang tersebut. Suami Eveline mempunyai hobby berjudi dan main perempuan.


Dia menjual Eveline setelah bercerai dengan istrinya, lalu menyerahkan sepenuhnya kepada pria tampan dan gagah tersebut, yang akhirnya diketahui oleh Eveline, bahwa pria itulah yang telah merencanakan kebangkrutan perusahaan keluarganya. 


Apakah Eveline mampu mempertahankan pernikahan keduanya bersama musuhnya tersebut?


Sinopsis


Suaminya Eveline yang mempunyai hobby berjudi dan main perempuan, menceraikan dirinya, lalu menjebak Eveline dengan seorang CEO yang berwajah tampan tapi jahat dan kejam. Sehingga mereka melakukan hubungan one night stand. 


Pria tersebut merasa suka dengan Eveline lalu meminta suaminya untuk memberikan mantan istrinya kepada dirinya, untuk dia jadikan seorang istri. Karena dia butuh seorang pewaris.


Pada akhirnya, Eveline menikahi CEO itu, yang ternyata adalah orang yang sudah menghancurkan perusahaan keluarganya. Apa yang akan Eveline lakukan? Untuk membalas dendam kepada suaminya yang jahat itu? Yuk simak kisahnya


Sekian dulu untuk promosi novel baru ya, kalau di taruh di pengumuman, harus mengulang terus informasi yang sama sampai 500 kata, jadi sengaja author taruh di bab untuk menghindari hal semacam itu. Author tunggu dukungan kakak-kakak ya, dengan like, komen, dan vote dan gift semampu kalian. Biar novel baru author bisa sukses juga.. Love you all reader..



Tampak keramaian di kediaman Amanda di mana keluarga Suganda sudah mulai berdatangan untuk melaksanakan pernikahan mereka berdua.

__ADS_1


"Akhirnya hari bahagia ini datang juga!" ucap ayahnya Suganda dengan tersenyum puas menatap kedua mempelai pengantin yang saat ini sudah bersanding di pelaminan.


"Iya Amanda dan Suganda benar-benar luar biasa mereka sangat cocok sekali menjadi pasangan pengantin!" ucap ayahnya Amanda merasa bangga dengan putrinya yang saat ini sedang bersanding dengan keluarga terkenal di kotanya. Bagaimanapun dia lebih menyukai Suganda daripada Herman yang seorang b******* dan mempermainkan putrinya.


"Bagaimana? Apakah kau sudah mengurus kekasihnya Suganda di kampungnya?" tanya ayahnya Amanda dengan nada serius kepada ayahnya Suganda.


"Kau tidak usah khawatir! Dia hanyalah gadis desa dan dia juga tidak tahu alamat Suganda di Jakarta, kau tidak usah khawatir!" ucap ayahnya Suganda sambil menatap tajam kepada besannya yang kini menganggukkan kepalanya.


"Baiklah aku percaya padamu tapi kau harus ingat aku tidak mau kalau putriku nanti bersedih gara-gara kekasih Suganda itu!" ucap ayahnya Amanda memberikan peringatan tegas kepada ayahnya Suganda.


Tampak Amanda dan Suganda kini sedang bercakap-cakap santai. Tampaknya mereka sudah bisa memahami dan juga menerima tentang pernikahan mereka berdua yang sudah diatur oleh keluarga besar mereka.


Amanda sudah menyadari bahwa memang saat ini hanya Suganda yang bisa dan layak menjadi suaminya Karena dia sudah benar-benar sangat sakit hati dengan kelakuan Herman laki-laki yang pernah dia cintai dengan sepenuh hatinya.


"Lalu bagaimana dengan Silvia? Apakah kau sudah mengurus dia?" tanya Amanda sambil menatap kepada suaminya yang tampak murung ketika dia menanyakan tentang perempuan yang ditemui oleh suaminya saat mereka menjalani KKN.


"Kau khawatir! Aku pasti akan membantumu untuk mengurus Silvia. Kau serahkan saja padaku!" ucap Amanda dengan mengulas senyum di bibirnya sehingga membuat Suganda merasa tenang dengan janji tersebut.


"Terima kasih atas kebaikanmu dan mohon maaf, karena aku sudah memberikan beban besar ke pundakmu!" ucap Suganda sambil menundukkan kepalanya merasa tidak enak kepada sang istri yang harus mengurus kekasihnya yang saat ini sedang hamil.


"Tidak apa-apa! Ini kan memang kesalahanku. Seharusnya saat ini kau menikah dengan Silvia. Akan tetapi karena kedua orang tua kita, akhirnya kita terjebak di sini!" ucap Amanda memberikan pengertian kepada Suganda mengenai situasi mereka berdua.


"Aku sekarang mengerti. Kenapa kedua orang tuaku memilihmu untuk menjadi istriku!" ucap Suganda melirik sekilas kepada Amanda.


"Kenapa?" tanya Amanda dengan tersipu.


"Karena kamu seorang gadis yang bijaksana dan kamu juga memiliki hati yang baik. Kau tidak marah sama sekali, ketika mengetahui Aku mempunyai kekasih dan bahkan sekarang dia sedang hamil anakku. Kau menyikapinya dengan begitu tenang dan aku senang sekali mengetahui hal seperti itu!" ucap Suganda dengan jujur mengutarakan perasaannya saat ini tentang Amanda.


"Aku hanya mencoba untuk berdamai dengan keadaan kita saat ini. Percuma juga sih, aku marah-marah padamu. Toh itu adalah bagian daripada hidupmu. Sekarang yang aku bisa lakukan hanyalah menerimanya dan mencoba untuk membantu semampuku!" ucap Amanda sambil menautkan jari-jarinya satu sama lain.

__ADS_1


"Aduh ini pengantin baru dari tadi hanya asik ngobrol berdua saja. Tidak peduli dengan tamu-tamu yang lain!" tiba-tiba saja seorang laki-laki muda yang tampan hadir di antara mereka sehingga membuat percakapan mereka terhenti.


"Ya ampun! Kenapa makhluk astral ini datang ke sini kau mau mengganggu pesta kami berdua?" tanya Suganda dengan nada Ketus tidak suka dengan kehadiran laki-laki itu di pesta pernikahannya.


"Aku datang bukan untukmu! Aku hanya ingin memberikan selamat kepada sahabatku Amanda!" pria itu yang langsung mendekati Amanda dan memberikan selamat kepadanya.


"Selamat ya Amanda! Semoga pernikahanmu bahagia dan semoga kau bisa menaklukkan singa liar itu menjadi kucing yang manis!" ucap pria itu sambil terkikik ketika dia melihat Suganda yang sudah mencet-mencak dengan apa yang dia katakan kepada Amanda.


"Siapa yang kau bilang singa liar huh? Kau! Dasar makhluk astral tak berguna, kau selalu ada di mana-mana. Kau cuma bikin ganggu saja!" ucap Suganda sengit sudah mengepalkan kedua tangannya siap untuk menghajar pria itu.


"Sudahlah Arnold! Kenapa kau selalu saja ribut dengan dia? Apa kau tidak puas sudah membuat keributan waktu acara perpisahan KKN?" ucap Amanda mengingatkan kepada sahabatnya Arnold. Untuk tidak membuat keributan di pesta pernikahannya bersama dengan Suganda.


"Ah kau tidak asik! Padahal senang loh menggoda dia kau Lihatlah wajahnya yang begitu memerah Bukankah itu sangat menarik?" ucap Arnold Sambil tertawa terbahak-bahak ketika melihat Suganda sudah hampir mendekatinya.


"Sudah nol! Cepat kamu turun sana. Kau makan aja. Saripada di sini kau mengganggu perasaan orang lain!" ucap Amanda mengusir Arnold dari pelaminannya agar menjaga perasaan Suganda saat ini.


"Heran sekali aku dengan laki-laki itu. Kenapa selalu saja mencari gara-gara denganku?" tanya Suganda sambil melirik kepada Amanda yang kini sedang menatapnya.


Para tamu-tamu undangan yang tadi memperhatikan keributan di pelaminan. Sekarang sudah mulai kembali ke habitat mereka masing-masing dan tidak peduli lagi dengan mempelai pengantin yang sedang asyik berdiskusi.


"Arnold memang punya sifat dan kelakuan seperti itu. Kau tidak perlu terlalu mengambil hati. Semakin kau marah-marah, maka dia akan semakin senang dan bahagia!" ucap Amanda memberitahukan tentang karakteristik sahabatnya itu.


"Dan kau sangat hebat sekali! Karena bisa bertahan dengan makhluk astral itu selama bertahun-tahun sebagai sahabatnya!" ucap Suganda sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Arnold itu hanya terlihat galak dan jahat di mulutnya. Tetapi dia seorang yang baik. kalau kau sudah dekat dengannya Kau pasti akan suka bergaul dengan dia!" ucap Amanda menerangkan tentang sahabatnya.


"Cih amit-amit! Aku dekat dengan makhluk astral seperti dia. Aku berdoa tidak pernah mengenalnya seumur hidupku!" ucap Suganda sambil mengetuk keningnya sebanyak tiga kali.


Amanda sampai tertawa terbahak-bahak ketika melihat kelakuan Suganda yang terlalu berlebihan itu di matanya.

__ADS_1


__ADS_2