Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
38. Persidangan perceraian


__ADS_3

Hari itu adalah jadwal sidang perceraian Arini dan Bejo. Reynaldi menghadiri persidangan tersebut dengan menyamar. Menyaksikan sendiri, proses kekasihnya terbebas dari suami yang selama ini hanya menunjukkan dia hanya tertarik dengan uang kedua orang tuanya Arini.


"Selamat, ya! Akhirnya kamu bebas!" Reynaldi menyalami Arini yang tersenyum bahagia.


"Ya, kebebasan yang aku bayar dengan sangat mahal! Papah harus merelakan cabang perusahaan miliknya yang ada di Singapura. Demi Bejo agar mau melepaskan aku!" ucap Arini sedih.


"Tidak apa-apa, sayang! Kebahagiaan kamu lebih penting bagi kami!" ucap Mamahnya Arini sambil memeluk Arini.


"Ayo kita pulang!" ajak Ayahnya Arini.


Kedua orang tua Arini tampaknya tidak mengenali Reynaldi yang hari itu datang dengan penyamarannya sebagai seorang jurnalis. Arini diam saja tidak memberitahukan kepada kedua orang tuanya bahwa pria itu adalah Reynaldi. Kekasih yang selama ini dia cintai.


"Kami permisi dulu ya!" Arini berpamitan kepada Reynaldi. Reynaldi hanya tersenyum melihat wajah kekasihnya yang begitu bahagia. Mereka lalu berpisah dengan senyum bahagia. Sementara itu, Bejo yang sedang melihat interaksi Arini dengan pria yang belum pernah dia lihat, hatinya seketika merasa cemburu.


Pria yang sungguh aneh! Dahulu ketika Arini berstatus sebagai istrinya, Bejo sama sekali tidak memperdulikan keberadaan Arini. Keberadaan Arini di sampingnya tidak lebih hanya sebagai kartu ATM miliknya. Yang bisa dia gesek sepuas hatinya. Dan dia mengumbar kesenangan di luar sana. Tanpa pernah memperdulikan perasaan Arini setiap harinya, yang selalu menunggu kepulangan suaminya ke rumah mereka berdua.


Bejo lebih menikmati dunianya di luar sana, ketimbang memberikan cinta dan kemanyamanan kepada Arini. Tapi anehnya, setelah ketuk palu perceraian diresmikan, tiba-tiba Bejo merasa bahwa hatinya merasa hampa, seakan kehilangan sesuatu yang begitu penting.


"Aku harus menyelidiki siapa pria yang tadi begitu akrab dengan Arini! Aku nggak akan membiarkan Arini bahagia dengan laki-laki manapun juga!" sengit Bejo dengan tatapan mata yang sulit di artikan.

__ADS_1


"Papa sangat senang, akhirnya kamu bisa bebas juga dari Bejo! Maafkan Papa ya? Yang sudah ceroboh menikahkan kamu dengan laki-laki yang tidak pernah mencintai kamu. Papa sudah bersalah dengan kamu dan juga Reynaldi. Memisahkan cinta kalian berdua. Maafkan Papa ya? Papa pasti akan menebus semua kesalahan ini dengan memberikan kebahagiaan untuk kamu dan juga Reynaldi!" janji Papahnya Arini.


"Iya Pah! Semoga semuanya belum terlambat! Tampaknya keluarga Bramantyo sudah mempersiapkan pertunangan Reynaldi dengan Natalie! Entah, Apakah Arini masih memiliki kesempatan untuk menjadi istrinya atau tidak!" ucap Arini sendu.


"Kalau kalian berjodoh, pasti akan bersatu juga!" ucap Mamanya Arini, sambil meremas tangan Arini.


"Semoga, Mah!" doa Arini.


"Yang Papah dengar, Pertunangan itu batal! Karena Reynaldi yang kabur. Bahkan sampai hari ini, kabarnya belum pulang juga. Entah dimana pria itu!" ucap Papahnya Arini dengan nada prihatin.


"Pah, pria yang tadi menyapa Arini, saat kita keluar dari gedung pengadilan, itu adalah Reynaldi, Pah, Mah! Dia menyamar menjadi jurnalis agar tidak ada yang curiga dengan kehadiran dia!" ucap Arini.


"Hahaha Papa ini ada-ada aja! Masa Iya, Arini baru saja ketuk palu perceraian, langsung menikah dengan pria baru? Hal itu akan menjadi bahan omongan publik, Pah! Bukankah Arini juga memiliki masa iddah? Harus menunggu selesai baru bisa menikah untuk yang kedua kali!" ucap Arini. Papanya Arini menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Salah tingkah sendiri.


"Papa rupanya sudah tidak sabar ingin mempunyai menantu lagi! Hahaha! Papa ini benar-benar sangat lucu!" mereka semua dalam mobil itu akhirnya tertawa terbahak-bahak. Mereka merasa bahagia melihat Arini yang kini sudah terbebas dari pernikahan yang menyiksa putrinya.


"Ayo kita merayakan ini di restoran paling mewah! Papa akan traktir kamu! Papa akab berdoa, supaya kamu bisa bahagia lagi!" ucap Papahnya sambil memeluk Arini.


"Terima kasih, Papa sama Mama, selalu ada untuk Arini, selalu mendukung apapun keputusan Arini! Maafkan karena Arini, sampai detik ini masih belum bisa memberikan kebahagiaan untuk Papa dan Mama!" tanpa terasa Air Mata berderai di kelopak mata Arini, yang menyadari betapa banyaknya dirinya telah memberikan luka dan beban kepada kedua orang tuanya. Sehingga Papanya harus merelakan perusahaannya demi membebaskan dirinya dari Bejo yang gila harta itu.

__ADS_1


"Lupakan semua masalah ini, Nak! Anggap sebagai masa lalu! Sambutlah kebahagiaan barumu! Mama sama Papa, pasti akan selalu berjuang untuk membuat kamu bisa tersenyum lagi! Menatap masa depanmu di depan sana, yang masih panjang, Nak!" ucap mamanya Arini.


Arini membenamkan kepalanya dipelukan wanita sholehah yang selama ini selalu mengerti bagaimana perasaannya. Yang selama ini selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk dirinya.


"Tuan, Nyonya! Kita sudah sampai di restoran yang tadi Tuan katakan!" ucap Supir keluarga mereka.


"Ayo kita makan enak hari ini! Dan melupakan semua masalah yang ada di belakang sana! Anggaplah itu sebagai bagian dari masa lalu yang akan semakin mendewasakan kamu!" ucap Papahnya Arini.


Tanpa mereka sadari, Jauh di seberang jalan sana, Bejo tampak menatap kebahagiaan mereka dengan tatapan sendu. Ya, Ada kesedihan di mata Bejo. Entah kenapa hal itu bisa terjadi kepada dirinya. Setelah ketuk palu resmi di berikan oleh ketua majelis hakim atas gugatan perceraian antara dirinya dan Arini.


"Apakah kamu segitu menderitanya menjadi istriku? Sehingga Kau tampak begitu bahagia setelah perceraian kita?" monolog Bejo terhadap dirinya sendiri. Ya! Ada tetesan bening mengalir di kelopak mata Bejo yang Bejo sendiri tidak paham Kenapa hal itu bisa terjadi.


"Kenapa aku baru menyadari bahwa aku ternyata telah jatuh cinta kepadamu Arini, setelah perpisahan ini?" bisik hati Bejo.


Bejo lalu meninggalkan tempat itu dengan air mata yang terus berderai. Bejo memutuskan akan pergi ke luar kota dan menjual perusahaan yang telah diberikan oleh mantan mertuanya. Bejo memutuskan akan memulai kehidupan barunya di kota yang baru bersama dengan orang-orang yang baru.


"Semoga dengan kepergianku ini, aku akan bisa menemukan kebahagiaan yang baru dan kamu juga akan menemukan kebahagiaanmu yang baru Arini!" ucap Bejo.


Sementara itu, Reynaldi Kembali ke tempat persembunyiannya. Sampai detik ini kedua orang tuanya masih belum menemukan keberadaan Reynaldi yang bersembunyi di sebuah rumah milik keluarga Arini.

__ADS_1


Arini memberikan rumah tersebut untuk tempat persembunyian Reynaldi. Karena merasa kasihan melihat Reynaldi yang luntang-lantung di jalan tanpa tempat tinggal. Demi memperjuangkan cinta mereka berdua.


__ADS_2