Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
89. Aksi Cantik Amanda Dalam Balas Dendam


__ADS_3

Siang itu Herman mengajak bertemu Amanda di sebuah restoran. Amanda yang memang merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Herman. Akhirnya menyetujui permintaan itu.


Sebelum bertemu dengan Herman. Amanda memberikan lokasinya kepada Ayu. Agar Ayu melihat kebersamaan dirinya dengan Herman saat ini.


Berbagai rencana telah disusun oleh Amanda dalam rangka membalaskan rasa sakit hatinya atas pengkhianatan mereka berdua terhadap dirinya.


Amanda langsung Melambaikan tangannya ketika dia melihat Herman masuk ke restoran tempat mereka melakukan janjian.


Tidak jauh dari lokasi Herman. Tampak Ayu yang mengendap-ngendap mengikutinya di belakang Herman. Amanda hanya pura-pura tidak melihat kedatangan Ayu saat ini.


'Mari kita mulai pertunjukan yang sangat menarik ini!' batin Amanda sambil menerbitkan senyum licik di wajahnya.


'Ya Tuhan ampuni Baim! Gara-gara mereka hatiku sekarang menjadi kotor dan penuh dengan iblis yang ingin menghancurkan mereka!' batin Amanda dengan penuh kebencian kepada Herman.


"Halo sayang! Apa kabar? Apakah kau sudah lama menungguku?" ketika Herman berniat untuk mencium pipinya aman dan langsung menghindar secara refleks.


Herman mengerutkan keningnya karena tidak biasanya Amanda melakukan hal seperti itu.


Biasanya Amanda akan menyambut kedatangannya dengan penuh sukacita dan memeluknya dengan erat.


Tapi hari ini Herman merasa berbeda ada aura yang tidak biasa yang dia baca di wajah Amanda saat ini.


"Kabarku baik Maafkan aku Aku sedang flu aku takut kalau kamu nanti tertular kalau dekat-dekat denganku!" bisa membaca pikiran Herman yang merasa heran dengan dirinya yang tiba-tiba menghindar ketika dia ingin mencium pipinya.

__ADS_1


"Oh! Aku kira kamu tidak merindukanku. Aku ternyata salah. Jadi kau sedang sakit sayan Apakah kau sudah pergi ke dokter?" tanya Herman tanya Herman seperti begitu peduli terhadap Amanda sehingga membuat Amanda merasa jijik sekali ketika mendengar hal itu dari bibir Herman.


"Tidak apa-apa sayang! Ini hanya flu biasa aku kan tidak mungkin menolak keinginanmu untuk bertemu denganku ya bukan? Bagaimana kalau nanti aku menolakmu terus kau berselingkuh dengan seorang PELACUR maka aku akan kehilanganmu sayang!" ucap Amanda sambil menekankan kata pelacur di dalam kata-katanya.


Amanda tahu bahwa saat ini Ayu sedang duduk di belakangnya. Sehingga dia merasa sangat senang sekali ketika dia bisa mengejek Ayu tepat di depan hidungnya.


Restoran yang ditempati oleh Amanda dan Herman saat ini berbentuk kotak-kotak jadi tidak akan tahu siapa yang ada di sebelah ruangan mereka. Tetapi suara satu dan yang lain masih bisa didengarkan apabila berniat menguping pembicaraan orang lain.


"Bagaimana mungkin aku akan tertarik dengan seorang pelacur? Karena aku hanya mencintaimu Sayang!" ucap Herman sambil tersenyum kepada Amanda.


"Bagaimana kalau nanti ada seorang pelacur yang menggodamu apa yang akan kau lakukan sayang?" tanya Amanda dengan wajah tak berdosa.


Herman tampak tersenyum memandang Amanda yang tampak begitu cantik.


Apabila dulu sebelum Amanda tahu sifat khianat Herman dan Ayu. Ketika Herman mengatakan hal seperti itu. Amanda pasti sudah melayang ke langit ketujuh Tapi saat ini, rasanya Amanda ingin sekali muntah dan ingin menghajar wajah Herman.


Tetapi demi memuaskan rencana balas dendam yang ada di dalam pikirannya Amanda menahan semua itu dia tersenyum begitu manis di hadapan Herman agar Herman tidak curiga dengan apa yang akan dia rencanakan.


"Sayang kemarin ada yang mengirimkan foto kemesraan antara Ayu dengan seorang laki-laki. Apakah kau mau melihatnya?" tanya Amanda dengan suara manjanya.


"Maksudmu? saya tidak mengerti!" tanya Herman gugup kemudian dia langsung meminum teh manis yang ada di hadapannya dengan buru-buru sehingga dia tersedak.


"Lihatlah ini Sayang! Bukankah ini adalah Ayu? Apakah kau mengenal laki-laki yang ada di dalam foto ini?" tanya Amanda sambil dia menyerahkan ponselnya untuk dilihat oleh Herman. Herman kesulitan menerima salivanya sendiri ketika dia melihat foto-foto yang ada di dalam ponsel Amanda.

__ADS_1


Memang di dalam foto itu hanya memperlihatkan wajah Ayu dan tidak memperlihatkan wajah Herman. Larena memang sudah diedit oleh Amanda. Agar Herman berpikir bahwa dia tidak tahu tentang perselingkuhannya dengan Ayu.


"Wah ini sangat luar biasa! Aku tidak mengira kalau ternyata Ayu adalah perempuan murahan yang rela memberikan tubuhnya kepada laki-laki yang bukan suaminya!" ucap Herman seperti tidak merasa berdosa sama sekali dengan foto-foto itu. Dia merasa aman karena di dalam foto itu tidak memperlihatkan wajahnya sama sekali.


"Iya sayang aku juga kaget ketika menerima foto ini. Kok Ayu bisa ya? berperilaku seperti ini sudah seperti PELACUR saja!" ucap Amanda sambil mengelus telapak tangan Herman yang saat ini terasa sangat dingin bahkan di kening Herman sudah terlihat butiran keringat yang menetes.


'Aku ingin melihat seperti apa wajahmu Ayu, ketika laki-laki yang selalu menikmati tubuhnya secara gratis. Sekarang dia dengan lantang menghinamu sebagai seorang pelacur!' batin Amanda dengan senyum licik yang tergambar di wajahnya.


"Kasihan ya suaminya Ayu nanti. Karena dia harus mendapatkan barang bekas orang lain. pasti sudah lejek-lejek itu karena sering enggak dipakai berganti-ganti laki-laki! Betul tidak sayang?" tanya Amanda sambil memberikan senyum terbaiknya kepada Herman.


"Tidak mungkin lah sayang ada laki-laki yang mau menikah dengan perempuan pelacur seperti dia. Kau lihatlah foto-foto ini. Oh tuhan dia sungguh sangat murahan dan tidak ada harapan sama sekali!" ucap Herman sambil berusaha tersenyum kepada Amanda yang saat ini sedang menatap dia dengan tajam.


"Udah Sayang! ayo kita makan saja enggak usah membicarakan pelacur seperti dia hanya mengotori hati kita saja!" ucap Herman berusaha untuk menghentikan pembicaraan tentang Ayu dan juga foto yang ditunjukkan oleh Amanda kepada dirinya.


"Sayang! Aku merasa sayang banget deh memberikan begitu banyak fasilitas untuk perempuan seperti Ayu dan keluarga dia. Apakah kau setuju Kalau aku menarik semua fasilitas yang diberikan keluargaku kepada Ayu dan juga keluarganya?" tanya Amanda memberikan skakmat kepada Herman.


"Iya sayang kau cabut saja semua fasilitas yang kau berikan kepada Ayu dan juga keluarganya. Daripada kauu berikan hidup enak untuk pelacur seperti dia. Lebih baik uang itu kau gunakan untuk menyumbang ke fakir miskin dan juga anak-anak yatim dan pasti amalnya akan mengalir untukmu dan juga keluargamu!" ucap Herman dengan begitu fasih dan tidak berpikir dulu.


"Terima kasih sayang. Atas dukungan kamu. Tadinya aku takut kalau kamu marah kalau aku mencabut fasilitas keluargaku terhadap Ayu dan juga keluarganya. Tapi aku senang loh karena kamu ternyata mendukungku. Aku jadi makin cinta padamu sayang!" Amanda tersenyum penuh kemenangan karena dia sudah mendapatkan banyak sekali rekaman dari pembicaraannya hari ini dengan Herman.


Sementara itu. Ayu yang ada di belakang Amanda saat ini sedang menggeram penuh dengan amarah. Sejak tadi dia sudah mengepalkan kedua tangannya, buku-buku tangannya bahkan sudah memutih.


'Awas kamu Herman! Aku tidak terima kau menghinaku! Ternyata begini kelakuanmu kalau di belakangku? Kau mengatai aku pelacur dan kau bahkan menyarankan untuk mengambil semua fasilitas yang diberikan oleh keluarga Amanda terhadap keluargaku. Aku tidak akan pernah memaafkan ini semua Herman. Kau pasti akan menerima semua Sakit hatiku saat ini!' ucap Ayu dengan sangat geram.

__ADS_1


Ayu telah merekam semua pembicaraan diantara Herman dan Amanda. Rekaman itu akan menjadi bukti baginya. Ketika nanti dia melabrak Herman secara pribadi dan dia akan memberikan pelajaran kepada laki-laki itu untuk melampiaskan semua sakit hatinya kepada Herman.


__ADS_2