Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
70. Bertemu Arwah Reynaldi


__ADS_3

Siska sedang berada di kamarnya. Dia sedang kesal sekali saat ini. Karena baru saja, Ibunya mendatanginya dan mengatakan bahwa rencana pernikahannya dengan Prabowo dipercepat. dua hari lagi dirinya akan berstatus sebagai istri dari Prabowo Hutomo.


Prabowo, laki-laki yang selama satu bulan ini, telah mewarnai hidupnya. Bahkan demi dekat dengan dirinya, Prabowo sekarang bekerja sebagai dosen di kampus tempat Siska menimba ilmu.


Walaupun kadang, Siska merasa jengkel dengan kelakuan Prabowo. Apabila sudah berada di kampus, Prabowo seakan berubah 180 derajat menjadi seorang dosen yang sangat Killer dan selalu mencari masalah dengannya.


" Entah kenapa pria itu tidak menyerah juga untuk menikah denganku!" ucap Siska dengan geram.


" Aku harus bisa mencari cara. Untuk bisa melarikan diri dari rumah ini. Aku tidak mau melakukan pernikahan paksa seperti ini!" Siska terus mondar-mandir di dalam kamarnya. Dia terus melihat ke sekeliling kira-kira Apa yang harus dilakukan untuk bisa melarikan diri dari kamar itu.


"Sejak kemarin, Ayah menaruh dua bodyguard di depan kamarku, sehingga aku jadi tidak bebas pergi kemanapun!" Siska terus memutar otaknya agar bisa keluar dari kamarnya dengan aman.


Tiba-tiba saja Siska menjalankan kedua jarinya dan senyum licik terbit di antara wajahnya yang cantik.


"Tolong tolong aku, aduh! Sakit sekali!" tiba-tiba saja Siska berteriak sehingga mengagetkan dua orang Bodyguard yang ada di depan pintu kamarnya.


Kedua Bodyguard itu, kemudian membuka pintu kamar Siska lalu segera berusaha untuk menolong anak majikan mereka.


Ketika mereka sedang fokus untuk menolong Siska. tTba-tiba saja Siska menyemprotkan merica ke wajah mereka. Sehingga mereka berteriak merasa kepedesaan dan akhirnya Siska pun berhasil melarikan diri dari pengawasan kedua bodyguard tersebut.


Dengan perasaan senang Siska kemudian pergi meninggalkan kediaman kedua orang tuanya dengan menggunakan mobilnya. Yang untungnya tidak diambil kuncinya oleh kedua orang tuanya. Mereka saat ini sedang sibuk mempersiapkan rencana pernikahannya bersama Prabowo.


Siska langsung menuju ke taman tempat di mana Bejo bekerja setiap hari di sana.

__ADS_1


"Tolong aku Bejo! Tolong kau selamatkan aku! Aku tidak mau menikah dengan Prabowo!" icap Siska sambil memegang kedua tangan Prabowo yang saat itu sedang kebingungan dengan kedatangan Siska yang tiba-tiba.


"Kamu itu sudah dewasa. Kenapa tidak bisa bertanggung jawab dengan apa yang sudah ku putuskan? Bukankah kamu sudah menyetujuinya? Kenapa sekarang kamu malah kabur? Saya rasa, itu bukanlah sikap seorang Satria!" ucap Brjo dengan dingin sambil menatap ke arah Siska yang saat ini malah mulai menangis.


"Kenapa sih kamu harus mengucapkan kata-kata seperti itu? Aku datang ke sini, karena berharap kamu akan menolongku! Bukan karena ingin mendengar ceramahmu!" ucap Siska dengan lantang.


Bejo menatap lekat ke arah Siska yang kini menangis semakin keras Bejo semakin tidak mengerti apa yang harus dia lakukan saat ini.


" Bukankah kamu kemarin sudah menyetujui pernikahan itu lalu untuk apa kau sekarang menangis di sini?" tanya Bejo.


" Aku menyetujui pernikahan itu hanya untuk membuatmu marah dan cemburu Aku kira kamu akan melakukan sesuatu untuk membatalkan pernikahan itu!" ucap Siska dengan berderai air mata.


" Bukankah aku sudah mengatakan padamu berkali-kali? Kalau aku tidak akan pernah membiarkan kamu mengecewakan kedua orang tuamu? Pergilah! Karena aku tidak akan mau menolongmu untuk kabur dari pernikahan itu!" Bejo kemudian meninggalkan Siska seorang diri di kursi taman.


" DASAR PRIA BRENGSEK!" Siska berteriak sekencangnya kepada Bejo. Tetapi Bejo terus meninggalkannya seorang diri di sana. Bejo sama sekali tidak menengok ke belakang.


Sementara itu, Bejo yang kini sedang memperhatikan Siska dari kejauhan tampak berkaca-kaca.


" Maafkan saya Siska! Bukannya Saya tidak mencintai kamu. Tetapi saya tidak mau, kalau cintamu akan membuatmu jadi anak durhaka terhadap kedua orang tuamu. Saya tidak mau kamu mengecewakan mereka!" ucap Bejo lalu kemudian dia pun meninggalkan taman untuk pergi ke Dermaga tempat dia biasa menyendiri seorang diri di sana.


Sejak Arini meninggal, Bejo jadi lebih sering mendatangi Dermaga tersebut. Untuk sekedar menenangkan dirinya yang terus gelisah.


Bejo berusaha mencari ketenangan yang tidak dia dapatkan di kota. Suasana Dermaga yang telah ditinggalkan itu, benar-benar telah membuat Bejo mendapatkan apa yang dia inginkan ketenangan dan kesunyian.

__ADS_1


Ketika Bejo sedang fokus menyelami isi hatinya sendiri, tiba-tiba saja pundak Bejo ditepuk oleh seseorang, sehingga membuat Bejo menjadi terkejut.


" Reynaldi?" ucap Bejo dengan terkejut, dia terus mengucek matanya. Seakan tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya saat ini.


" Bagaimana keadaan di sini bukankah kau sudah meninggal bersama Arini?" Bejo terus mundur-mundur ketakutan karena melihat hantu daripada Reynaldi yang saat ini sedang tersenyum di hadapannya.


" Jangan takut aku tidak akan membuat mati!" ucap Reynaldy sambil tersenyum manis ke arah Bejo. Wajah Reynaldi benar-benar bersinar saat itu sehingga membuat Bejo merasa silau seketika.


" Apa yang kau inginkan Kenapa kau datang menemuiku?" tanya Bejo dengan gugup.


Bagimana bisa, dia tidak gegup? Belum lama dia, datang ke dalam pemakaman laki-laki yang ada di hadapannya saat ini, yang di makamkan bersama sang istri yang meninggal bersamanya.


" Aku datang, cuma mau bilang sama kamu, belajarlah untuk memaafkan dirimu sendiri! Jangan kau terus hidup dalam kesalahan yang sudah berlalu begitu lama. Tidak ada kebaikan di dalamnya! Kau harus mulai menata kembali kehidupanmu dan raihlah kebahagiaanmu sendiri!" ucap Reynaldi sambil tersenyum ke arah Bejo yang saat ini wajahnya sudah pucat Pasi.


Setelah mengatakan itu, seketika Reynaldi menghilang dari hadapan Bejo dan seketika Bejo pun terbangun dari tidurnya.


" Astaghfirullahaladzim kenapa aku sampai tertidur di sini?" ucap Bejo sambil bangkit dari tempatnya saat ini terbaring.


" Kenapa kamu suka sekali melamun Kalau di tempat ini?" tiba-tiba kakek yang dulu pernah mendatangi Bejo sudah ada di hadapannya.


" Kakek? Anda datang lagi ke sini?" Bejo pun kemudian duduk dan mendekati kakek tersebut.


" Sebetulnya apa yang selalu membuatmu terganggu pikiran, huh? Sehingga selalu mencari tempat ini untuk menghibur hatimu?" Kakak itu sambil menatap lekat ke arah Bejo yang saat ini sedang bingung.

__ADS_1


" Maksud kakak apa? Saya tidak mengerti!" siap Bejo terus menatap lekat ke arah kakek itu. Yang kini malah tersenyum ke arahnya.


ini adalah kali kedua Bejo bertemu dengan kakek misterius itu. Yang tiba-tiba datang dan tiba-tiba menghilang, entah ke mana tanpa bekas sama sekali.


__ADS_2