
Tidak terasa sudah hampir satu tahun pernikahan Cansu dan Farel. Kini Cansu sedang hamil lima bulan. Perusahaan keluarga Cansu diserahkan ke manajemen profesional, Cansu sekarang hanya duduk sebagai CEO dan masuk jajaran direksi saja. Semua pekerjaan di kerjakan oleh profesional yang dia gaji. Cansu datang ke kantor hanya untuk mengecek dan tandatangani saja berkas yang butuh persetujuan darinya. Tidak terlalu berat bagi ibu hamil muda seperti dirinya.
Farel sangat sibuk dengan pekerjaannya juga, dua pengantin yang selalu sibuk ini, hampir jarang memiliki waktu bersama. Apalagi Farel yang sedang mempersiapkan ekspansi ke luar negeri, waktu dan pikiran habis di kantor. Nyaris tidak punya waktu bersama sang istri yang saat ini sedang butuh kasih sayang dan cintanya.
"Sayang, kamu kok rasanya makin ke sini makin sibuk aja! Kamu minta aku buat ninggalin pekerjaan, tapi kamu malah sibuk terus di luar, aku jadi bete, sayang!" pagi itu Cansu protes kepada suaminya, yang masih menatap MacBook di tangannya.
"Sabar, sayang! Setelah ekspansi ke luar negeri ini berhasil, kita ke Maldives lagi, buat honey moon yang kedua. Bagaimana?" Farel melihat sang istri sebentar lalu sibuk lagi dengan MacBook.
"Betul, sayang! Aku cemburu sekali dengan MacBook kamu! Ingin rasanya aku banting!" kesal sekali Cansu pagi ini, di kantor MacBook dan laptop, di rumah masih juga sibuk pantengin MacBook.
"Sayang, ini aku sedang balas email dari klien. Sebentar saja, kasih aku waktu 10 menit, Ok?" Farel memohon kepada Istrinya agar mengerti kesibukan dirinya.
"Bodo! Aku mendingan pergi ke pedesaan saja dengan Rukmana! Dari pada disini di selingkuhi sama MacBook kamu!" Cansu lalu pergi dengan kesal sambil membanting pintu dengan keras. Farel sudah ketar-ketir mendengar ancaman istrinya.
Ya, Farel selalu saja merasa cemburu kalau Cansu berduaan dengan Rukmana, sopir sekaligus asisten pribadi Cansu, yang lebih membuat Farel tidak aman, Cansu dan Rukmana adalah sahabat masa kecil. Bisa dikatakan sebagai sahabat rasa pacar, atau sahabat rasa suami? ah.. bikin otak Farel jadi buntu. Dengan cepat Farel membalas email kliennya, dan pergi keluar mencari sang istri tercinta.
Saat melihat Cansu yang sedang bercanda bersama Rukmana, hati Farel jadi berdenyut kencang. Sakit yang tidak berdarah! Rukmana tampak sedang mengelus perut buncit Cansu, dan Cansu menatap Rukmana dengan begitu lekat. Farel sungguh cemburu.
',Ingin aku kirim Rukmana untuk bertugas ke Afrika, biar dia jauh-jauh dari istriku!' bathin Farel yang sudah di bakar api cemburu.
"Sayang, aku cariin malah ada di sini!" Farel laku mencium bibir Cansu dengan brutal. sengaja menunjukkan hak kepemilikannya di hadapan Rukmana.
__ADS_1
Farel memang kekanak-kanakan. Membuat Rukmana jadi salah tingkah melihat kemesraan mereka berdua.
"Oi... kalau mau mesra-mesraan di kamar sana!" protes Rukmana, sambil melempar bantal ke arah Farel.
"Dasar sopir ga ada akhlak! Berani melempar bantal sama majikannya!" cicit Farel sewot sambil memeluk Cansu dengan posesif, mata elangnya menatap Rukmana dengan tajam, setajam silet. Bikin Cansu jadi gak enak dengan Rukmana yang jadi canggung dan salah tingkah.
"Rukz, siapin aja keperluan kita buat di desa, nanti sore kita berangkat!" perintah Cansu kepada Rukmana, Farel sampai syock mendengarkan perintah istrinya.
"Sayang, kamu serius mau pergi meninggalkan suami kamu disini?" tanya Farel dengan wajah memelas.
"Bodo, amat! Kamu tidur saja sama MacBook kamu!" Cansu lalu masuk ke kamarnya yang langsung di ikuti oleh Farel. "Aku ikut, sayang! Aku gak rela kamu pergi hanya berduaan dengan Rukmana!" cicit Farel.
"Gak bisa! Pokoknya kita akan pergi bersama!" keputusan Farel sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat.
cansu memutar bola matanya dengan malas ketika melihat Farel yang ngotot ingin ikut ke desa bersama dirinya dan Rukmana.
" Lalu bagaimana dengan pekerjaan kamu?" ucap cansu.
" Aku akan menyuruh asistenku untuk melaporkan segala urusan kantor melalui email dan telepon aku akan melakukan pekerjaan di rumah sambil menemanimu berlibur!" ucap Farel, Cansu sangat bahagia mendengar suaminya akan ikut berlibur dengan dirinya ke pedesaan.
"Aku cinta sama kamu, terima kasih karena mau menemaniku berlibur!" ucap Cansu sumringah.
__ADS_1
Farel kemudian mencium sang istri dengan penuh cinta. Cansu merasa sangat bahagia karena suaminya lebih memilih bersamanya daripada pekerjaannya.
" Ya udah ayo sayang, kita bersiap untuk segera berangkat, supaya kita tidak kemalaman sampai di pedesaan." Ucap Farel, cansu kemudian mengikuti Farel ke kamar untuk mulai berkemas. Rukmana sudah siap dengan koper dan mobil yang akan membawa mereka ke pedesaan.
Hari itu Rukmana, Farel dan Cansu berangkat ke pedesaan dan tinggal di sana selama dua Minggu. Setelah puas berlibur akhirnya mereka kembali ke Jakarta dan kembali sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
" Terima kasih ya Mas, karena kamu sudah meluangkan waktu untuk berlibur denganku!" ucap cansu sambil memeluk suaminya. Farel merasa senang karena istrinya tampak bahagia. selama berlibur mata Farel tidak pernah lepas dari memperhatikan istrinya dan Rukmana.
"Sayang, aku suka heran, dengan kamu! kok bisa-bisanya kamu merasa cemburu dengan Rukmana. Rukmana itu sudah aku anggap sebagai Kakakku. Selama ini hanya dia yang selalu ada di sampingku dalam keadaan apapun. Please jangan cemburu lagi pada Rukmana." Ucap cansu.
Dengan puppy Eyes Farel menatap cansu, tatapan yang selalu sukses membuat cansu tidak berdaya terhadap suaminya yang tampan dan menggemaskan. cansu kemudian mencium bibir suaminya dengan lembut kemudian berbisik," Sayang dalam hidup ini Aku hanya akan mencintai Kamu seorang. Please jangan marah Lagi atau cemburu dengan Rukmana. Bagiku cukup kamu yang ada di dalam hatiku!" ucap Cansu. Farel kemudian mengelus perut istrinya yang sudah mulai membesar.
Hanya tinggal menunggu beberapa bulan lagi dirinya akan menjadi seorang Ayah dan Ibu. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi Farel dan Cansu selain kelahiran Buah Hati mereka. Yang sudah diprediksi melalui USG bahwa anak mereka berjenis kelamin laki-laki.
Kebahagiaan besar bagi keluarga Bramantyo bahwa sebentar lagi sang pewaris akan lahir. Kedua orang tua Farel dan kakeknya yang dahulu tidak merestui sekarang mereka bahkan sangat mendukung pernikahan antara Cansu dan Farel.
" Farel, kamu harus menjaga cicit kakek, kalau sampai terjadi apa-apa dengan cicitku, aku tidak akan pernah maafkan kamu!" ancam kakeknya Farel ketika mereka mengunjungi mention Farel dan cansu.
" Papa juga tidak akan memaafkan Kamu kalau terjadi apa-apa dengan cucuku, ingat itu Farel!" Papanya Farel juga tidak mau kalah dengan kakeknya Farel.
" Aih aih, kalian ini dahulu melarang melarang, pakai acara marah-marah dengan pernikahanku sekarang main ancam-ancam diriku tentang anakku sendiri kalian ini bener-bener seenak sendiri saja ucap Farel sangking kesalnya!" Kakek, papa dan Mama serta Cansu hanya tertawa melihat Farel yang misuh misuh.
__ADS_1