Gala Asmara Cinta Segi Enam

Gala Asmara Cinta Segi Enam
40. Kebesaran Hati Natalia


__ADS_3

"Pah, kalau menikah tanpa cinta, hanya akan hidup dalam neraka. Aku malah salut, dengan Reynaldi yang sampe rela kabur dari rumahnya, demi memperjuangkan cintanya dengan wanita yang dia cintai. Itu bagus banget, Pah! Masa Papa nggak tersentuh sih? Dengan ketulusan cintanya Renaldi untuk kekasihnya itu? So sweet banget!" ucap Natalie dengan mata berapi-api. Tampak senyum di bibirnya. Ayahnya sama sekali tidak melihat kesedihan ataupun kemarahan di sana sehingga dia bisa bernapas dengan lega.


"Hanya perempuan gila macam kamu itu, yang mau memuji laki-laki yang sudah menolak pertunangan dengan kamu. Yang sudah menolak kehormatan dari keluarga kita. Kalau perempuan lain, pasti sudah mengamuk dan sudah menghancurkan perusahaan mereka. Karena merasa harga dirinya terjatuh dan terinjak-injak!" ucap ayahnya sambil mencubit pipinya.


"Pap, Natalia hanya tidak mau menghabiskan energi untuk hal-hal yang nggak penting! Ngapain gitu loh? Hidup ini sudah singkat! Aku kehabisan waktu untuk melakukan hal-hal yang aku sukai! Masa iya? Aku rela untuk membuang waktu mengurus hal remeh macam ini? Oh, No! That is not my style!" ucap Natalia sambil mencium pipi ayahnya.


"Syukurlah kalau kau bisa berpikir positif semacam ini! Papa senang sekali. Ya udah! Sekarang silakan, kalau kau mau kembali lagi ke Perancis dan melanjutkan sekolahmu!" tetapi Natalia malah bergelayut manja di lengan sang ayah.


"Pah! Bolehkah kalau Natalia ikut bekerja di perusahaan Papa? Rasanya ingin sedikit mengasah kemampuan Natalia, selama mendalami sekolah di Prancis. Ingin langsung praktek gitu loh, Pah! Papa ngerti nggak?" tanya Natalia dengan senyum manisnya. Papanya Natalia paling tahu kebiasaan putrinya ini kalau sedang ada maunya pasti manis sekali.


"Baiklah! Kau boleh kerja di perusahaan Papa! Silakan kau pilih posisi apa yang kau inginkan. Yang penting, Papa tidak ingin kamu merasa tertekan dengan bekerja. Kalau kau merasa bosan kau bisa pilih mau liburan kemanapun yang kau mau!" ucap ayahnya Natalia.


"Papah memang is the best! Love you very much!" Natalia lalu mencium sang ayah dan pergi ke kamarnya.


"Hati-hati Natalia! Jangan kau berlari-lari seperti anak kecil macam tuh! Kalau kau jatuh itu rasanya sakit!" teriak ayahnya. Natalia hanya tersenyum saja.


Sementara itu Arini yang sudah melihat pengumuman resmi dari Bramantyo group, mengenai pembatalan pernikahan antara Reynaldi dan Natalia, merasa sangat bahagia. Karena melihat ada secercah harapan dalam hubungannya dengan Reynaldi yang selama ini sangat banyak rintangan.


"Aku harus segera menemui Reynaldi. Dan membicarakan masalah ini. Aku nggak mau kalau sampai terlambat lagi dan kehilangan kesempatan yang baik ini!" Arini lalu masuk ke dalam kamarnya lalu mengambil ponselnya dan juga kunci mobilnya.


"Kamu mau ke mana, Arini? Kenapa tampak terburu-buru?" tanya mamanya Arini tanpa khawatir melihat anak perempuannya yang berlari-lari kesenangan.

__ADS_1


"Arini ingin menemui Reynaldi, Mah! Ingin membicarakan masalah hubungan kami hari ini pergi dulu ya, Mah!" Arini langsung meninggalkan kediaman Suganda.


Sementara itu Reynaldi yang sudah siap-siap untuk pergi ke rumah keluarga Bramantyo tampak tercengang, ketika membuka pintu, tampak Arini menatapnya dengan penuh cinta kasih.


"Aku merindukan kamu!" ucap Arini dan langsung lari ke pelukan Reynaldi yang masih terpesona dengan kecantikan sang pujaan hatinya.


Demi wanita yang kini ada di hadapannya Reynaldi sampai rela kabur selama berbulan-bulan dari kediaman keluarga Bramantyo demi memperjuangkan cintanya bersama Arini.


"Kenapa Kau tampak sangat bahagia sekali Apakah ada berita yang menyenangkan?" tanya Reynaldi tampak bingung. Melihat sang kekasih memeluknya begitu erat.


"Tentu saja! Pengumuman resmi dari Bramantyo group, yang menyatakan tentang pembatalan pertunangan kamu dan Natalia itu adalah berita yang paling indah yang pernah aku dengar!" ucap Arini bahagia.


Renaldy tersenyum. Nah, sekarang dia mengerti kenapa kekasihnya tersebut begitu bahagia. " Bagaimana kalau kita merayakannya dengan makan siang bersama di sebuah Cafe mungkin?" tanya Arini dengan tatapan eye puppy nya, yang membuat gemes Reynaldi.


"Apakah kau sudah siap dengan petualangan kita hari ini?" tanya Reynaldi kepada Arini.


"Let go!" ucap Arini dengan sangat bahagia.


Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih 30 menit, sampailah Reynaldi dan Arini di sebuah cafe yang cukup ramai. Di sana, mereka berdua memesan makanan yang saat ini sedang viral di media sosial. Ya, sebuah makanan yang diperuntukkan untuk pasangan yang sedang jatuh cinta.


Ketika mereka sedang mencari tempat duduk, tanpa sengaja seorang perempuan cantik menabrak Arini, sehingga membuat pakaian Arini, menjadi basah karena tertumpah kopi yang dipegang oleh perempuan itu.

__ADS_1


"Maafkan saya Mbak! Saya nggak sengaja! Ayo, biar saya belikan pakaian yang baru! Berapa ukuran Mbak?" tanya perempuan cantik itu, merasa bersalah kepada Arini.


"Nggak apa-apa Mbak! Ini cuman ketumpahan kopi doang kok! Nggak papa bener! Nanti biar saya cuci di toilet aja!" ucap Arini, sambil melihat kepada perempuan yang saat ini menatap ke arah dirinya. Mata bening dan wajah yang sangat cantik sekali. Seketika Arini merasa insecure dengan kecantikan Natalia.



Visualisasi Natalia Sugandhi


"Ini kartu namaku, kalau kalian nanti berubah pikiran dan ingin aku mengganti pakaian itu, Mba bisa menghubungiku di nomor ini, Oke? Oh ya perkenalkan namaku Natalie Sugandi. Nama Mba siapa?" demi mendengar nama perempuan itu Reynaldi dan Arini, sampai terbelalak kaget tidak percaya dengan apa yang ada di hadapan mereka.


Ternyata perempuan yang berdiri di hadapan mereka inilah, wanita yang digadang-gadang akan menjadi calon istri Reynaldi di masa depan. Tetapi baru tadi siang, keluarga Bramantyo mengeluarkan pengumuman resmi pembatalan pertunangan tersebut.



Visualisasi Reynaldi Bramantyo dan Arini Suganda.


"Baiklah Mbak, saya permisi dulu ya? Maafkan sekali lagi! Pokoknya, Mbak bisa hubungi saya kapan aja, kalau mbak butuh saya untuk bertanggung jawab dengan pakaian Mba, Oke?" perempuan cantik yang ceria itu, langsung melarikan diri. Setelah berpamitan kepada Arini dan Reynaldi yang masih Bengong di tempat.


"Katakan padaku! Apakah sekarang kau menyesal karena telah menolak perempuan itu untuk menjadi tunanganmu?" tanya Arini dengan tatapan horornya mencoba mengkonfirmasi perasaan kekasihnya saat ini. Yang tampak masih bingung dengan keadaan yang baru saja terjadi terhadap mereka berdua.


"Kamu ini bicara apa sih? Aku tuh baru ketemu sama dia tadi loh. Waktu itu memang sih, Papa memberikan foto dia, tapi aku nggak terlalu memperhatikan dan nggak peduli juga. Udah! Ayo kita makan aja!" Renaldi langsung menarik tangan Arini untuk masuk ke dalam Cafe.

__ADS_1


Sementara itu Arini minta izin kepada Reynaldi untuk ke toilet untuk membersihkan pakaiannya yang tadi tertumpahan kopi oleh Natalia mantan tunangan Reynaldi.


__ADS_2