
Pov Arini
Hari ini adalah hari terberat dalam hidupku. Papahku menyuruh Bejo untuk mengurung diriku di kamarku. Oh My God! Bisa kalian bayangkan tidak? Terkurung dalam kamar dengan seorang bodyguard yang cool dan tampan, yang 24 jam ngawasin kita? Walaupun aku mencintai Reynaldi, tapi tetap saja, hatiku kebat kebit gara-gara kelakuan papahku yang gak ada kerjaan.
"Eh, apa kamu tidak lapar, atau lelah? Dari tadi kamu berdiri kaya patung liberty di situ. Aku yang lihatin aja rasanya lelah. Keluarlah, istirahat! Aku juga mau istirahat." ucap Arini mencoba membujuk Bejo yang keras kepala itu.
"Maaf, Nona! menjaga Anda adalah tugas saya! Anda jangan khawatir dengan saya. Saya baik-baik saja!" ucap Bejo dengan ekspresi datar, udah percis papan cucian pokoknya.
"Ckckck, emang dasar kanebo! Susah di ajak bicara! Udah sana, pergi ke kamar kamu! Aku mau mandi, mau tidur!" hardik Arini sudah mulai stres dengan kelakuan Bejo.
"Nona bisa melakukan apapun yang Nona inginkan, saya disini hanya menjaga Nona!"
"Bosan, aku dengan kata-kata kamu, emang aku anak TK, yang harus kamu jagain, huh?" tanya Arini mulai kesal dengan sikap pembangkang Bejo, bodyguard Papahnya.
'Duh, Reynaldi aman tidak ya, gimana kalau Papah apa-apa in Reynaldi? " Arini gelisah memikirkan Reynaldi yang sampai sekarang belum ada kabarnya. Ponselnya Arini tadi di sita oleh Bejo. Tidak tahu di taruh di mana.
"Bejo, aku lapar. Apa kau bisa bawakan aku makanan dan minuman?" tanya Arini, mencoba keberuntungan, siapa tahu Bejo mau dia suruh keluar dari kamar. Jadi dirinya punya kesempatan untuk kabur lewat jendela kamarnya.
"Sebentar, Nona!" Arini sudah bahagia sekali saat mendengar Bejo mengatakan hal itu. Tapi lima menit kemudian, Arini mengerutkan dahinya karena kesal, ternyata Bejo malah mengambil ponselnya dan menelpon Bi Sum, orang dapur di kediaman Suganda.
"Bi Sum, tolong bawakan makan malam untuk saya dan Non Arini. Jangan lupa minuman dan juga beberapa camilan yang manis dan gurih. Terima kasih, BI sum!" lalu Bejo tersenyum pada Arini, merasa berhasil menjalankannya misinya.
"Dasar menyebabkan!" maki Arini kesal.
"Bejo, apa kamu punya pacar?" tanya Arini, mencoba membuka percakapan. Bagaimana, sungguh amat membosankan, di kurung dalam kamar tanpa melakukan apapun.
"Bagi saya pacar tidak penting, Nona! Keselamatan majikan saya lebih saya utamakan!" Arini berdecak kesal dengan jawaban Bejo.
__ADS_1
"Dasar kanebo! Apa kamu gak punya perasaan? Oh my God!" tidak tahu kenapa, Bejo ini sungguh menguras emosinya.
tok
tok
tok
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. "Bejo, ini makanan yang tadi kamu pesan!" suara BI sum, Arini sangat senang, saat Bejo membuka pintu kamarnya, Arini sudah bersiap ambil ancang-ancang untuk kabur, saat Bejo fokus mengambil makanan dari tangan BI sum!
Tapi harapan Arini hilang seketika, saat Bejo hanya membuka pintu selebar kepalanya saja. Jangankan untuk kabur, sekedar melihat wajah BI sum saja Arini kesulitan.
"Ih, dasar Bejo nyebelin?!" rutuk Arini kesal setengah mati. Bejo mendengar umpatan Arini, tapi dia tidak terlalu menanggapi hal tersebut.
"Ayo kita makan, Nona!" ucap Bejo sambil menyiapkan makanan di atas meja. Bejo sudah mengunci pintu kembali, dan mengambil kuncinya di saku celana belakang nya. Arini sungguh frustasi menghadapi kanebo tak berperasaan itu.
"Aku butuh tenaga untuk bisa kabur dari pengawasan kanebo ini!" Arini menyemangati dirinya sendiri. Sehingga makanan yang di bawa oleh BI sum, tandas hanya dalam waktu lima menit. Bejo sendiri sudah selesai dengan makannya. Mereka seperti melakukan lomba makan saja. Sungguh lucu. Hehehe.
"Bejo, wajah kamu sangat tampan, kaya model dan artis. Kenapa kamu malah jadi bodyguard, huh?" tanya Arini sambil senderan di sofa.
"Itu masalah pribadi, Nona! Maafkan saya!" jawab Bejo keberatan dengan pertanyaan Arini.
"Ah.. kau betul-betul membosankan! Apa kau tahu? Aku ingin sekali memperkosa kamu saat ini!" ucap Arini sambil mengambil ancang-ancang siap menerkam Bejo yang tampak terkejut.
"Nona, apa yang akan Anda lakukan?" Bejo sudah hampir berlari menghindari terkaman Arini.
"Hehehe, kau lucu sekali!" Arini terus tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Bejo yang sudah repleks bangkit dari duduknya. Wajah Bejo memerah karena sangat malu.
__ADS_1
'Sial, aku dikerjain Non Arini!' rutuk Bejo dalam hati. Arini masih tertawa melihat wajah bejo yang terlihat sangat lucu baginya.
"Ah, sepertinya mengerjai bodyguardnya Papahku cukup menyenangkan!" ucap Arini merasa dapat mainan baru. Matanya tidak henti menatap Bejo yang kini menatap waspada kepadanya.
"Hehehe!" Arini tertawa terbahak-bahak hingga sakit perutnya.
"Tertawa lah Nona, kalau mengerjai saya bisa bikin Nona merasa bahagia." sarkas Bejo yang sukses membungkam tawa Arini.
"Aku hanya bercanda, jangan terlalu serius!" Arini sudah gerah, ingin mandi. Tapi Bejo sama sekali tidak memperlihatkan hilal akan meninggalkan kamarnya. Arini mendesah frustasi.
"Bejo, bajingan tengik! Kapan kamu pergi dari kamarku? Aku butuh mandi dan juga tidur!" Arini berdecak kesal sekali dengan Bejo.
"Tuan belum memberikan perintah agar saya meninggalkan Anda sendiri. Maafkan saya, Nona!" ucap Bejo dengan perasaan tidak enak.
"Aku ingin mandi, Bejo!" teriak Arini frustasi.
"Anda bisa mandi, Nona! Aku tidak akan melihat anda. Percayalah kepadaku." janji Bejo sambil menutup matanya.
Arini akhirnya punya sedikit ids gila, Arini tadi sudah melihat Bejo meletakan kunci kamarnya di saku celana dia. Pelan-pelan Arini melangkah mendekati Bejo yang saat ini memejamkan matanya. Arini semakin dekat dengan Bejo, tangannya sudah siap akan menarik kunci dari saku celana Bejo, tapi siapa yang menyangka, tiba-tiba Bejo membuka matanya, sehingga wajah Arini dan Bejo begitu dekat.
Arini merasa jantungnya berdetak sangat kencang, Bejo melotot ke arahnya. "Aku, aku hanya melihat ada nyamuk tadi di pipi kamu?!" ucap Arini dengan alasan absurd yang gak masuk akal.
Bejo memegang tangan Arini yang sudah masuk ke saku celana belakang nya. Napas mereka saling menyahut satu sama lain. Arini bahkan bisa merasakan aroma mint di tubuh Bejo yang super macho dan roti sobeknya tercetak jelas dalam balutan jas yang di kenakan olehnya.
"Sebaiknya Anda segera mandi, Nona! Tidak baik bagi kesehatan kalau mandi terlalu larut malam!" ucap Bejo sambil meniup wajah Arini dengan usil. Perbuatan Bejo sukses membuat otak Arini traveling kemana-mana.
"Dasar Arini mesum!" rutuk Arini pada dirinya sendiri. Bejo hanya tersenyum melihat kelakuan Nona mudanya yang sungguh konyol baginya.
__ADS_1