Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
28. Reynaldi menemui Arini


__ADS_3

Sudah 1 tahun sejak pernikahan Farel dan cansu. Renaldi baru bertemu lagi dengan Arini. Kabarnya Arini telah menikah dengan Bodyguard ayahnya yang bernama Bejo. Renaldi sebenarnya merada syock dengan kabar tersebut rasa tidak percaya, tetapi itulah memang kenyataannya.


Arini datang bersama Bejo. Reyndi merasakan kesedihan di dalam hatinya, melihat wanita yang selama ini dia perjuangkan ternyata telah bahagia bersama pria lain dan pria itu adalah bodyguard ayahnya Arini yang selama ini ditugaskan untuk menjaga Arini dari dirinya.


'Apa kurangku? jika dibandingkan dengan bejo, yang hanya seorang Bodyguard. Walaupun aku bukan anak sah dari ayahku, tetapi Aku tetaplah anggota keluarga Bramantyo, status aku masih jauh lebih tinggi. Tetapi kenapa ayahnya Arini tidak bisa menerima aku tetapi bisa menerima bejo sungguh di luar nalar!' batin Renaldi merasa sakit hati dengan keluarga Arini yang selama ini selalu menghinanya karena bukan pewaris keluarga Bramastyo.


" Halo Rey, gimana kabarmu? Lama ya kita nggak ketemu? Perkenalkan ini Suamiku namanya Bejo!" hari ini kemudian duduk di hadapan Renaldi yang menatapnya dengan sendu ada rasa rindu dendam di dalam mata Renaldi ketika berhadapan dengan Arini.


"Maaf ya Mas Rey, saya jadi ikut-ikutan nih dengan pertemuan kalian. Tadinya saya mau berangkat bekerja tapi Arini meminta saya untuk menemani. Maaf ya atas ketidaknyamanan ini!" ucap Bejo basa-basi.


Reynaldi hanya tersenyum masam mendengar apa yang dikatakan oleh suami Arini, wanita yang sangat dia cintai selama ini. Tetapi tanpa perasaan membawa suaminya untuk bertemu dengan dirinya. Apakah ada yang lebih kejam dari hal ini? Hati Renaldi menangis dan menjerit melihat kenyataan yang kini ada di hadapannya.


"Nggak apa-apa kok, santai aja! Aku juga cuman pengen ketemu doang kok, sama Ariani, lama banget kan aku dan dia nggak ketemu? Santai aja Bro anggap aja kita sedang reuni!" ucap Renaldi mencoba bersikap santai. Padahal di dalam hatinya berdarah-darah ingin menangis, ingin menjerit ingin berteriak tetapi untuk apa semua itu hanya membuat dirinya terlihat lemah di hadapan Ariani yang telah tega menghianati cintanya demi seorang bodyguard.

__ADS_1


"Syukurlah kalau kayak gitu bro! Gue jadi enak sekarang. Oh ya gimana? Kabarnya kamu mau bertunangan dengan anak dari perusahaan asal Jerman. Benar atau tidak?" tanya Bejo dengan sok akrab gitu. Setidaknya itulah yang dipikirkan Renaldi saat ini.


" Kamu tahu dari mana? Kalau aku akan bertunangan dengan anak seorang pengusaha dari Jerman?" tanya Renaldy syock, karena setahu dirinya rencana pertunangan itu masih rahasia keluarganya. Belum ada pemberitahuan secara resmi dari perusahaan Bramantyo Group ke publik.


"Beerita itu sudah menyebar kok Rey! Kami membacanya dari tabloid! Di sosmed juga rame kok tentang rencana pertunangan kamu dan anak perusahaan dari Jerman itu!" ucap Arini santai, sambil menyeruput minumannya.


"Masa sih? Aku kok nggak tahu tentang berita itu? Setahu aku berita itu masih rahasia, karena belum ada hasil dari pembicaraan tentang kerjasama yang akan kami lakukan untuk menunjang pernikahan bisnis ini, bagaimana mungkin media bisa tahu hal seperti itu? Itu sungguh sangat mustahil!" Renaldi masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ariani.


"Kamu buka aja HP kamu, Bisa dicek sendiri ngapain juga akan bohong masalah hal seperti itu? Kan bukan hal yang sepele, masalah pernikahan itu masalah seumur hidup Rey jadi jangan main-main!" ucap Arini mulai kesal.


"Wah berita nggak bener ini! Siapa yang mengatakan kalau aku adalah seorang pewaris Bramantyo Group? Ini benar-benar bisa membuat perpecahan dalam keluargaku. Aku pergi dulu! Terima kasih atas infonya. Lain kali kita akan makan bersama lagi, Assalamualaikum!" Renaldi langsung berlari ke parkiran dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang saat ini dalam pikiran Renaldi adalah ingin segera sampai ke rumahnya dan melihat situasi apa yang sedang terjadi di sana.


Benar saja apa yang dikhawatirkan oleh Renaldi, di depan rumahnya sudah ramai oleh para wartawan. Disana juga terlihat Farel dan cansu sudah berkumpul di ruang tamu keluarga Bramastyo. Renaldi sangat panik, sudah ketakutan kalau-kalau berita yang tadi dia baca akan berakibat fatal terhadap dirinya.

__ADS_1


"Pah, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa sampai ada berita yang mengatakan bahwa aku adalah pewaris dari Bramantyo Group? Ini sungguh benar-benar keterlaluan! Siapa yang sudah mengatakan hal konyol seperti ini?" Renaldi melihat semua orang yang ada di dalam ruangan itu menatapnya dengan heran.


"Duduklah dulu Rey biar kami jelaskan semuanya kepada kamu!" ucap Farel sambil menarik tangan Reynaldi yang tampak lemas dan bingung.


"Rey keluarga besar kita sudah berdiskusi tentang masalah ini, keluarga Natalie hanya ingin menikah dengan pewaris dari Bramantyo group. Sementara Farel sudah menikah. Oleh karena itu Farel mengusulkan agar statusnya sebagai pewaris dialihkan kepadamu. Kamu nggak usah khawatir tentang masalah ini. Saham Farel dan saham kamu hanya berbeda 1% saja. Jadi Farel masih memiliki kuasa atas Bramantyo Group!" ucap Ayah Renaldi sambil mengusap punggung Renaldi.


"Pah udahlah! Aku nggak usah menikah dengan cara seperti ini! Aku nggak mau di cap oleh publik sebagai perebut status Kakakku. Sudahlah, lupakan saja masalah pernikahan bodoh ini! Aku juga nggak mencintai Natalia kok!" ucap Renaldi dengan penuh emosi.


" Rey Tenanglah! Kendalikan emosimu hal ini tidak serumit itu! Sudahlah lagi pula aku tidak tertarik untuk menjadi pewaris dari Bramantyo Group!" ucap Farel dengan santai.


" Nggak bisa Mas! Aku nggak bisa terima hal seperti! bagaimanapun pewaris grup itu adalah kamu! Aku nggak mau melakukan hal seperti ini hanya untuk menikah dengan wanita yang bahkan aku tidak tahu. Aku tidak pernah lihat mukanya, yang aku tidak tahu siapa dia. Sudahlah kita lupakan saja masalah pernikahan ini, aku sudah enggak mau lagi, sudah enggak berminat lagi!" Renaldi lalu pergi dari kediaman Bramantyo dengan kemarahan yang berkecamuk di dalam dadanya.


Sepanjang yang diingat oleh Renaldi, Farel memang selalu mengalah kepada dirinya sejak kecil, tetapi hal itu tidak bisa dimanfaatkan oleh dirinya hanya untuk kepentingan pribadinya. Bagaimanapun pewaris Bramantyo adalah Kakaknya, Reynaldi tidak akan pernah menerima keputusan yang sudah di ambil oleh keluarga besarnya.

__ADS_1


"Aku harus menemui keluarga Natalia dan membatalkan semua pernikahan bodoh ini, aku nggak terima dengan penghinaan mereka terhadap diriku!" kemarahan di dalam hati Reynaldi sudah semakin berkobar. Apalagi setelah pertemuannya dengan Arini yang seakan-akan mengingatkan dirinya atas betapa putus asanya dirinya ingin untuk memperistri Arini, tetapi gagal karena statusnya sebagai anak tidak resmi dari keluarga, bukan pewaris Bramantyo Group.


__ADS_2