Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
30. Kehidupan Arini bersama Bejo


__ADS_3

Arini pulang ke rumahnya, yang kini ditempati bersama Bejo. Rumah minimalis modern yang sangat cantik, berlantai dua. Ayahnya yang menghadiahkan rumah tersebut, entah bagaimana caranya, ayahnya Arini mau menerima seorang Bejo sebagai menantu keluarga Suganda. Yang Arini tahu, ayahnya sangat selektif dalam hal pasangan hidupnya.


Reynaldi yang berasal dari keluarga berada saja, sama sekali tidak bisa menarik minat ayahnya. Sebenarnya hal itu masih misterius bagi Arini. Arini juga tidak paham, bagaimana proses pernikahan dirinya dan Bejo terbilang sangat mulus tanpa hambatan yang berarti.


"Mas mau mandi dulu, setelah itu mau menemani ayahmu untuk ketemu klien!" ucap Bejo sambil mencium kening Arini, yang masih betah duduk-duduk di sofa.


Hari itu, setelah bertemu dengan Reynaldi, hati Arini kembali mengenang kisah cinta mereka berdua. Kisah yang sangat alot, karena ayahnya yang keukeuh ingin Arini untuk menikah dengan pewaris keluarga Bramastyo.


"Aku pergi dulu, sayang!" Bejo langsung pergi tanpa menunggu jawaban Arini, ya, begitulah setiap hari, Suaminya selalu sibuk setiap hari, bahkan kadang tidak pulang, dengan alasan menemani ayahnya bertugas ke sana kemari. Arini tidak mengerti, kenapa ayahnya masih membutuhkan suaminya padahal beliau masih memiliki banyak bodyguard di sampingnya.


Putrinya selalu kesepian seperti hari, setelah menikah, Arini memang melepaskan karirnya, dengan alasan ingin berkonsentrasi mengurus rumah tangganya. Ingin segera memberi cucu untuk ayahnya.


Melihat kesibukan Bejo setiap hari, bagaimana caranya mereka akan memberikan seorang cucu? Arini hanya percaya saja dengan keterangan suaminya, tidak pernah sekalipun berpikir untuk konfirmasi atau protes.


Sejujurnya, Arini merasa tenang dengan ketiadaan sang suami di rumahnya, dirinya bisa menyelami hidupnya seorang diri. Walaupun kesepian selalu menjadi teman hidupnya saat ini. Lebih kesepian bahkan sebelum pernikahannya dengan Bejo.


Sementara itu, di sebuah diskotik, tampak Bejo sedang bersenang-senang dengan beberapa orang wanita yang menemani dirinya. Bejo benar-benar menikmati hidup. Setelah menikah dengan Arini, Bejo seakan menemukan jackpot dalam hidupnya. Uang datang terus ke rekening pribadinya tanpa harus lelah bekerja.


Flass back on


Ya, waktu itu, ketika Arini dan Bejo tanpa sengaja jatuh tertidur di kamar Arini saat dirinya di kurung, tanpa mereka ketahui, ternyata ayahnya Arini melihat. Tetapi beliau tidak mau membuat keributan, jadi hanya dipendam sendiri.

__ADS_1


Keesokan harinya, ayahnya Arini memanggil Bejo ke ruangan kerjanya. Lalu menyodorkan kontrak pernikahan kepada Bejo. Pernikahan itu dilakukan karena ayahnya Arinin takut kalau Arini hamil setelah tidur dengan Bejo. Padahal mereka berdua sama sekali tidak melakukan apapun pada waktu itu. Beliau hanya salah paham.


"Kamu baca semua point yang ada di sana!" ucap ayahnya Arini dengan tegas. Bejo saat itu bingung, kenapa dirinya disodorkan kontrak pernikahan tersebut.


Kontrak pernikahan selama dua tahun, pada tahun kedua Bejo harus menceraikan Arini, dan menyerahkan anak hasil pernikahan mereka sepenuhnya dalam pengasuhan keluarga Suganda. Bejo harus menghilang dari kehidupan Arini untuk selamanya.


Sebagai imbalannya, Bejo akan diberikan sebuah perusahaan ditempat Bejo nantinya akan tinggal setengah perceraian dirinya dengan Arini.


"Tandatangani kalau kau setuju!" ucap Ayahnya Arini masih dengan intonasi yang tegas dan dingin.


"Saya akan tetap digaji, walaupun saya tidak bekerja lagi dengan Tuan?" tanya Bejo, mengkonfirmasi informasi yang tertulis dalam kontrak tersebut.


"Baiklah, Tuan! Saat setuju!" tanpa pikir panjang, Bejo langsung menandatangani kontrak tersebut. Andaikan Arini tahu, hal itu, hatinya pasti tercabik pilu.


Suaminya yang izin di rumah untuk pergi bekerja, ternyata menghabiskan waktunya di klub, diskotik, dan bar bersama para pelacur bersenang-senang setiap hari. Menghabiskan uang yang dikirimkan oleh ayahnya. Dan bodohnya Arini selalu percaya dengan ucapan suaminya yang bejat itu.


Hari itu Renaldi bersama rekan-rekan kerjanya merayakan kelulusan proyek yang mereka tangani di diskotik tersebut. Beberapa orang wanita menemani mereka bersenang-senang. Tanpa sengaja Renaldi melihat ke arah sebuah ruangan private, yang kebetulan pintunya terbuka saat pelayan keluar dari ruangan tersebut.


"Apakah aku salah lihat?" tanya Reynaldi kepada dirinya sendiri. Perempuan yang ada di sampingnya, tampak memperhatikan Reynaldi yang matanya fokus melihat ke ruangan tersebut.


"Kenapa Tuan? Apakah Tuan mengenal pria itu? Dia pelanggan VVIP di diskotik ini. Setiap malam gak pernah absen." ucap perempuan itu. Reynaldi merasa geram ketika melihat Bejo yang kini sedang menciumi bibir beberapa orang wanita yang ada di sampingnya.

__ADS_1


Perasaan Reynaldi sangat sakit, memikirkan Arini yang saat ini mungkin sedang menunggu suaminya. "Apakah pria itu setiap malam selalu menginap di sini?" tanya Reynaldi, "Betul Tuan, di lantai dua adalah sebuah hotel, tamu yang ingin menginap di sana harus menjadi member VVIP diskotek ini!" terang Wanita tersebut.


Mata Reynaldi nyalang, ketika melihat Bejo yang kini mulai menelusuri tubuh wanita yang ada di pangkuannya. Darah Reynaldi panas, mendidih, melihat bahkan perempuan itu sudah turun ke pangkuannya, mulai memberikan service untuk Bejo, yang membuat Bejo merem melek di buatnya.


Hati Reynaldi benar-benar sangat marah, kalau tidak di pegangi oleh gadis di sebelahnya, pasti Reynaldi sudah menerobos ruangan terkutuk itu.


"Jangan Tuan! Kalau Tuan melakukan hal itu, Tuan akan di blacklist oleh pihak pengelola. Apalagi Tuan didalam sana adalah pelanggan VVIP dan kenal dengan pemilik diskotek ini!" ucap wanita itu, yang seketika menyadarkan Reynaldi dari kesalahan yang nantinya dia sesali.


"Tapi pria itu sudah beristri! Istrinya pasti saat ini sedang menunggu kepulangan dia!" ucap Reynaldi menahan rasa geram di hatinya. Wanita tersebut malah tertawa terbahak-bahak. Merasa lucu dengan ucapan Reynaldi.


"Tuan, rata-rata pria yang datang ke sini 80% adalah pria beristri. Yang sengaja mencari kesenangan dunia, atau yang sengaja mencari masalah untuk keluarga mereka." Reynaldi terpesona dengan ucapan wanita itu, begitu fasih dan sarat dengan kebenaran.


"Tetapi pria itu tidak boleh melakukan hal semacam itu. Dia sudah punya istri yang sangat cantik dan baik. Dia seharusnya mencintai istrinya, bukan malah berkhianat semacam ini!" Reynaldi meremas gelas yang ada di tangannya. Rasa marah yang berkecamuk di dadanya, siap meluluhkan seisi diskotik tersebut.


"Tuan, kadang kita butuh sayuran untuk menghilangkan kebosanan karena makan daging setiap hari!" Reynaldi mengerutkan keningnya, tidak mengerti apa yang di maksud wanita yang kini menatapnya dengan lekat.


"Istri di rumah, ibaratnya daging, para pelacur di luar, ibaratnya sayuran! Apa Tuan paham sekarang?" tanya wanita tersebut. Reynaldi terlongong demi mendengar perumpamaan yang dikatakan wanita itu.


"Apakah suaminya Arini sekarang sudah menjadi seorang Vegetarian?" tanya Reynaldi seperti hilang ingatan. Perasaannya hancur, saat menyadari bahwa Arini telah menjadikan pria vegetarian itu sebagai suaminya.


Maaf ya, bagi reader, Author menggunakan istilah vegetarian ini, agar lebih halus untuk mengumpamakan pria hidung belang yang suka jajan di luar. Semoga tidak ada yang merasa tersinggung dengan perumpamaan ini.

__ADS_1


__ADS_2