
Mereka berdua kemudian meninggalkan tempat itu yang telah menjadi saksi sejarah mereka melakukan mantap-mantap di siang hari di dalam mobil bergoyang.
Ayu tampak bergelayut manja di lengan Herman. Dia tidak memperdulikan penampilannya yang saat ini sangat kacau balau. Bahkan CDnya saja masih terhambur di mobil Herman tanpa berniat sedikitpun untuk mengambilnya.
'Biarkan saja CD itu akan menjadi bumerang bagi Amanda. Dia pasti akan mengamuk ketika melihatnya di mobil Herman! Pasti akan sangat menyenangkan melihat perempuan itu terluka hatinya. Ketika dia sudah mengetahui bahwa kekasihnya telah menjadi milikku dan selalu berteriak kenikmatan ketika menikmati tubuhku!' batin Ayu sambil melirik sekilas kepada Herman yang saat ini sedang fokus menyetir.
'Pelan-pelan aku akan menyingkirkan Ayu dari hidupku aku tidak mau kehilangan tambang emasku hanya demi perempuan murahan semacam dia!' batin Herman sambil dia sekilas melirik kepada Ayu yang saat ini sedang mengarahkan tangannya untuk bermain-main di belakang roknya.
"Ayolah sayang! Kau jangan selalu berusaha untuk menggodaku. Aku sedang menyetir sayang! Bagaimana aku bisa fokus? Kalau kau melakukan hal seperti itu padaku?" ucap Herman dengan nafas memburu.
'Ah sial perempuan ini selalu berhasil membuatku takluk di bawah kendalinya tubuhku selalu tidak bisa terkontrol kalau sudah dekat dengan dia!' batin Herman menutupi dirinya sendiri yang selalu kalah oleh hawa nafsu yang selalu dihembuskan oleh Ayu terhadap dirinya.
'Kita akan lihat Herman! Berapa lama kau bisa menahan godaan dariku dan berapa lama kau bisa melepaskan diri dariku. Aku akan selalu meyakinkan dirimu bahwa kau adalah milikku 100%!' batin Ayu dengan senyum licik di terukir di wajahnya.
Herman sebetulnya bukan berasal dari keluarga miskin miskin amat. Dia sebetulnya anak dari seorang pengusaha juga. Hanya saja kelasnya berbeda dengan ayahnya Amanda yang seorang konglomerat yang bisnisnya menjamur di mana-mana.
__ADS_1
Herman sekarang bahkan merem melek. Gara-gara apa yang sedang dilakukan oleh Ayu di bawah sana terhadap tongkat saktinya yang selalu mencuat kalau sudah berdekatan dengan perempuan itu.
"Tolong hentikan sayang! Ahhhh! Aku sedang menyetir sayang! Apa kau ingin membuat kita celaka dengan melakukan hal seperti itu?" ucap Herman dengan terbata-bata karena dia menahan hasrat yang ada di dalam dirinya gara-gara Ayu yang selalu menggoda dia dengan perbuatan-perbuatan mesumnya.
Tetapi Ayu tampaknya tidak mengindahkan perkataan Herman. sehingga akhirnya Herman mengalah karena gairah yang terus menyiksanya. Dia mengalah dan dia menghentikan kendaraannya di pinggir jalan yang tampak sunyi.
Sekitar 15 menit mereka berhenti di jalan sepi itu. Herman bahkan sampai melupakan niatnya untuk melamar Amanda saat ini. Karena Ayu yang sejak tadi selalu saja membuat dia lupa diri dan selalu menikmati surga dunia yang disuguhkan oleh Ayu untuk dirinya tanpa henti sejak tadi pagi.
Maaf ya editor maupun Reader. Bukannya author Sedang berpikir mesum nih sekarang. Tapi maksudnya author tuh pengen memberitahukan bahwa selama ini Amanda begitu malang nasibnya. Karena sudah dipermainkan oleh dua manusia khianat ini. Bahkan tidak tahu tempat di manapun mereka berada selalu melakukan hal-hal mesum dan membodohi Amanda selama bertahun-tahun lamanya layaknya perempuan bodoh.
"Manusia-manusia khianat ini akan kupastikan mereka mendapatkan bayarannya yang setimpal atas perbuatan mereka yang sudah menusukku dari belakang!" ucap Amanda sambil melemparkan ponselnya ke kasur dan kemudian dia menangkupkan tangannya untuk menutupi wajahnya yang saat ini sangat sedih.
Merasakan bahwa hatinya benar-benar telah berkhianati oleh laki-laki yang selama ini dia cintai dengan tulus.
"Aku tidak pernah menyangka kalau kamu berbuat seperti ini di belakangku. Aku pikir selama ini kau sibuk bekerja, seperti yang selalu kau katakan padaku. Tetapi ternyata kau selalu sibuk berbuat mesum dengan perempuan pelacur itu!" ucap Amanda dengan terus mengalirkan air matanya.
__ADS_1
"Sudahlah sayang! Tidak layak laki-laki semacam dia kau tangisi. Sudah ada laki-laki baik yang siap untuk menjadi suamimu. Kau yakinkan hatimu untuk bisa menerima dia dalam hidupmu!" tiba-tiba saja ibunya Amanda sudah berada di kamarnya dan dia berusaha untuk menghibur putrinya yang saat ini sedang bersedih menangisi pria b******* bernama Herman.
"Hati Amanda sakit sekali Mah! Ketika mengetahui pengkhianatan mereka berdua selama bertahun-tahun. Mereka telah membodohi Amanda Mah! Mereka berdua sungguh jahat!" Isak Amanda dalam pelukan ibunya yang merasa prihatin dengan nasib putrinya yang masih remaja sudah mengalami patah hati yang demikian berat.
"Papah dan Mamah sudah sepakat untuk menghentikan semua fasilitas yang kita berikan untuk Ayu dan juga keluarganya. Mereka harus mendapatkan ganjaran yang setimpal dari perbuatan Ayu yang telah menyakiti hatimu sayang!" ucap ibunya Amanda mencoba untuk menghibur putrinya agar tidak menangis lagi.
"Tidak Mah! Tolong jangan lakukan hal itu sekarang. Amanda masih ingin bersenang-senang dengan mereka berdua. Tunggu lah Mah! Pasti akan ada masa itu. Saat Amanda memberikan mereka pelajaran. Sehingga mereka tidak akan sanggup untuk berdiri lagi di muka bumi ini!" ucap Amanda dengan mata berapi-api dan penuh dengan dendam kesumat terhadap Ayu dan Herman.
"Baiklah sayang! Lakukanlah apapun yang aku inginkan. Yang penting, Mama tidak ingin melihatmu terus menangis seperti ini!" ucap ibunya Amanda sambil mengelus kepala putrinya yang masih terisak dalam tangisnya.
"Berbahagialah Nak! Karena kamu mengetahui penghianatan mereka hari ini. Sebelum kau menikah dengan Herman. Apa kau bisa membayangkan? Ketika kalian sudah menjadi suami istri dan kau mengetahui hal itu. Oh Tuhanku, itu jauh lebih menyakitkan sayang! Kau harus berterima kasih kepada ayahmu yang selalu berusaha unyuk menjagamu dari pergaulan yang buruk dan selalu menjagamu dari orang-orang jahat!" ucap ibunya Amanda terus berusaha untuk memberikan hiburan kepada putrinya agar jangan bersedih lagi ataupun menangisi laki-laki brengsek yang bernama Herman.
"Iya mah! Apalagi Amanda tahu, bahwa niat Herman mendekati Amanda hanya untuk menguasai harta Papa. Itu sungguh sangat keterlaluan dan Amanda tidak akan pernah memaafkan niat busuk itu?" ucap Amanda dengan geram dan sangat jengkel.
"Mereka benar-benar sangat keterlaluan telah membodohi Amanda selama bertahun-tahun. Ya Tuhan ngapain saja Amanda selama ini mah? Sehingga mereka berbuat sebebas itu?" ucap Amanda dengan kemarahan yang membuncah di dadanya.
__ADS_1
"Itu karena kamu mempunyai hati yang baik Amanda. Jadi kamu tidak pernah berpikir kalau orang itu akan jahat terhadapmu pikiranmu selalu positif!" ucap Ibunya.