Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
77. Beraninya!


__ADS_3

"Siapa kau sebenarnya? Kenapa berani sekali kamu menantang kuasaku sebagai pemilik perusahaan ini!" Bejo dengan tatapan sinis.


"Saya adalah pemegang saham nomor 2 di perusahaan ini! Tetapi saya juga bekerja sebagai Direktur Pemasaran di perusahaan ini!" ucap laki-laki yang bernama Prawira Itu menjelaskan tentang dirinya kepada Bejo.


"Siapa yang menerimamu untuk bekerja di perusahaan ini? Kenapa aku tidak pernah tahu bahwa kamu ada di perusahaan ini?" tanya Bejo kepada Prawira yang saat ini malah tertawa terbahak-bahak dengan pertanyaannya.


"Bagaimana mungkin Anda akan tahu siapa yang bekerja di perusahaan ini? Sementara anda sibuk mengurusi hati anda yang patah hati!" ucap Prawira sambil menatap sinis kepada Bejo.


"Beraninya!" ucap Bejo sambil menggebrak meja yang ada di hadapannya. Sampai semua orang yang ada di dalam ruangan itu merasa ketakutan. Ketika melihat amarah yang begitu besar di wajahnya.


"Kenapa Anda harus marah? Bukankah itu memang kenyataan? Sudah berapa lama Anda tidak masuk ke dalam kantor ini? Tidak datang ke dalam kantor ini?" tanya Prawira sambil menatap tajam kepada Bejo yang saat ini sedang melotot ke arahnya.


Semua orang yang hadir di dalam ruangan itu merasakan Aura permusuhan dari dua orang yang sama-sama memiliki kekuatan di dalam perusahaan itu.


"Dari mana kau membeli saham-saham perusahaanku? Sehingga sekarang kau memiliki begitu banyak saham di sini?" tanya Bejo sudah mulai lunak suaranya karena dia merasa penasaran dengan seorang laki-laki bernama Prawira.


"Tentu saja Aku membelinya dari bursa saham! Dari para pemegang saham mu yang sudah meragukan tentang kemampuanmu untuk mengelola perusahaan ini!" ucap Prawira sambil tersenyum sinis kepada Bejo.


Bejo menatap semua orang yang ada di dalam ruangan itu. Satu persatu mereka dia tatap dengan tatapan intimudasi.


"Beraninya kalian semua menghianatiku di belakangku! Kenapa kalian ingin menjual saham kakian, tidak mengatakannya padaku? Kalau kalian mengatakannya, aku pasti akan membeli saham-saham kalian semua! Kenapa kalian menjual saham perusahaan ini kepada orang asing?" ucap Bejo dengan penuh kemarahan menatap semua orang yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


"Kau selama berapa bulan tidak pernah datang ke perusahaan ini. Kalau kami menghubungimu pun, kau tidak pernah mau datang. Bagaimana kami bisa berdiskusi tentang permasalahan di perusahaan?" ucap salah seorang direktur di perusahaan itu.


"Aku bukannya tidak peduli dengan perasaan ini aku hanya ingin mencari ketenangan hidupku!" ucap Bejo dengan suara pelan.


"Maka, kau lepaskanlah perusahaan ini. Kau juallah semua sahammu padaku! Dan aku akan membelinya. Silakan kau lanjutkan usaha cengengmu untuk terus menangisi cintamu yang kandas!" ucap Prawira dengan menatap sinis kepada Bejo yang saat ini sedang menatapnya dengan penuh amarah.


"Kau benar-benar sangat lancang sekali!" ucap Bejo kemudian dia meninggalkan ruangan rapat itu dengan penuh amarah.


Di dalam ruangannya Bejo kemudian memeriksa Semua data-data perusahaan.


"Maafkan saya tuan! Kalau saya tidak melaporkan apa-apa yang terjadi perusahaan selama tuan tidak ada!" ucap sekretarisnya Bejo ketika dia berada di hadapannya.


"Sudahlah! Sekarang kita hanya harus berpikir bagaimana caranya untuk mengusir Prawira itu dari perusahaan kita!" ucap Bejo sambil menatap kepada sekretarisnya.


"Siapa sebenarnya Prawira ini dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu untuk membeli saham-saham dari mereka?" tanya Bejo tampak penasaran dengan latar belakang seorang Prawira.


"TuanPrawira ini adalah ahli waris dari keluarga Prawira. Dia dulu tinggal di Amerika. Tetapi sekarang dia pindah ke Indonesia dan mulai banyak mengekspansi perusahaan- perusahaan yang ditinggalkan oleh para pemimpin mereka. Seperti perusahaan kita ini tuan. Bukankah anda sudah lama sekali meninggalkan kami?" ucap sekretarisnya Bejo sambil menundukkan kepalanya.


"Saya pasti akan membebaskan perusahaan ini dari tangan penjahat seperti perwira yang hanya mengejar keuntungan dan tidak berpikir tentang Nasib para karyawan!" Bejo kemudian mengambil berkas-berkas yang tadi dibawa oleh sekretarisnya dan memeriksanya dengan teliti.


"Apakah pemecatan pemecatan karyawan ini sudah final dan tidak bisa diganggu lagi?" Bejo frustasi menatap begitu banyaknya daftar karyawan yang sudah dipecat dari perusahaannya.

__ADS_1


"Sepertinya tidak bisa diganggu lagi Tuan!Karena itu sudah ditandatangani oleh para dewan direksi dan juga tuan Prawira. Sebagai pemegang saham nomor 2 di perusahaan ini! Tuan Prawira itu memiliki banyak kuasa di perusahaan ini karena anda yang tidak pernah masuk untuk bekerja!" ucap sekretarisnya Bejo sambil menundukkan kepalanya.


"Selama anda tidak ada di perusahaan. Tuan Prawiralah yang selalu mengambil keputusan untuk segala urusan dan masalah yang ada di perusahaan!" Bejo meraup wajahnya dengan kasar. Dia benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan semua laporan yang diberikan oleh sekretarisnya tentang laki-laki bernama perwira itu.


"Aku akan membeli saham laki-laki bernama Prawira itu dan segera menendangnya dari perusahaan kita!" ucap Bejo dengan mata berapi-api. Hal itu karena Bejo sangat marah. Karena dia mengetahui selama ini banyak sekali kekuasaan yang sudah didapatkan oleh Prawira di perusahaannya.


"Sudahlah, Tuan! Kita lupakan saja tentang itu. Sebaiknya Tuan membina hubungan baik saja dengan Tuan Prawira. Semoga saja Dia mempunyai itikad baik untuk mau dan berusah untuk mengembangkan perusahaan kita!" ucap sekretarisnya Bejo.


Bejo mengerutkan keningnya. Ketika dia mendengarkan apa yang dikatakan oleh sekretarisnya. Yang mengatakan bahwa dia harus membina hubungan baik dengan Prawira musuh perusahaannya saat ini.


"Jangan katakan padaku, kalau kau sudah berada di pihak laki-laki bernama Prawira itu!" ucap Bejo dengan menatap penuh curiga kepada sekretarisnya.


"Sejujurnya Tuan! Saya dan Tuan Prawira itu adalah sepasang kekasih, Tuan!" ucap sekretarisnya Bejo sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap Bejo yang saat ini sedang menatapnya dengan penuh Amarah.


"Pantas saja kau tidak pernah melaporkan apapun padaku. Jadi dia sudah berhasil menguasaimu?" siap Bejo dengan nada sarkas yang membuat sekretarisnya menjadi salah tingkah.


" Saya menerima dia sebagai kekasih saya, karena saya pun mempunyai rencana untuk bisa mempengaruhi dia. Agar dia tidak melakukan kejahatan di perusahaan ini?" ucap sekretarisnya Bejo sambil menatap atasannya dengan lekat.


"Cih, pada kenyataannya malah dia yang menguasaimu kau sudah jatuh dalam perang kamu sendiri!" ucap Bejo dengan sinis kepada sekretarisnya yang tampak terkejut dengan perkataan bosnya.


"Anda benar tuan Saya telah jatuh dalam perangkap yang saya buat sendiri karena ternyata saya benar-benar mencintai dia!" punya sekretarisnya baju itu mengakui bahwa dia memang sudah jatuh dalam pesonanya Prawira.

__ADS_1


"Pergilah dari perusahaanku! Karena aku tidak butuh seorang pengkhianat seperti kamu! Aku akan mencari seorang sekretaris baru yang lebih fresh dan bisa menjaga hatinya untuk tidak berkhianat padaku!" ucap Bejo sambil pergi meninggalkan sekretarisnya itu yang saat ini sedang menangis karena dipecat begitu saja oleh bosnya.


__ADS_2