
Prabowo langsung membawa Siska ke rumah sakit. Kemudian dia menghubungi kedua orang tua Siska. Prabowo memberitahukan tentang keadaan putri mereka yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit.
Setelah mendapatkan kabar dari prabowo bawah Siska saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Kedua orang tua Siska langsung datang ke sana.
"Nak Prabowo, ketemu sama Siska dimana?Audah dua hari Siska kabur dari rumah. Kami sudah kesulitan mencari dia!" ucap ibunya Siska kepada calon menantunya.
"Saya menemukan Siska pingsan di taman. Di tempat Bejo selalu bekerja di sana!" ucap Prabowo jujur dengan keadaan yang sesungguhnya terjadi pada Siska.
Karena dia tidak mau berbohong kepada kedua orang tuanya Siska. Mereka berhak tahu apa yang terjadi kepada putri mereka.
"Ternyata Siska masih belum juga melupakan laki-laki itu. Padahal sudah kami nasehati agar dia mulai mencintaimu, sebagai calon suaminya. Tetapi rupanya Siska masih mengejar Bejo dan masih penasaran dengan pria itu!" ucap ayahnya Siska dengan nada amarah mengetahui putrinya ternyata masih mengejar-ngejar laki-laki yang sudah menolak putrinya itu berkali-kali.
"Saya rasa Siska memang sangat mencintai Bejo. Saya pun sedang berpikir. Apakah saya yang terlalu memaksakan pernikahan ini? Apakah pernikahan ini akan berakhir dengan baik-baik saja?" ucap Prabowo merasa sedih. Karena sampai detik ini, Siska masih belum bisa menerima rencana pernikahan mereka berdua. Padahal dirinya sudah berusaha sangat keras untuk membuat Siska bisa menerimanya.
"Cinta memang tidak bisa dipaksakan, Tante! Saya sedang mempertimbangkan, apakah akan meneruskan rencana pernikahan ini ataukah saya akan mundur. Saya tidak ingin melihat Siska menderita karena menikah dengan saya!" ucap Prabowo sambil menundukkan kepalanya.
Kedua orang tua Siska tahu, bahwa Prabowo sangat mencintai putrinya. Sehingga dia rela melakukan apapun untuk membuat Siska bisa menerimanya. Bahkan Prabowo sampai bekerja menjadi seorang dosen di kampus Siska saat ini. Hanya untuk bisa menjalin kedekatan bersama putri mereka.
"Sabarlah Prabowo! Yakinlah bahwa usaha tidak akan pernah menghianati hasil. Om percaya bahwa suatu saat Siska pasti akan bisa melihat ketulusanmu, dan bisa menerimamu sebagai suaminya. Dan bisa melupakan laki-laki itu yang tidak mau menerima dia!" ucap ayahnya Siska sambil menepuk bahu calon menantunya.
"Kalau Papa dulu tidak menghina Bejo, tidak mungkin juga dia akan menolak Putri kita terus-menerus. Sehingga membuat Siska sekarang patah hati. Semua itu kan gara-gara Papa yang tidak bisa menjaga mulut Papa. Ketika dulu menolak lamaran Bejo saat itu untuk Siska!" tiba-tiba ibunya Siska marah kepada suaminya.
"Papa menolak lamaran pria itu, karena Papa tahu dia itu dulu adalah suami yang buruk untuk Arini. Dia yang hanya memanfaatkan istrinya untuk harta. Papa tidak mau Siska mengalami nasib seperti itu!" ucap suaminya sambil menatap tajam kepada istrinya.
Prabowo hanya terdiam menjadi pendengar setia dari pertengkaran suami istri itu yang sedikit demi sedikit menguak kisah cinta tentang Bejo dan Siska.
__ADS_1
"Itu adalah Bejo yang dulu, Pah! Sebelum dia sadar. Sekarang dia sudah menjadi pribadi yang baik. Apa Papa tidak melihat, kemarin di pemakaman Arini? Bahkan ayahnya Arini tidak bisa lepas dari Bejo. Dia sudah menjadi pribadi yang baik sekarang, sudah berubah menjadi lebih baik! Tidak heran kalau Putri kita mencintai dia!" ucap istrinya sampai menatap tajam kepada suaminya yang saat ini langsung memalingkan mukanya karena tidak mau berhadapan dengan sang istri.
"Bahkan ketika Arini dan Reynaldi ditemukan mayatnya di Thailand, Bejolah yang mengurus itu semua. Apakah ada seorang mantan suami yang bisa melakukan itu? Mengurus mayat Mantan istrinya bersama suaminya. Kalau dia bukan laki-laki yang baik, tidak akan mungkin dia mampu melakukan itu. Apakah Papa tidak bisa berpikir?" ayahnya Siska terus memikirkan apa yang diucapkan oleh istrinya saat ini.
"Cobalah Pah, untuk melihat sesuatu tuh tidak hanya dari covernya saja. Lihatlah dalamnya! Mama bisa melihat, bahwa Bejo sekarang adalah laki-laki yang baik dia sudah tidak menjadi laki-laki yang seperti dulu. Laki-laki yang hanya memandang harta dan kekayaan." ucap ibunya Siska.
"Bahkan, sekarang Bejo meninggalkan perusahaannya sendiri. Dan dia lebih memilih hidup merunduk dengan bekerja di taman setiap hari. Dia sekarang tidak pernah lagi hidup bermewah-mewahan maupun berfoya-foya. Dekarang dia menjadi pribadi yang lebih sederhana!" ibunya siska terus menunjukkan sisi baik Bejo saat ini.
Sehingga suaminya hilang kata-kata untuk menyanggah apa yang dikatakan oleh istrinya tersebut.
Memang, seberapa waktu ini, dirinya sudah melihat banyak sekali perubahan baik yang terjadi kepada Bejo, laki-laki yang dicintai oleh putrinya itu.
Ayahnya Siska terus berpikir. Apa yang harus dia lakukan saat ini. Untuk bisa membuat putrinya kembali hidup bersemangat dan tidak lagi patah hati.
"Tante, Om! Saya bersedia untuk mundur dari pernikahan ini, kalau memang Siska tidak menginginkannya. Saya tidak mau memaksakan perasaan saya. Yang pada akhirnya malah akan membuat Siska hidup menderita!" ucap Prabowo dengan suara gemetar. Karena sejujurnya, dia sudah mencintai Siska dan itu adalah keputusan yang sangat sulit untuk dirinya saat ini.
Karena mereka tidak bisa memutuskan hal seperti itu sendiri. Masalah rencana pernikahan itu sudah menjadi pembicaraan dalam dua keluarga besar mereka.
Tidak mungkin bisa dibatalkan begitu saja. Akan ada banyak konsekuensi yang harus ditanggung di dalamnya. Karena sudah menyangkut tentang kerjasama perusahaan keluarga mereka juga di dalamnya.
"Kami, tidak bisa memutuskan hal itu sendiri Prabowo. Kau tunggulah Siska sadar dan kita akan mendiskusikannya kembali!" ucap ayahnya Siska sambil menepuk bahu Prabowo. Yang saat ini sedang menatapnya dengan perasaan sedih.
Tidak lama kemudian, dokter yang menangani Siska keluar.
"Bagaimana keadaan putri kami dokter?" tanya ibunya Siska dengan perasaan yang sangat khawatir terhadap putrinya.
__ADS_1
"Kami sudah menyelamatkannya! Putri kalian sekarang sedang beristirahat. Saya sengaja memberikan dia obat tidur. Agar dia bisa tidur dengan tenang. Tampaknya selama beberapa hari ini dia tidak tidur, dan juga tidak makan maupun minum. Sehingga dia jatuh pingsan karena kelelahan, kelaparan dan kehausan dan ngantuk yang berlebihan!" ucap dokter menerangkan keadaan Siska saat ini.
Kedua orang tuanya Siska merasa terkejut. Mendengarkan keterangan yang disampaikan oleh dokter tersebut tentang Putri mereka.
"Tampaknya Putri kalian bertekad untuk bunuh diri secara perlahan-lahan. Dengan melakukan semua itu. Untungnya Dia segera dibawakan ke rumah sakit, sehingga kita bisa menyelamatkan nyawanya!" ucap dokter itu menambahkan keterangannya kepada kedua orang tua Siska.
Ibunya siska seketika lemas, lunglai seketika. Ketika dia mendengarkan keterangan dari Dokter itu. Dia seakan tidak percaya, bahwa putrinya berusaha untuk bunuh diri dengan tidak makan, tidak minum dan juga tidak tidur selama beberapa hari.
"Baiklah! Saya tinggalkan kalian. Kalian bisa melihat putri kalian di ruang perawatan. Kalian tanyakan saja kepada pihak administrasi di mana ruangannya saat ini!" setelah berpamitan, dokter itu langsung meninggalkan mereka bertiga.
Prabowo pun sama terkejutnya dengan kedua orang tua Siska. Ketika mendapatkan kenyataan bahwa calon istrinya itu berusaha untuk bunuh diri. Dengan melakukan hal tersebut. tTdak makan, tidak minum dan juga tidak tidur selama beberapa hari. Sehingga tubuhnya jatuh drop seketika.
"Ayo kita lihat Siska di ruang perawatan!" ucap ayahnya Siska kepada mereka berdua. Yang kemudian diikuti oleh istrinya dan Prabowo.
Prabowo sampai menitihkan air matanya saat ini. Ketika melihat keadaan Siska saat ini yang begitu mengenaskan.
"Saya akan bicara kepada orang tua saya, om dan tante! Untuk membicarakan kembali tentang pernikahan ini. Saya tidak mau, kalau hidup Siska menderita. Apabila kita masih memaksakan pernikahan ini!" ucap Prabowo dengan suara gemetar.
Sejujurnya, jauh di lubuk hatinya saat ini. Dia sedang menangis, karena memikirkan akan kehilangan cintanya.
"Kami sangat berterima kasih sekali kepadamu Nak! Karena kamu mau lapang hati untuk melepaskan, sesuatu yang mungkin sulit untuk diraih. Karena kami tahu, bahwa putri kami. Memang mencintai pria lain!" ucap ibunya Siska dengan suara yang gemetar.
Dia merasakan rasa haru yang besar di dalam hatinya, dengan kelapangan hati Prabowo yang mau melepaskan putrinya.
"Ya, tante! Tenanglah! Saya akan bicara dengan kedua orang tua saya. Agar mereka tidak membuat masalah tentang pembatalan pernikahan ini. Tante tidak usah khawatir saya bisa menjamin bahwa semuanya akan baik-baik saja!" ucap Prabowo dengan suara gemetar.
__ADS_1
Sejujurnya, saat ini hatinya sedang menangis, karena keputusannya sendiri.